• Universitas Al Azhar Indonesia Gelar Wisuda ke-XIX 2018

    13 August 2018
    549 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (11/08)- Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menggelar wisuda ke-19 tahun akademik 2017-2018 di Gedung BPPT, Jakarta, Sabtu, 11 Agustus  2018. Dalam acara ini sebanyak 185 mahasiswa dari berbagai Prodi dan Program Magister Ilmu Hukum dan akan diwisuda. Selain prosesi wisuda yang dilakukan, para wisudawan sebelumnya mengikuti prosesi Khotmul Quran pada Jumat, 10 Agustus  2018 yang dilaksanakan di Masjid Agung Al Azhar. Kegiatan Khotmul Quran ini rutin dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan wisuda UAI . Dalam acara ini, juga terdapat pemberian donasi wisudawan berupa pemberian alat shalat untuk Rumah Tahfidz Quran Binaan Universitas Al Azhar Indonesia di Desa Cikidang, Sukabumi. Acara ini dilakukan guna memperkuat lulusan UAI yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang kuat.

    UAI mendapat kehormatan khusus dengan  hadirnya HE Osamh Mohammed Abdullah Shuibi (Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia) yang akan menyampaikan orasi ilmiah. Direncanakan akan hadir dalam acara Wisuda UAI ke XVII, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., (Dewan Pengawas YPI AL Azhar), Drs. Sobirin HS (Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam Al Azhar), Dr. Ir. Illah Sailah, MS (Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III), dan Jusman Syafii Djamal (Komisaris Utama PT Garuda Indonesia), Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (Rektor ITB), Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met (Rektor UI) dan para Guru Besar.

    Dalam pidatonyanya, Rektor UAI, Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc, menyampaikan. pidato mengenai “Dunia sedang menghadapi revolusi industri 4.0”. Ia menyampaikan, bahwa keadaan VUCA di revolusi industry 4.0 ini perlu dijawab oleh Perguruan Tinggi (PT) dengan membuat model Tri Dharma masa kini. Misalnya PT mulai memanfaatkan IT untuk pendidikan dalam bentuk hybrid atau blended learning, lanjutnya.Berdasarkan pada Renstra UAI, di mana saat ini UAI sedang berada pada periode ekspansi tahap kedua. Berbagai program pengembangan pendidikan telah dilakukan UAI, di antaranya pengajuan pembukaan program studi baru yaitu Program Studi Teknologi Pangan dan Program Studi Gizi, dan telah dibukanya kelas blended learning bagi Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Hukum, yaitu perpaduan antara kelas daring dengan tatap muka, ujar Rektor UAI, Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc.

    Pada wisuda kali ini, wisuda terbaik dan berprestasi diraih oleh Rizka Azkia Falahiyati dari Program Studi Akuntasi. Wisudawan terbaik kedua adalah Sri Rezeki dari Program Studi Komunikasi, dan terbaik ketiga adalah Virina Chairunnisa dari Program Studi Sastra Arab. Hal ini ditentukan dengan memperhatikan aspek akademik terdiri dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), masa studi, dan aspek-aspek penunjang akademik dan non-akademik lain meliputi; (a) keikutsertaan dalam jurnal ilmiah nasional dan internasional, (b) keikutsertaan dalam kompetisi berbasis kompetensi keilmuan (c) keaktifan berorganisasi (d) etika, dan (e) inspiratif. Usai prosesi pemindahan tali kuncir, Rizka Azkia sebagai wisudawan terbaik memberikan sambutan mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati yang hadir. Menurutnya sebagai lulusan generasi milineal 4.0. Generasi masa kini  tidak perlu gentar, tidak perlu takut dengan tantangan-tantangan yang akan dihadapi. Sebagai lulusan UAI, percayalah bahwa setiap individu sudah dipersiapkan dengan kesiapan mental, keterampilan serta kepribadian yang kuat. Ia juga menekanka bahwa yang membedakan UAI dengan yang lain, adalah disini setiap generasi yang lahir telah dibekali dengan nilai-nilai etika berlandaskan keislaman, integritas, humanity dan kerja keras untuk menjadi lampu penerang sebagai bekal kita melewati pintu gerbang kehidupan selanjutnya. Seyiap individu yang tumbuh dalam kampus UAI telah dididik menjadi pribadi yang profesional, kompetitif dan dapat bersaing dalam menghadapi tantangan global. Ditengah pidatonya yang disimak oleh seluruh hadirin Rizka Mengutip pernyataan seorang movie director terkenal Bradley Whitford yaitu “You can either be a passive victim of circumstance or  you can be the active hero of your own life”.

    Seperti wisuda sebelumnya, UAI akan memberikan penghargaan kepada para alumni yang tahun ini diberikan kepada 6 alumni dari masing-masing Fakultas. Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan UAI kepada para Alumni UAI atas dedikasi, pencapaian, dan kontribusi bagi masyarakat. Penghargaan ini juga kami maksudkan untuk menginspirasi para wisudawan dan wisudawati dalam menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat.

