• Dean Faculty of Science & Technology UAI visited Khazar University, Azerbaijan

    22 February 2019
    96 Views
    Comments are off for this post

    It is getting smaller! The word we live in today.  Advancement in information, communication and transportation technologies have connected people from different cultures and countries at an unprecedented speed. In the scientific world, these favor the opportunities to establish collaboration among scientists from different parts of the world.  In the spirit of enhancing international cooperation, and promoting Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Dean Faculty of  Science and Technology (FST), Dr. Hidayat Yorianta Sasaerila visited Khazar University of Azerbaijan. He was warmly greeted by the Vice-Rector for Research, Dr. Irada Khalilova and Dr. Javid Ojaghi, a geneticist and member of the Azerbaijan National Academy of Sciences, and a Ph.D. student Ms. Moozhan Serpoush.  Dean Hidayat also met with the Director of International Office of Khazar University, Ms. Turan Jafarova, where a draft of MoU was discussed.

    Several potential collaborations between UAI and Khazar University were discussed at the meeting, includes: Student exchange programs, faculty/staff exchange programs, visiting scholars/tutors,  cultural exchange programs, cooperative/collaborative research projects, cooperative (joint and double) degree programs, cooperative and exchange lecturing plans and lecture contents, conferences and seminars; and academic supervision of graduate/post-graduate students.

    Khazar University is the first private university not only in Azerbaijan, but also in Eastern Europe, the Caucasus and Central Asia, and the first university in Azerbaijan to use English as the language of instruction.  Khazar University is the first university in Azerbaijan to adopt Western-style, research-oriented university, with four schools, i.e., School of Science and Engineering, School of Economics and Management; School of Humanities and Social Sciences; and School of Education.

    Departments under the School of Science and Engineering include Life Science, Computer Sciences, Civil Engineering, Electrical Engineering, Electrical and Telecommunications, Chemical Engineering, Biomedical Engineering, Design, Functional Analysis, etc.

    Located at the beautiful city of Baku, the city where Europe and Asia merged into one, Khazar University has about 2300 students, with more than 150 international students, including some Indonesian students.  For more information on Khazar University, please see www. Khazar.org, and make sure to check out a video clip about this university.  Also, does anyone know that there is a university course of Bahasa Indonesia offered in Azerbaijan?

    Note: This trip did not use funding from UAI or the government.

    Continue Reading
  • Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Millenial  

    15 February 2019
    512 Views
    Comments are off for this post

     

    Jakarta (14/02) – Semakin berkembangnya teknologi dan zaman, tak dipungkiri menyebabkan berubahnya pola Pendidikan yang dialami oleh anak anak masa kini. Perubahan kurikulum dan metode Pendidikan yang kian beragam diterapkan di berbagai sekolah menyebabkan adanya fenomena baru dalam proses Pendidikan anak di rumah maupun di sekolah. Maraknya kekerasan, bullying maupun mental psychology anak-anak di lingkungannya menjadikan hal ini menarik untuk di diskusikan. Oleh karena itu, kemarin Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia menggelar Seminar Nasional dan Talkshow yang bertajuk “Tantangan dan Solusi Pendidikan di Era Millenial”. Seminar yang membahas tentang pola Pendidikan anak di rumah maupun di sekolah ini, turut mengundang beberapa pakar yang ahli dibidangnya masing masing yaitu : Prof. Hui-Hua Chen (Department of Early Childhood Education, Dong Hwa University, Taiwan) sebagai Keynote Speaker dengan tema “Keterlibatan Keluarga Dalam Pendidikan Millenial”, Dr. Seto Mulyadi, S.Psi.,Msi (Psikolog anak dan Dosen Psikologi Universitas Gunadarma) dengan tema “Mendidik Anank di Era Millenial” dan Dr. Zirmanysah (Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan UAI) yang akan membawakan tema “Bagaimana Riset Menjawab Permasalahan Pendidikan”. Selain diisi dengan berbagai materi yang menarik, diadakan juga penandatanaganan MOU Universitas Al Azhar Indonesia dengan National Dong Hwa University. Dibuka langsung oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, besar harapan acara ini dapat menambah motivasi dan inspirasi seluruh peserta yang hadir dalam memperbaiki cara mendidik anak anak generasi millennials.

