Membangun Generasi Kompetitif dan Kreatif di era Digital Economy di 7th Industri Fair Main Event

29 October 2018
323 Views
Comments are off for this post

Jakarta (20/10)- Sabtu kemarin, Himpunan Mahasiswa Teknik Univeristas Al Azhar Indonesia (HMTIA) mempersembahkan acara yang merupakan program tahunan HMTIA yaitu, “The 7th Industri Fair Main Event “ yang diisi dengan talkshow nasional dan mini job fair dengan tema “Empowering Industry 4.0 in Indoneisa Through Digital Economy”Talkshow yang dimoderatori oleh Annisa Rohmah (Duta Wisata Indonesia 2014) ini juga turut mengundang pembicara pembicara yang ahli dan pakar dibidangnya. Ada Wisnu Bawa Tranujaya (Asisten Deputi pengembangan SDM Kementrian Pariwisata ) selaku keynote speaker dan Wisnu Wijaya Putra (Head of B2B JD.ID) serta Bayu Janitra (CEO Top Karir) sebagai pembicara pada sesi talkshow yang berlangsung. Tak kalah seru, acara ini juga menyediakan doorprize berupa tiket perjalanan ke Singapura dan 18 boneka brown and cony untuk masing masing pemenang. Acara yang dibuka gratis untuk umum ini, juga berhasil menarik banyak audiens dari kalangan mahasiswa maupun pekerja untuk mengisi akhir pekan dengan hal hal yang positif dan menarik tentunya.

Tepat Pukul 9 pagi acara talkshow pun dibuka, dan dilanjutkan sesi seminar yang dibawakan oleh para pembicara. “ada 3 keyword yang kita dapatkan di era digital ini yaitu : inslusive, collaboration dan transparacy” ujar Wisnu yang selaku Head of B2b JD.ID ini. Wisnu menjelaskan banyak mengenai perkembangan teknologi yang kini mulai mendominasi industri di seluruh dunia. Seperti JD.ID yang kini telah menjadi top 3 in global internet e-commerce companies, dimana hampir separuh pekerjaan yang dulunya dilakukan oleh manusia kini dapat dilakukan oleh teknologi robotik yang dikendalikan oleh hanya segelintir orang. “ada banyak ratusan perusahaan yang bekerja dibelakang layar untuk memenuhi kebutuhan konsumen di e-commerce yang sangat luas, dan tentu saja semua itu tidak akan tersinkornisasi dengan cepat dan baik tanpa bantuan teknologi” ujarnya mengaskan bagaimana teknologi bisa begitu membantu, namun juga mengancam kehidupan manusia kedepannya. Karena kehadiran teknologi jelas akan meminimalisir pengeluaran biaya industri untuk memproduksi produk atau menyediakan jasa dan layanan. Ini adalah gambaran besar Inudtri 4.0 yang kini banyak digeluti oleh generasi millenials yang dekat dengan teknologi.

Membahas perkembangan industri 4.0, tentu saja kesiapan sumber daya manusia yang akan bekerja didalamnya harus sangat diperhatikan. Dilanjukan dengan Bayu selaku CEO Top Karir yang merupakan salah satu platform mencari pekerjaan di industri masa kini. “kampus harus mendorong anak anak untuk berjiwa kompetitif dan kreatif, karena setiap anak pasti punya tallent yang bisa dikembangkan” ujarnya. Selain pengetahuan dasar akan teori yang sesuai dengan dunia industri, kemampuan skill juga sangat dibutuhkan di industri masa kini. Oleh karena itu, tak heran kreatifitas dan jiwa kompetitif akan sangat menjadi pertimbangan ketika generasi millenials mulai mencari kerja.

“you cant save the world alone” sebait kalimat dari Wisnu Wijaya sebelum menutup acara,  yang meggambarkan bagaimana sifat industri 4.0 sangat relevan dengan kehidupan masa kini. Industri tidak lagi bisa hanya bersifat exclusive namun juga harus inclusive, harus ada kolaborasi dan transparasi data untuk bekerjasama menargetkan masyarakat dengan kebutuhannya. Ditutup dengan kuis dan pembagian doorprize, acara ini berhasil menyadarkan kembali bahwa kita sebagai generasi muda harus terus mengasah kreatifitas dan jiwa kompetitif agar dapat bersaing dalam dunia industri di masa depan.