    Ada banyak harapan baru yang tumbuh, setiap kelahiran generasi generasi baru dari kampus UAI, seluruh masyarakat, bangsa dan negara senantiasa menyambut perubahan perubahan baru yang diciptakan oleh generasi harapan bangsa. Perubahan yang lebih baik bagi Indonesia yang tentu saja ada karena bentuk pengabdian para wisudawan dan wisudawati dalam setiap bilik masayarakat, sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimiliki. Semoga setiap wisudawan dan wisudawati yang lahir hari ini dapat membawa seluruh nilai dan kebaikan yang didapatkan ke lingkungan masayarakat dan negara.

     

    Continue Reading
  • Mengajak Para Siswa Belajar Ilmu Komputer

    6 August 2018
    865 Views
    Comments are off for this post

    Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, masyarakat dituntut untuk dapat menggunakan gadget sebagai alat berkomunikasi. Kini, hampir seluruh usia dapat menggunakan gadget, terutama siswa siswi sekolah. Sabtu kemarin, Program Studi Informatika Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan seminar sekaligus workshop Hour of Code dengan peserta SMA Al Azhar  1, SMA Al Azhar 2, dan SMA Al Azhar 3. Seminar dan workshop tersebut merupakan acara lanjutan dari Hour of Code 8 Desember 2017.

    Acara ini dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Prof. Dr. Ir. Asep Saefudin, dan dilanjutkan seminar yang di isi oleh salah satu dosen dari prodi Informatika Bapak Dr. Ir. Ade Jamal, yang berjudul “Semua Siswa Sekolah Harus Belajar Ilmu Komputer” pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan pentingnya ilmu komputer untuk siswa sekolah. Sehingga, siswa tidak hanya menggunakan teknologi tapi dapat menciptakan teknologi. Salah satu caranya adalah dengan Hour of Code.

    Pada acara ini para siswa/i melakukan coding selama satu jam dengan dibantu oleh tentor dari mahasiswa prodi Informatika. Hour of Code sendiri merupakan sebuah program dari website code.org, oleh sebab itu para siswa melakukan coding pada website tersebut dengan tampilan yang menarik dan dibuat agar siswa merasa seperti bermain game. Dengan meng-coding siswa diharapkan dapat mengasah logika untuk melakukan perintah pada game dengan secepat cepatnya dan dengan line yang sedikit. Pada akhir acara para siswa mendapatkan sertifikat bahwa mereka telah melakukan coding selama satu jam dan berfoto bersama.

    Continue Reading
  • Publikasi Karya Ilmiah Mahasiswa Teknik Elektro di International Conference on Smart Computing and Electronic Enterprise di Malaysia

    2 August 2018
    719 Views
    Comments are off for this post

    Kali ini empat orang mahasiswa Teknik Elektro Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mempresentasikan hasil penelitiannya di International Conference on Smart Computing and Electronic Enterprise (ICSCEE) 2018 pada tanggal 11-12 Juli 2018, yang diselenggarakan oleh Al-Madinah International University di Hotel Impiana KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yang diikuti oleh 80 orang peserta dari 50 negara, dibuka oleh keynote speaker dari mancanegara diantaranya Prof. Dr. Dawei Song dari The Open University, U.K, Prof. Dr. Tarek El-Ghazawi dari The George Washington University, U.S.A, Dr. Dzahar Mansor dari National Technology Officer, Microsoft Malaysia dan pembicara utama lainnya.

    Konferensi internasional yang mengusung tema “Computing and electronic enterprise: applications, trends and future direction” ini mengundang para peneliti yang secara aktif terlibat baik dalam aspek teoritis dan praktis komputasi terkait teknologi dan perancangan elektronika terkini. Peneliti diundang untuk berkontribusi pada konferensi dengan mengirimkan artikel pada cakupan bidang-bidang berikut:

    1. Smart Computing
    2. Big Data
    3. Information Retrieval
    4. Network and Data Communications
    • Mobile, Embedded and Wireless Networks
    • Sensor Network Application and Security
    • GIS Applications
    • Optical Communications
    • Signal, Image and Video Processing
    1. Artificial Intelligence
    2. Information Systems
    3. Electronic Enterprise

    Karya Ilmiah atau paper yang dipublikasikan telah melalui seleksi dan review oleh lebih dari 80 reviewer, terdiri dari reviewer lokal Malaysia dan reviewer International. Karya ilmiah yang dipublikasikan pada ajang konferensi tingkat internasional seperti ini sebagian besar adalah hasil dari penelitian ditingkat studi magister atau doctoral. Namun Alhamdulillah Empat judul paper dari Teknik Elektro UAI yang merupakan hasil penelitian ditingkat Sarjana, berhasil lolos seleksi dan dinyatakan diterima untuk dipublikasikan secara langsung (oral presentation) pada konsferensi internasional ini.

    Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia mempublikasikan 4 judul paper, yakni dipresentasikan oleh Satyo Pradana dengan judul “Comparison Power of Semiconductor Lasers at Wavelength 1480nm Using InGaAs & InGaAsP Materials for EDFA Pumping Scheme”, Nurul Ihsan Hariz Pratama dengan judul “Design and Analysis of Generalized LED Index Modulation on FPGA”, Ali Akbar Tanjung dengan judul “Network Planning Optimization Of Long Term Evolution Radio Transmitter Using Taguchi’s Method”, dan Annisa Maulidary Muthiah dengan judul “Wireless Sensor Network Performance Evaluation on Building With Zigbee Transmission”. Empat orang mahasiswa Teknik Elektro ini menjadi pembicara pada parallel session dengan kategori topik Network and Data Communications.

    Karya ilimiah yang dipublikasikan merupakan hasil penelitian Tugas Akhir/Skripsi tingkat Sarjana di Universitas Al Azhar Indonesia. Prodi Teknik Elektro UAI senantiasa mendorong mahasiswanya untuk mempublikasikan hasil penelitian tugas akhir di konferensi ilmiah pada tingkat nasional dan internasional. Para dosen aktif menggandeng mahasiswanya untuk terlibat dalam kegiatan peneltian dengan pendanaan (research grant) dari dalam universitas, KEMENRISTEKDIKTI atau dana dari pihak lainya.

    Hasil penelitian yang dipublikasikan ini merupakan fokus riset dari salah satu konsentrasi bidang keahlian di Teknik Elektro UAI yaitu telekomunikasi dan mekatronika. Salah satu keunggulan Teknik Elektro UAI ialah berkonsentrasi pada fokus riset di bidang optical communication, seperti yang dituangkan pada paper yang dibawakan oleh Satyo Pradana, yakni menganalisa karakteristik amplifier optic EDFA, dan paper yang dibawakan oleh Nurul Ihsan Hariz Pratama, merancang teknik modulasi untuk komunikasi optic yang diimplementasikan pada FPGA. Paper bertema telekomunikasi wireless juga dibawakan oleh Ali Tanjung Akbar, yakni dengan tema network planning dan oleh Annisa Maulidary Muthiah dengan tema Wireless Sensor Networks (WSN) yang merupakan teknologi terkini yang dapat mendukung implementasi Internet of Things.

    Paper yang sudah dipresentasikan akan dipublikasi pada database journal ternama IEEE yang sudah terindeks Scopus, dimana IEEE merupakan organisasi internasional dan merupakan komunitas global untuk berinovasi yang saat ini beranggotakan lebih dari 423.000 anggota di lebih dari 160 negara, dengan produk utamanya adalah publikasi dengan nilai siatasi yang sangat tinggi, konferensi, standar teknologi, dan kegiatan profesional dan pendidikan lainnya. IEEE merupakan forum yang bergengsi dan tepercaya untuk bidang teknik, komputasi, dan informasi teknologi di seluruh dunia. Publikasi IEEE yang diseminarkan akan terindeks Scopus, yakni merupakan lembaga pengindeks yang terpercaya. Scopus mengandung kurang lebih 22.000 judul dari 5.000 penerbit, 20.000 di antaranya merupakan jurnal tertelaah sejawat di bidang sains, teknik, kedokteran, dan juga ilmu sosial.

    Publikasi karya ilmiah keempat paper ini didukung oleh PT Pertamina. PT Pertamina memberikan dukungan kepada empat orang mahasiswa UAI yang mewakili peneliti dari Indonesia untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di ajang internasional bergengsi ini.

    Continue Reading
  • UAI dan Pintaria Dukung Transformasi Pendidikan di Indonesia Kuliah Blended Learning, Solusi Cerdas Kuliah di Era Digital

    25 July 2018
    1362 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (24/07) – HarukaEdu, perusahaan teknologi edukasi dengan fokus pada online learning dari Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 2013 secara resmi meluncurkan pintaria (www.pintaria.com) untuk membantu masyarakat Indonesia yang ingin meningkatkan pendidikan dan keahlian demi percepatan karier dan taraf hidup yang lebih baik. Pintaria diluncurkan langsung oleh Novistar Rustand, CEO sekaligus Co-Founder dari HarukaEDU, melalui konferensi pers di Jakarta (24/7). Di sini Novistar Rustard juga hadir sebagai narasumber utama yang menjelaskan secara keseluruhan bagaimana aplikasi Pintaria ini akan berjalan dan sangat membantu askes pendidikan online di masyarakat.