    Menuju pembicara pertama, hadir Dr. Seto Mulyadi, beliau yang kerap disapa Kak Seto ini membawakan materi menggunakan konsep dongeng yang juga merupakan salah satu ciri khas yang tak bisa lepas dari sosok yang sejak lama sudah menjadi inspirasi khususnya dalam penerapan Pendidikan yang efektif bagi anak. Menurut beliau, penerapan status bahwa anak harus cerdas dalam kelas bukanlah sesuatu yang dapat menjamin tumbuh kembang anak yang baik “Cerdas itu spektrumnya luas, bukan hanya matematika, IPA ataupun Kimia” ujar beliau. Sedangkan banyak ditemui masa kini, para orangtua seringkali salah kaprah dalam mendefinisikan cerdas yang sesungguhnya. Bahwa mendidik anak tidak harus terpaku pada kurikulum pelajaran sekolah yang kerap mengesampingkan hak anak dalam belajar. Karena semua anak pada dasarnya sangatlah cerdas pada bidang yang berbeda. Jika kecerdasannya setiap anak dapat dihargai, maka sang anak tentunya dapat berkembang dengan baik pula.

    “Kurikulum di Indonesia terlalu padat, dimana kurikulum Pendidikan kurang berpihak pada hak anak untuk belajar” imbuh beliau saat menjelaskan kondisi lingkungan belajar anak di era millennial. Menurut beliay terlalu banyak waktu yang dihabiskan dalam mengejar nilai, sehingga tidak ada waktu yang tersisa untuk mendalami hobi, maupun hal-hal yang mereka sukai. “Karena pada dasarnya semua anak suka belajar, maka belajar yang efektif adalah belajar dengan suasana hati yang gembira” ujar Kak Seto. Disambung dengan pemateri selanjutnya Dr. Zirmansyah yang juga merupakan Dekan fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia ini, beliau membahas lebih bagaimana teknologi dan sumber daya yang telah disiapkan dapat menjawab permasalahan Pendidikan yang ditemui. Menurut beliau perkembangan generasi millennial tidak melulu buruk, banyak kemajuan dan hal positif dilihat bagaimana meningkatnya rasa percaya diri dari masing-masing anak. Ditutup dengan pemberian cinderamata semoga acara dapat terus diadakan kedepannya agar dapat terus meningkatkan motivasi mahasiswa dalam memperbaiki Pendidikan di Indonesia.

     