    Saat ini, Indonesia kekurangan tenaga kerja yang berpendidikan tinggi dan memiliki keahlian yang dibutuhkan industri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2007, dari 115 juta pekerja di Indonesia, hanya 8% yang memiliki gelar sarjana. Sementara itu, tuntutan akan tenaga kerja Indonesia di era digital ekonomi semakin tinggi dengan adanya digitalisasi, otomatis dan kecerdasan buatan.

    Keinginan untuk meningkatkan pendidikan dan keahlian diantara angkatan kerja di Indonesia sebenarnya cukup tinggi. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh HarukaEDU mengenai pendidikan tinggi yang diselenggarakan pada bulan April 2018 terhadap 1.521 responden dengan rentang usia 18-35 tahun, sebanyak 69% responden lulusan SMA/SMK ingin melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar sarjana sebanyak 41% tertarik pada pembelajaran online. Survey oleh HarukaEDU ini juga menunjukan bahwa alasan terbesar masyarakat yang ingin meraih sarjana adalah untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Sementara, hambatan terbesar untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan tinggi adalah biaya yang tinggi dan kesulitan untuk mengikuti program kuliah regular karena jadwal kerja yang tidak memungkinkan untuk pergi ke kampus setiap hari/malam. Menanggapi hal tersebut, Novistiar mengatakan, “Sudah saatnya dunia pendidikan beradaptasi dengan percepatan teknologi informasi, dimana masyarakat bisa menempuh pendidikan tinggi dan meningkatkan keahlian secara fleksibel, terjangkau, namun tetap berkualitas.”

    Pintaria adalah online platform untuk pendidikan dan pelatihan. Di Pintaria, pengguna dapat mempelajari berbagai macam profesi yang sedang dibutuhkan oleh industri, lengkap dengan deskripsi pekerjaan dan standar gaji, pendidikan dan keahlian yang diperlukan, lowongan pekerjaan yang tersedia, dan berbagai program kuliah serta pelatihan (training) yang dapat memberikan pendidikan dan keahlian yang relevan. Salah satu program penting yang tersedia di pintaria adalah program kuliah blended learning. Berbeda dengan kuliah online, pada kuliah blended learning, proses pembelajaran dilakukan dengan metode campuran online dan offline (tatap muka). “Program kuliah blended learning menawarkan jadwal kuliah yang lebih fleksibel sehingga mahasiswa bisa tetap meraih gelar sarjana di sela sela kesibukan bekerja. Selain itu, program ini menawarkan kelebihan dibandingkan kuliah online karena masih memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan dosen untuk berinteraksi secara langsung pada saat kuliah tatap muka” ujar Novistiar. Metode kuliah blended learning dapat menjadi solusi cerdas yang tidak hanya memberikan kemudahan dari sisi biaya, namun juga dari sisi waktu dan jarak.

    Pintaria menawarkan berbagai macam program kuliah blended learning yang diselenggarakan oleh 10 perguruan tinggi swasta ternama di Jakarta dan Bandung dengan akreditasi program studi A dan B, termasuk Universitas Al Azhar Indonesia sebagai salah satu institusi yang turut menyediakan program blended learning bersama HarukaEDU untuk memberikan kemudahan belajar bagi para mahasiswa. Universitas Al Azhar Indonesia sendiri terdiri dari enam fakultas dengan enam belas program studi yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dengan sangat baik, dan ini menjadikan UAI sebagai harapan baru untuk mencetak kepemiminan visioner dan berakhlak mulia. Fasilitas blended learning Universitas Al Azhar Indonesia memudahkan mahasiwa mengakses e-journal, e-book, digital library, maupun berbagai akses sumber-sumber pembelajaran dan memudahkan dosen untuk pengembangan pembelajaran.

    Dengan falsafah pendidikan ilmu terkini, Universitas Al Azhar Indonesia senantiasa berupaya mengembangkan berbagai program menuju visi Universitas Al Azhar Indonesia yaitu “Menjadi Universitas yang terkemuka dalam membentuk manusia unggul dan bermartabat, yang memiliki kemampuan intelektual berlandaskan nilai-nilai spiritual, moral dan etika Islami.” Sebagai wujud langkah pencapaian visi tersebut, pengembangan situs ini diarahkan untuk mewujudkan Universitas Al Azhar Indonesia sebagai bagian dari Universitas yang menggunakan teknologi informasi secara efisien dan produktif. Dunia usaha juga dapat memperoleh akses secara langsung lulusan Universitas Al Azhar Indonesia melalui usaha pengembangan karir yang dikembangkan oleh Universitas Al Azhar Indonesia melalui Career Development Center (CDC).  “Kami berharap Pintaria dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia melalui program kuliah blended learning serta pelatihan yang ditawarkan. Kami juga berharap melalui lingkungan pembelajaran berbasis online, semakin banyak masyarakat yang bisa meraih gelar sarjana,” pungkas Novistar.

     

    Continue Reading
  • Optimalisasi Peran dan Fungsi Dosen Dalam Era Millenial, Bimbingan Teknis Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

    20 July 2018
    1032 Views
    Comments are off for this post

     Jakarta (20/07)- ditengah kesibukan UAS yang tengah dilakukan oleh mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia, para dosen berkumpul untuk memepersiapkan kembali optimalisasi peran mengajar dalam lingkungan kampus. Dalam rangka optimalisasi tersebut, maka Universitas Al Azhar Indonesia berusaha meningkatkan peran dan kedudukan melalui kegiatan “Bimbingan Teknis” peningkatan kapasitas dosen yang diperuntukkan bagi Calon Dosen tetap dan Dosen tetap yang masih berstatus sebagai tenaga pengajar. Acara yang belangsung sejak kamis kemarin ini, diisi oleh berbagai narasumber yang mumpuni dibidangnya dari dalam kampus dan dihadiri oleh hampir seluruh dosen Universitas Al Azhar Indonesia. Dibuka langsung oleh rektor Universitas Al Azhar Indonesia Bapak. Prof. Dr. Ir Asep saefuddin M.Sc., acara yang berlangsung selama dua hari ini sangat membantu para dosen untuk mengoptimalisasikan fungsi dosen di era millenials.

    Seperti kita ketahui bersama, bahwa dalam Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan bahwa keduanya mempunyai fungsi, peran dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional dalam bidang pendidikan. Dalam hal ini, kedudukan dosen dalam pembangunan nasional secara tegas dinyatakan dalam pasal 3 ayat (1) bahwa dosen mempunyai kedudukan sebagai tenaga professional pada jenjang pendidikan tinggi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu, dosen juga berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran dosen sebagai agen pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta pengabdian masyarakat yang berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Dengan demikian, maka tugas, pokok dan fungsi serta kewajiban dosen melekat pada keprofesionalannya. Selain itu dosen juga berfungsi sebagai motivator dan inspiratory bagi mahasiswa maupun lingkup sekitarnya. Tentu aja ini bukanlah tugas biasa yang bisa begitu saja diemban dengan ringan.

    Selanjutnya, dalam rangka melaksanakan tugas, pokok dan fungsi sebagaimana tersebut di atas, maka dosen harus memiliki keahlian, kemahiran atau kecakapan yang memenuhi standar mutu dan norma-norma tertentu berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Materi ini dibawakan dengan terperinci oleh Dr. Agus Surono, SH, MH., dengan topik “Peran dan Kedudukan Dosen Menurut Hukum Positif Indonesia dikaitkan dengan Tri Dharma Perguruan tinggi dan Statuta Universitas Al Azhar Indonesia” Disisi lain, perkembangan sistem informasi saat ini mendorong para dosen untuk terus melakukan peningkatan kapasitas dirinya sebagai dosen dengan tetap mengedepankan sisi keprofesionalitas dan mampu bersaing tidak hanya dengan d dosen dalam negeri tetapi juga luar negeri. Dosen harus selalu meningkatkan kapasitas dirinya untuk selalu siap belajar, mencari ilmu, baik di dalam maupun luar negeri.

    Ditutup dengan materi yang dibawakan oleh ibu Rohita, S.Pd.,M.Pd, mengenai aspek pengabdian masyarakat dan HKI coaching proposal pengabdian masyarakat, acara ini dapat seutuhnya mengembalikan semangat, motivasi dan mendalami peran dosen khusunya dalam tingkat pendidikan Universitas dan lingkungan kampus. Semoga dengan diadakannya acara bimbingan teknis ini setiap dosen tetap maupun calon dosen tetap dapat terus meningkatkan kualitas dan beperan sesuai dengan keprofesionalitasan dosen yang telah ditetapkan, sehingga dapat memberikan manfaat yang luar biasa bagi kemajuan pembangunan nasional khusunya di era millennials ini.

    Continue Reading
  • Bimbingan Teknis Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) 3.0 dan Strategi Penyusunan

    20 July 2018
    400 Views
    Comments are off for this post

    Sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang mendapat kesempatan untuk pendampingan pengisian instrument APT versi 3.0 oleh BAN-PT, Universitas Al Azhar Indonesia mendapat kunjungan dari asessor BAN-PT yang dihadiri oleh Bapak Suharyadi Pancono, Dipl.EL.Ing.HTL,MT., dari Politeknik Manufaktur Bandung dan Staf Pendamping dari BAN-PT pada hari Kamis dan Jumat, tanggal 12-13 Juli 2018,

    Pada kegiatan tersebut, Bapak Suharyadi memberikan paparan tentang sistematika penyusunan APT 3.0 yang rencananya akan dilaunching pada bulan Oktober 2018. Pada prinsipnya akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT adalah untuk mengevaluasi dan menilai tata pamong (governance) dan tata kelola (management) dari suatu perguruan tinggi. Pengisian instrumen APT versi 3.0 merupakan uraian dan penjelasan mengenai operasional perguruan tinggi sesuai dengan siklus Penetapan-Pelaksanaan-Evaluasi-Pengendalian-Peningkatan (PPEPP) yang menggambarkan secara nyata penerapan SPMI di universitas dan upaya pencapaian berbagai target yang ditetapkan dalam rencana strategis perguruan tinggi.