    Continue Reading
  • Rektor UAI: Jebolan OSC Ulet dan Berakhlak Baik

    7 February 2019
    710 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta: Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Asep Saefuddin memuji kualitas karakter mahasiswa UAI jebolan program Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id yang menunjukkan perilaku baik.”Alhamdulillah akhlaknya baik dan mereka pelajar yang ulet,” kata Asep pada Medcom.id saat menerima kunjungan Medcom.id di Kampus UAI, di Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019.
    Selain itu, Asep juga memuji mahasiswa hasil seleksi OSC sangat adaptif dalam mengikuti etika-etika Islami yang UAI jadikan pegangan. Sejauh ini belum ada lulusan UAI hasil jebolan OSC. Sebab, sekarang masih angkatan ketiga. Namun dia berharap mahasiswanya bisa sukses di masa depan.
    “Mudah-mudahan bisa memperlihatkan kinerjanya di industri bahkan jadi entrepreneur. Saya beharap mereka jadi orang berhasil,” tutur Asep. Secara umum, Asep juga mengapresiasi kerja sama antara UAI dengan Medcom.id melalui Online Scholarship Competition (OSC). Menurut Asep, OSC tidak hanya membuka akses pendidikan bagi pelajar di Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya, tapi seluruh Indonesia.
    Hal ini sejalan dengan salah satu misi UAI untuk mencari talenta dari daerah-daerah. Oleh sebab itu, Asep berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan Medcom.id
    “Saya akan meneruskan kerja sama ini terutama untuk mencari talenta-talenta dari daerah yang memang ingin melanjutkan pendidikan tinggi,” tutur Asep. Tingginya biaya pendidikan membuat UAI berkomitmen memprioritaskan perekrutan calon mahasiswa dari daerah untuk mendapat beasiswa, salah satunya melalui OSC.
    Program OSC Medcom.id adalah kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh portal berita dan video Medcom.id sejak tahun 2015. Beasiswa ini hadir untuk memberikan kemudahan bagi putra-putri Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan hingga S1 dengan menggunakan beasiswa yang diberikan 18 perguruan tinggi swasta yang bekerja sama dengan OSC. (CEU)

    sumber : https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/3NOB3v0K-rektor-uai-jebolan-osc-ulet-dan-berakhlak-baik

    Continue Reading
  • Universitas Al Azhar Indonesia Gelar Wisuda ke-XX  

    4 February 2019
    447 Views
    Comments are off for this post

     

    Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menggelar wisuda ke-20 tahun akademik 2019-2020 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Sabtu, 2 Februari 2019. Dalam acara ini sebanyak 298 mahasiswa dari berbagai fakultas telah diwisuda, diantaranya 53 mahasiswa mendapatkan gelar cumlaude.UAI mendapat kehormatan khusus dengan hadirnya Dr. Bima Arya Sugiarto, Walikota Bogor yang akan menyampaikan orasi ilmiah mengenai “Pemerintahan Millennial.”

    Wisuda UAI ke XX ini dihadiri Drs. Sobirin HS (Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam Al Azhar), Dr. Ir. Illah Sailah, MS (Koordinator Kopertis Wilayah III), Livi Zheng (Sutradara Film asal Indonesia) dan Jusman Syafii Djamal (Komisaris Utama PT Garuda Indonesia) serta para Guru Besar.  Dalam pidatonya, Rektor UAI, Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc, menyampaikan pidato mengenai “Peran Perguruan tinggi dalan menghadapi revolusi industri 4.0”. Ia menyampaikan bahwa hal ini ditandai oleh kekuatan dan kecepatan digitalisasi luar biasa. Akibatnya model-model bisnis konvensional yang mekanistis, linier, birokratis perusahaan besar banyak terdisrupsi oleh perusahaan kecil tetapi lincah. Maka dari itu, UAI akan terus membangun ekosistem pendidikan tidak saja mengajar what to learn, tetapi justru how to learn dengan pendekatan-pendekatan kreatif.

    Di wisuda ke-20 ini, mahasiswi Fakultas Hukum, Program Studi Hukum Angkatan 2014, Nuraemy Firdaus, terpilih sebagai wisudawan terbaik se-Universitas. Ia memperoleh IPK 3,87 sehingga lulus dengan predikat cumlaude. Semasa kuliah, Nuraemy aktif mengikuti berbagai organisasi dan paper competition antara lain sebagai Vice President of Al Azhar Youth Leader Institute yang merupakan organisasi kepemudaan di bawah bimbingan Masjid Agung Al Azhar. Nuraemy juga mendapatkan Best Paper of Social Project’s Paper Presentation, AFSEC – International Student Leaders Exchange Bangkok, Thailand. Serta Publishing International Journal, Glogal Research Development Service di Nanyang Technological University, Singapore.