    Dari kunjungan tersebut UAI mendapatkan banyak pengetahuan yang sangat berguna bagi Penyusunan Instrumen APT 3.0.

    Continue Reading
  •  Mengenal Dunia Kerja di Era Industri kreatif 2018

    12 July 2018
    1261 Views
    Comments are off for this post

     Jakarta (12/07)- Siang tadi Universitas Al Azhar Indonesia bersama dengan Program Studi Komunikasi mengadakan seminar peminatan yang bertajuk “Mengenal Dunia Kerja di Era Industri Kreatif 2018”. Seminar yang bertujuan untuk memberikan gambaran landscape dunia kerja sesuai dengan penjurusan di program studi komunikasi ini turut menghadirkan pembicara pembicara yang pakar dibidangnya. Seminar ini menghadirkan Janoe Arijanto (CEO of Dentsu One in Indonesia & Creative Director and Strategic Planner for Dentsu Indonesia) yang membawakan materi tentang perkembangan Industri Advertising, Suharjo Nugroho (Managing Director IMOGEN PR nd chairman of asosiasi pers PR Indonesia) dengan materi perkembangan dunia PR dan pembicara ketiga yang diisi oleh Ozzy Rifan (Head of Entertaiment Division PT. Media lintas Inti Nusantara and Media Content Company) yang  menjelaskan banyak hal mengenai dunia Broadcasting and New Media. Acara yang dimoderatori langsung oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Ibu Alma Mandjusri, SS., M.iKom ini juga dihadiri oleh dosen dosen tiap jurusan dari program studi ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia.

    “Ada tiga pilar yang akan mengubah dunia komunikasi : Technology, media/platform and content” ujar bapak Janoe Ariyanto membuka materi seminar. Menurut beliau dunia advertising kini sudah lekat dengan kemajuan teknologi IT yang ada. Kemunculan teknologi berpengaruh besar terhadap kemunculan media dan konten di dalamnya. Bahkan kini dalam dunia advertising kita mengenal User experience design and customer experience design yaitu sebuah program yang dibuat untuk menentukan konten yang tepat untuk masa kini. Program ini  sudah dilakukan semenjak dua tahun yang lalu oleh perusahaan advertising di seluruh dunia. Yaitu dengan melakukan sharing dengan customer, mengetahui apa yang diminati oleh customer sehingga mampu merancang apa apa yang dapat ditawarkan oleh produsen untuk customer. Program ini juga  digunakan untuk mengirim video, foto atau konten yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh customer, content dirancang dengan pola otomatisasi yang tak pernah berhenti dan disajikan dalam siklus yang sangat dinamis dan fleksibel. Dilanjutkan dengan kehadiran media/platform yang akan terus menciptakan konten konten yang semakin beragam, “crowd culture make a crowd content” ujarnya. beliau juga  memberikan contoh dengan kehadiran aplikasi “tik-tok” yang akhir akhir ini menjadi perbincangan di khalayak masyarakat. Disamping fitur berbasis musik yang disediakan oleh aplikasi tersebut, tanpa disadari tik-tok telah berhasil menggambarkan kultur masyarakat yang menggunakanya.

    Kemajuan industri advertising tentunya akan terus berkembang, fungsi dan bidang yang harus dikuasaipun kian beragam. Seperti pembacaan akan audience kini menjadi penting dalam dunia advertising dan merancang konten yang tidak interruptive menjadi kunci yang sangat dibutuhkan dalam industri periklanan.

    Beralih kedunia Public Relation,  Bapak Suharjo menjabarkan bagaimana meraih kesuksesan sebagai seorang PR “A succesfull PR campaign follows the same narative structure as epic film and fairy tales” ujar bapak jojo selaku pembicara yang mengenalkan banyak akan dunia Public Relation. Digital shifting di Indonesia, membuat pola konsumsi media digital pun lebih banyak dari sebelum sebelumnya. Survey yang dilakukan oleh IMOGEN terhadap 1000 konsumen, menghasilkan fakta keputusan membeli yang didominasi sebagian besarnya oleh sosial media. Lalu sejauh ini dengan perkembangan teknologi yang ada,  keahlian  apakah yang  dibutuhkan untuk masing masing PR ? “Creativity is a key skill for professional PR” jawab pak suharjo, beliau juga menjelaskan aspek yang paling dinilai kreativitasnya dalam sebuah campaign adalah storytelling dan  audio insight.

    Setelah berkelana dalam dunia Advertising dan Public Relation Ibu zzy Rifan hadir untuk memberikan materi akan Perkembangan industri media di era industri kreatif. Bekerja di dunia Broadcasting memiliki ranah unik yang berbeda dengan yang lainnya, selain tidak mudah bosan dapat dapat terus  memperbaharui informasi, Broadcasting juga dapat menjalin relasi dan tidak monoton. Pesan Ibu Ozzy adalah “ Tentukan pasion sebelum kalian memilih jurusan”. Karena menurut beliau Passion membantu setiap individu  untuk fokus dan bisa ahli dalam suatu bidang. Semangat inilah yang kelak akan membawa kita pada perkembangan yang positif dan kemuan kuat untuk terus belajar.

    Lalu cukupkan mahasiswa hanya belajar di kampus? Apa yang kita dapatkan di kampus tidak akan pernah cukup ujar Bapak Janoe Arijanto, mahasiswa dituntut  untuk aktif mencari, mengamati, mendengar dan mendiskusikan. Karena apa yang diberikan oleh kampus secara garis besar adalah teori lalu  pengayaannya  berada diluar kampus. “please, exploring!” Ujar beliau, menutup seminar peminatan yang sangat menarik ini.

    Continue Reading
  • Ajak Mahasiswa Melek Teknologi di Acara FORTEX 1.0

    9 July 2018
    912 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (03/07)- Teknologi kian melesat semakin canggih dan kemampuan sosial media yang berbasis internet pun semakin meningkat. Tak heran banyak generasi muda berlomba untuk menggunakan teknologi sebagai modal untuk berbisnis maupun berkarya. Melihat tingginya tingkat bisnis start up yang ada di Indonesia, menjadikan kampus dinilai perlu untuk mengkaji lebih jauh  khususnya dalam bidang sains dan teknologi.

    Selasa kemarin, Universitas Al Azhar Indonesia bersama fakultas sains dan teknologi khususnya Prodi Teknik Informatika mengadakan sebuah festival  FORTEX 1.0 (Informatics Exhibition) dengan tema “Grow and Envolve ith Technology for the Better Future”. Festival ini terdiri dari beberapa rangkaian acara termasuk seminar dengan tema yang sangat menarik yaitu “Social Start Up & Creativepreneur” yang dibuka secara gratis untuk seluruh mahasiswa maupun peserta yang hadir. Seminar ini sendiri turt mengundang Setiaji (Head of Jakarta Smart City), Senja Lazuardi (Head of IT Division at AR & Co) Fadjar Hutomo (Deputy Chairman of BEKRAF Indonesia) dan M. Deivito Dunggio (Lead Consultant INDODAX). Selain Seminar, acara ini juga mengadakan pameran lomba poster yang diikuti oleh mahasiswa degan tema “Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR) dan Internet of things (IOT). Dan kompetisi gaming yang sedang populer di kalangan generasi muda yaitu mobile legend.

    Setiap pembicara memiliki topik pembahasan yang sangat menarik ada Setiaji di sesi pertama yang hadir dengan topik “Impact Toward the Capital City” beliau menjelaskan bagaimana jakarta sebagai pusat pergerakan dan kemajuan teknologi di Indonesia mampu memberikan impact yang mencukupi bukan hanya untuk masyarakat Jakarta, tapi juga untuk masyarakat Indonesia. Dan pembicara kedua dengan topik “Growth of Bitcoin in Indonesia” yang dibawakan olek Deivito Dunggio, Senja lazuardi dengan topik “Technology Utillization in the field of Education” dan di sesi terakhir yang diisi oleh fadjar Hutomo dengan topik “The Rappid Growth of Start up Indonesia”

    Bertujuan untuk mengenalkan perkembangan dalam bidang teknologi untuk generasi muda agar dapat mempersiapkan diri untuk teknologi informasi yang lebih maju kedepannya. Seminar ini ditutup dengan sesi tanya jawab, penyerahan plakat dan pengumuman lomba pemenang kompetisi poster dan juga mobile legend. Semoga seminar seperti ini dapat terus memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dalam dunia sains dan teknologi.

    Continue Reading
  • Sehat di Dunia Nyata, Bijak di Dunia Maya di Seminar Nasional  Psikologi Universitas Al Azhar Indonesia

    8 July 2018
    302 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (02/07/18)- “Salah satu implikasi besar dari kemajuan teknologi adalah lahirnya media sosial berbasis internet” ujar bapak Eko Meinamo selaku salah satu pembicara dalam seminar. Mengusung tema yang selalu menarik untuk dibahas Program Studi Psikologi Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Sehat di Dunia Nyata, Bijak di Dunia Maya”. Menyadari pentingnya membangun kesadaran dan pola pikir yang sehat terhadap dampak yang ditimbulkan media sosial pada kesehatan mental dizaman ini, kampus dan mahasiswa sebagai pilar pendidikan dirasa perlu untuk mewadahi kembali topik permasalahan ini dalam sebuah seminar yang edukatif. Dihadiri oleh dekan, dosen dan para mahasiswa acara ini juga menghadirkan narsumber yang pakar dibidangnya yaitu Dr. Nova Riyanti yusuf Sp.KJ (persatuan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia), Pandu Padmanegara (Community, Social Media Strategist Club (SMSC)) dan Eko A Meinarno, S.Psi, M.Si (Dosen Psikologi Universitas Indonesia). Dimoderatori oleh Faza Fairusa Azzahra, S.Psi acara seminar ini berlangsung sangat aktif dan interaktif.