    Pada kesempatan ini, UAI kembali menyelenggarakan UAI Alumni Award 2019, Alumni Award tahun ini diberikan kepada beberapa alumni berprestasi yang mewakili dmasing-masing Fakultas yang terdapat di UAI.  Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan UAI kepada para Alumni UAI atas dedikasi, pencapaian, dan kontribusi bagi masyarakat. Penghargaan ini juga kami maksudkan untuk menginspirasi para wisudawan dan wisudawati untuk berprestasi dan menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat.

     

    Continue Reading
  • Launching Program Studi Gizi dan Program Studi Teknologi Pangan “Peran Ilmu Gizi dan Teknologi Pangan di Era Milenial” (Menjadi Pengusaha Sukses di Bidang Gizi dan Pangan Halal)

    17 January 2019
    1305 Views
    Comments are off for this post

     

     

    Jakarta (16/01) – Berdasarkan izin pendirian program studi yang tertuang pada surat keputusan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No 1000/KPT/I/2018 untuk Program Studi Gizi dan 986/KPT/I/2018 untuk Program Studi Teknologi Pangan. Universitas Al Azhar membuka program studi baru, yaitu Program Studi Gizi dan Program Studi Teknologi Pangan. Program studi ini akan memulai menerima mahasiswa baru dan perkuliahan di bulan September 2019.

    Adapun visi dari kedua program studi ini adalah, “menjadi Program Studi Gizi terkemuka dalam menghasilkan lulusan berjiwa entrepreneurship dan berkompeten di bidang Gizi dengan prinsip halal dan thoyib”. Sedangkan visi dari Program Studi Teknologi Pangan adalah “menjadi Program Studi Teknologi Pangan terkemuka dalam menghasilkan lulusan berjiwa entrepreneurship dan berkompeten di bidang Teknologi Pangan dengan prinsip halal dan thoyib”.

    Dalam kegiatan launching Program Studi Gizi dan Program Studi Teknologi Pangan mengusung tema “Peran Ilmu Gizi dan Teknologi Pangan di Era Milenial (Menjadi Pengusaha Sukses di Bidang Gizi dan Pangan Halal)”. Dengan tema tersebut, Program Studi Gizi dan Program Studi Teknologi Pangan berusaha untuk memperkenalkan perkembangan serta peran ilmu Gizi dan Teknologi Panganterhadap masyarakat, yang saat ini dikenal sebagai masyarakat/generasi milenial serta berfokus pada konsep halal. Hal ini sesuai dengan visi dan misi kedua program studi yang mengedepankan aspek-aspek islami dengan menerapkan prinsip halal nutripreneur dan halal foodpreneur. Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Hardiansyah, MS (Ketua Umum AIPGI dan PERGIZI PANGAN Indonesia), Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi, MS (Guru Besar Ilmu dan Telknologi Pangan IPB), Ir. Adhi Lukman (Ketua Umum GAPMMI).

    Kedua program studi ini kedepannya diharapkan mampu mewarnai perkembangan IPTEK dan pembentukan generasi muda yang unggul untuk kemajuan Indonesia umumnya dan UAI khususnya.

    Continue Reading
  • 2019 Tahun Peningkatan Budaya Penelitian, Inovasi, dan Publikasi Menuju Universitas Unggul

    16 January 2019
    359 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (16/01)- Mengusung bergantinya tahun, maka perlu juga adanya pergerakan dan motivasi bersama yang dapat menumbuhkan semangat baru untuk membangun kampus. Mahasiswa berikut sivitasnya merupakan satu kesatuan utuh dalam menciptakan Universitas Al Azhar Indonesia yang lebih baik kedepannya. Oleh karena itu, kemarin sivitas akademika Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan Pertemuan Awal Tahun Sivitas Akademika UAI 2019. Acara yang dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof. Dr. Ir. Asep Saefudding M.Sc ini mengangkat tema “2019 Tahun Peningkatan Budaya Penelitian, Inovasi dan Publikasi Menuju Universitas Unggul” dengan harapan di tahun 2019 ini Universitas Al Azhar Indonesia dapat meningkatkan budaya penelitian dikalangan dosen, menggerakan inovasi dan menggiatkan aktivitas publikasi untuk mencapai lebih banyak masyarakat yang mengenal kampus kedepannya.

    Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Asep Saefuddin dalam paparanya menjelaskan beberapa aspek yang menyokong berdiri dan berkembangnya kampus hingga saat ini. Ada infrastruktur dan keuangan yang sehat sebagai landasan utama yang memfasilitasi pergerakan kampus, mahasiswa dan sivitas di dalamnya. Kemudian ada good university governance, innovation and human capital yang melapisi diatasnya, lalu berdiri 3 pilar yang menjadi nilai pergerakan kampus kedepannya yaitu : Pendidikan/Pembelajaran, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat &Pemberdayaan. 3 pilar yang juga merupakan Tri Dharma Universitas inilah yang menopang visi, misi, tujuan dan strategi demi mewujudkan an enterprising university sebagai kampus yang unggul.  

    Dalam kesempatan ini, beliau juga mengumumkan pemenang lomba K3 yang diadakan untuk sivitas kampus beberapa bulan lalu. Adapun pemenang lomba berdasarkan peringkat penilaian masing-masing kategori adalah sebagai berikut :  berdasarkan kategori Fakultas, juara ke-1 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Juara ke-2 Fakultas Hukum (FH) dan Juara ke-3 diraih oleh Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya (FIPB). Sedangkan pemenang berdasarkan kategori Laboraturium, juara satu diraih oleh Laboratorium Molekul (FST), juara ke-2 Laboratorium Bahasa (FIPB) dan juara ke-3 Laboratorium Radio Off Air (FISIP). Kemudian pemenang menurut kategori Direktorat/Pusat/UPT (PRIVATE) adalah, Direktorat Pengembangan Akademik & Pembelajaran sebagai juara satu, Badan Penjaminan Mutu sebagai juara kedua dan Direktorat Kepangkatan Dosen & Registrasi Pendidik sebagai juara ketiga. Berdasarkan kategori Direktorat/Pusat/UPT (PUBLIC)  ada UPT Perpustakaan sebagai juara pertama, Direktorat Promosi dan kerjasama sebagai juara kedua dan Sekretariat Universitas sebagai juara ketiga. Dan yan terakhir dan tak kalah menarik adalah pemenang lomba berdasarkan kategori Perubahan Ruangan yaitu, Ruangan Sarana dan Prasarana sebagai juara pertama dan Ruang Kemahasiswaan sebagai juara kedua.

    Continue Reading
  • Generasi Milenial Perlu Terjun ke Dunia Entrepreneurship

    15 January 2019
    292 Views
    Comments are off for this post

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Hermawan Kertajaya mengajak generasi muda milenial untuk berani tampil di kancah internasional dalam hal entrepreneurship. “Sudah bukan masanya kita hanya bersaing di dalam negeri dan hanya menjadi jago kandang, terutama dalam hal marketing dan entrepreneurship” ujar Hermawan yang merupakan founder dan chairman Markplus.inc di Jakarta, Selasa (15/01/19).

    Hermawan menyampaikan hal tersebut dalam kuliah umum yang dihadiri kurang lebih 250 mahasiswa di Auditorium Arifin Panigoro Universitas Al-Azhar Indonesia. Hermawan menyampaikan materi tersebut dalam acara yang bertajuk Executive Lecture on Innovations: Strenghthening the Innovatiom Ecosystem through Entrepreneurship. Dia menjelaslan bahwa anak muda Indonesia harus berani berinovasi dalam menggaungkan marketing dan entrepreneur.

    Direktur Inovasi Universitas Al Azhar Indonesia Hanny Nurlatifah, menyatakan UAI siap membantu generasi muda yang ingin maju bersaing di kancah internasional. Hal ini sesuai dengan visi UAI sebagai universitas yang unggul dalam mencetak pengusaha muslim yang tangguh. Executive lecture ini menurut Hanny adalah upaya UAI untuk membangun kesadaran mahasiswa pentingnya melihat peluang pasar internasional, selain pasar domestik.

    Dalam siaran persnya, Managing Director Nexus Risk Mitigation Firsan Nova yang juga pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Al Azhar Indonesia menegaskan pentingnya menebarkan nilai-nilai entrepreneurship kepada mahasiswa. Menurut Firsan, idealnya jumlah entrepreneur sekitar 14 persen dari total penduduk. Sementara di kita, angkanya masih 3,1 persen. Artinya perlu peningkatan.

    Menurut Hermawan Hal itu dapat dikejar dengan melatih mental untuk bersiap di kancah internasional, adalah dengan pola pikir harus bergaul dengan orang yang sangat berbeda dari segala hal. Dengan hal ini para generasi muda dapat lebih menghargai keragaman. Karena keragaman itulah yang membuat indonesia menjadi luar biasa. Selain memaparkan materi, Hermawan juga menyumbankan bukunya yang berjudul Marketing 3.0 dan Marketing 4.0 yang merupakan hasil kolaborasinya dengan Philip Kotler dan Iwan Setiawan. Buku yang telah di terjemahkan lebih dari 20 bahasa tersebut diberikan Hermawan untuk melengkapi koleksi kepustakaan UAI.

    Sumber : www.republika.co.id

    Continue Reading
  • Knowing How to Build a Creative Business on Business Launching IX 2019

    9 January 2019
    633 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (7/1) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Al Azhar Indonesia menggelar acara Bussines Launcing IX yang sukses dilaksanakan di Auditorium Arifin Panigoro lantai 3. Acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini terbagi menjadi menjadi dua aktivitas besar yaitu Seminar dan Bazaar. Adapun tema yang diangkat pada Bussines Launching IX kali ini adalah bagaimana membangun mindset untuk menjadi seorang creativepreneur, terutama bagi para millenials yang ingin memulai bisnis dan usaha sendiri. Acara yang juga merupakan cerminan slogan kampus sebagai “An Entrepreneur University” ini juga turut menghadirkan dua entrepeneur muda yang menginspirasi karena telah sukses di usahanya masing masing yaitu : Ryan Berti (StatementProd) dan Bernhard Suryaningrat (hardthirteen). Mengangkat judul “How to Build a Creative Business” acara ini berhasil menarik antusiasme mahasiswa akan industri maju saat ini.

    Dibuka langsung oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof. Dr. Ir Asep Saefudin M.Sc, acara yang tidak hanya berbicara perkembangan dunia industri 4.0 ini juga berisi tentang berbagai kiat sukses menjadi seorang millenilas di era industri 4.0 yang dibagikan langsung oleh kedua narasumber. Perkembangan teknologi yang semakin maju menghadirkan banyak platform yang sangat bisa digunakan untuk berkarya, baik dalam industi musik, film maupun makanan. Oleh karena itu, millenials masa kini dituntut untuk bukan hanya aktif berkegiatan namun juga pandai membaca peluang dan berfikir kreatif sehingga kedepannya mampu bersaing dengan sehat di industri teknologi 4.0.

    Bussines Launching sendiri merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi Bisnis guna menunjang proses dan praktek belajar mahasiswa diluar kelas. Dengan diadakannya acara ini, besar harapan kampus agar kedepannya semakin banyak entreperneur muda yang mampu berkarya dalam menciptakan industri lokal maupun internasional. Agar semakin banyak mahasiswa yang terpacu untuk bergerak dibidang wirausaha dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam di Indonesia. Karena kedepannya ekonomi indonesia akan menghadapi tantangan yang lebih beragam, persiapan akan sumber daya manusia yang  mumpuni sudah tentu menjadi kepentingan untuk menjawab tantangan industri dan ekonomi Indonesia dimasa depan. Semoga dengan diadakan acara tahunan seperti ini, mahasiswa dapat terus terpacu dan berlomba untuk berkarya dan memberikan yang terbaik bagi generasi Indonesia kedepannya.

    Continue Reading
  • Bersama Kenali, Peduli dan Lawan kanker di Indonesia

    5 January 2019
    518 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (04/19) – Siang ini bersama dengan Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan seminar yang bertajuk “Inspiring Woman and Caring for Cancer” seminar yang bertemakan kesehatan dan membahas banyak hal mengenai kanker ini juga bekerjasama dengan Rumah Sakit Omni  dan merupakan bentuk penggalangan dana untuk Yayasan Cancer (CISC). Yayasan Cancer Information & Support Center (CISC) merupakan salah satu yayasan yang bergerak untuk membantu para pasien kanker selama menjalani pengobatan, dalam bentuk dana maupun rumah singgah untuk pasien selama menjalani pengobatan di Jakarta. Acara yang dibuka untuk umum ini juga turut mengundang Aryanthi Baramuli Putri (Founder CISC), Dr. Elda Oncossya Panggabean (Dokter R.S Omni) dan Intan Khasanah (Cancer Survivor). Belum sampai disitu, seminar ini juga menyediakan cek gula darah gratis bagi peserta seminar yang berminat.

    Berbicara mengenai kanker yang merupakan salah satu penyakit yang belum ditemukan obat pastinya, Aryanthi selaku Founder Yayasan CISC mengaku sangat terinspirasi dengan beragam cerita mengenai perjuangan para pasien dalam melawan kanker yang ada di dalam tubuhnya. Oleh karena itu ia membentuk Yayasan CISC untuk membantu dan meringankan pengobatan para pasien kanker yang tentunya tidaklah mudah. Baginya meringankan sedikit beban yang ditanggung oleh masing-masing pasien dapat memberikan harapan kehidupan kedepannya. Ada banyak hal yang dapat memicu kanker dalam tubuh manusia, dalam paparanya Dr. Elda menjelaskan 3 hal yang saat ini diyakini oleh para ilmuan menjadi penyebab terbesar munculnya kanker dalam tubuh manusia, yaitu radikal bebas, radiasi dan polusi. Sejauh ini Dr. Elda sendiri telah banyak menangai berbagai pasien pengidap kanker, dan kanker yang paling banyak ia tangani adalah kanker paru-paru, yang mana tingkat bertahannya sangatlah rendah. Dan yang lebih memprihatinkan dewasa ini, semakin banyak pasien kanker paru-paru yang berumur 40-50 tahun yang masih tergolong muda. Namun, disisi lain masih banyak pasien lainnya yang terus bertahan dan mampu menanggung beban pengobatan dengan terus menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Dr. Elda yakin bahwa beban yang ditanggun pasiennya tidaklah mudah, melawan kanker tentunya membutuhkan mental dan dukungan yang hebat dari orang orang terdekat.

    Tak hanya mengedukasi, seminar ini juga menginspirasi peserta yang hadir dengan narasumber yang merupakan salah satu cancer survivor. Menurut Intan yang sudah melalui perjuangan selama 6 tahun lamanya selain dengan obat, kanker juga harus dilawan dengan pemikiran positif dan harapan yang baik oleh masing masing pasien. Karena menurutnya positif vibes dapat mempengaruhi seluruh hormon dalam tubuh untuk bersama melawan kanker. Ketika ditanya mengenai apa yang menjadi kunci utama dalam kesembuhannya adalah “ Penerimaan diri dan Berdamai dengan keadaan” jawabnya. Semoga setiap energi positif yang dibagikan sepanjang seminar dapat berdampak positif bagi pasien kanker maupun keluarga terdekat.

    Continue Reading
  • 20 Siswa Terima Beasiswa OSC 2018 di Universitas Al Azhar Indonesia

    22 December 2018
    954 Views
    Comments are off for this post

     Jakarta (20/12)- Kamis pagi, di Balai Kartini 1.260 pelajar SMA memenuhi ruangan, peserta kompetisi beasiswa online atau Online Scholarship Competition (OSC) yang berasal dari berbagai penjuru daerah ini  siap bertarung mengikuti tes tulis offline OSC 2018.  Seleksi tulis offline ini merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi OSC, yang akan dilanjutkan dengan Awarding Night OSC di hari yang sama, untuk mengumumkan siapa saja peserta peraih beasiswa jenjang S1 OSC 2018. Rangkaian program OSC tahun ini sudah dimulai sejak dibukanya pendaftaran beasiswa OSC pada 30 Agustus dan ditutup 2 November 2018.  Sehari setelah ditutupnya masa pendaftaran, para peserta yang jumlahnya mencapai 54 ribu orang tersebut mengikuti seleksi tulis tahap pertama yang digelar secara online.

    Hasil tes tahap pertama tersebut diumumkan pada 9 November 2018.  Pada tahapan ini telah diumumkan 150 peserta terbaik yang lolos di setiap kampus.  “Total ada 2,700 peserta yang lolos di tahap pertama OSC,” Ujar Findo selaku Project Officer Program OSC. Para peserta yang masuk 150 besar di setiap PTS ini kemudian diminta mengumpulkan berkas data diri. Baru pada tanggal 7 Desember 2018, peserta yang lolos diumumkan sebagai finalis dan berhak untuk mengikuti tes tulis yang digelar secara offline. Ada 70 peserta terbaik dari masing-masing PTS yang akan maju ke babak tes tulis tahap akhir, secara total ada 1.260 peserta yang akan ikut tes hari ini.(Sumber:Medcom.id)

    Yang menarik, animo pelajar dari seluruh Indonesia untuk mengikuti OSC tahun ini mengalami peningkatan. Jumlah pendaftar tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, mencapai 54.178 peserta.  Peserta yang mendaftar dari Sumatera mencapai 10.416 orang, Jawa (36.958) orang, Kalimantan (2.154 orang), Bali (375 orang), NTB (628 orang), Sulawesi (2.563 orang), Maluku (235 orang), NTT (488 orang), dan Papua (372 orang). Tidak hanya jumlah peserta OSC yang bertambah, jumlah perguruan tinggi swasta pemberi beasiswa juga bertambah tahun ini.  Dari 12 PTS di tahun sebelumnya menjadi 18 PTS di 2018.  Dari PTS penyedia beasiswa di 2018, yakni mulai melebarnya sayap OSC hingga ke perguruan tinggi swasta di wilayah Indonesia timur. Ditandai dengan bergabungnya Universitas Fajar (Unifa) Makassar dalam OSC 2018. Di malam pengumuman “Awarding Night” 20 Orang siswa dan siswi SMA menerima Beasiswa OSC 2018 untuk melanjutkan pendidikan jenjang S1 di Universitas Al Azhar Indonesia.

    Universitas Al Azhar Indonesia sendiri telah bergabung dengan Program OSC sebagai kampus tujuan beasiswa OSC sejak 2017 lalu dengan 12 kampus lainnya. Kampus sebagai institusi yang beridiri untuk memperbaiki pendidikan percaya bahwa Program OSC dengan Avitex dan Metrotvnews.com ini bisa membantu memperluas cakupan pendidikan hingga keseluruh wilayah Indonesia. Kesempatan beasiswa ini tentunya mendukung misi sosial kampus sebagai perguruan tinggi untuk memajukan pendidikan Indonesia. Universitas Al Azhar Indonesia percaya OSC, melalui Metrotvnews.com dan Avitex, merupakan bagian dari komponen bangsa untuk mendukung pemerintah dalam hal pendidikan.

    Continue Reading