    Di abad ke-21 ini kecanggihan teknologi telah membawa masyarakat pada kecanggihan sosial media. Sosial media yang kini menjadi aspek penting dalam kehidupan sehari sehari telah berhasil membuat siklus baru terhadap perkembangan emosional dan kejiwaan masyarakat di dunia. Di Indonesia khususnya pada tahun 2016 penelitian mengungkapkan bahwa pengguna internet mencapai 132,7 juta dari total populasi 256,2 juta orang. Bahkan Indonesia mendapat peringkat pertama dalam penggunan smartphone di asia tenggara jika dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam. Tentu saja ini menjadi masalah yang cukup serius, melihat tingkat edukasi masyarakat indonesia akan konten dan penggunaan sosial media masih sangatlah rendah. Jika dulu masyarakat biasa menghabiskan hanya 1 jam untuk bermain smartphone maka masyarakat millenials saat ini menghabiskan 3 jam untuk bermain smartphone khususnya sosial media. Ini menyebabkan perubahan sosial dan sikap yang sangat drastis dimasyarakat pada umumnya.  Tentu saja masalah ini tidak akan terselesaikan jika hanya dilimpahkan kepada pemerintah, masyarakatlah yang harus tahu bagaimana menggunakan sosial media dengan baik dan bijak tentunya. Ada dua perilaku yang dapat membantu mengurangi dampak buruk sosial media bagi kesehatan jiwa, yaitu berpikir terbuka dan penerimaan yang baik.  kedua perilaku ini jika dapat ditanamkan dalam masing masing individu akan sangat membantu memperbaiki dampak sosial media pada kesehatan jiwa di Indonesia.

    Media sosial mempunyai kekuatan menjangkau banyak audiens dengan fitur yang bermanfaat. Perbaikan dampak sosial media sangat bisa dilakukan jika setiap individu bisa memulai dengan berbagi gagasan dan pengetahuan, membuat karya dan berkolaborasi untuk mengahasilkan konten yang positif. “kenali potensinya, pelajari teknisnya, sedekah konten positif” ujar kak Pandu Padmanegara.

    Pengenalan ini memiliki tujuan yang pada akhirnya remaja atau generasi millenials mempunyai karakteristik khusus yang secara prinsip memiliki modal agar tidak mudah mengekor atau sekedar mengirim informasi tanpa sumber yang jelas. Menurut Eko ada dua modal instrinsik dalam diri yakni kemampuan berfikir kritis dan nilai acuan. Berpikir kritis mengajak individu mengolah lebih dalam informasi yang diterima sedangkan nilai acuan menjadi dasar untuk mengevaluasi respon apa yang tepat. Ditutup dengan sesi tanya jawab, semoga seminar ini dapat mengedukasi lebih mahasiswa yang hadir terhadap dampak dunia digital terhadap kesehatan jiwa masyarakat Indonsia.

    Continue Reading
  • Seminar sehari Sastra Arab dengan pengajar dari Abdullah Bin Abdulaziz International Center for The Arabic Language

    5 July 2018
    271 Views
    Comments are off for this post

    Pada hari Kamis 4 Juli 2018, Prodi Sastra Arab telah menyelenggarakan acara Seminar Sehari/ Kuliah Umum tentang Kemampuan/Kemahiran Komunikasi Bahasa & Metode Penelitian di bidang Stilistika Arab. Acara tersebut diadakan atas kerjasama King Abdullah Bin Abdulaziz International Center for The Arabic Language (مركز ملك عبد الله بن عبد العزيز الدولي لخدمة اللغة العربية) dengan Persatuan Pengajar Bahasa Arab se Indonesia. Adapun dalam kunjungan perwakilan dari markaz malik Abdullah kali ini diselenggarakan di dua tempat; Jakarta & Malang. Sebagai anggota IMLA yang berada di Jakarta, Universitas Al Azhar Indonesia & Universitas Negeri Jakarta mendapatkan kehormatan untuk menyambut tamu dari markaz yang berjumlah 2 orang, yaitu:

    1. Muhammad Sa’eed Luwaimy Riyadh, Saudi Arabia
    2. Dr. Abdul Karied ibn Abd Al Kareem Riyadh, Saudi Arabia

    Peserta yang terlibat dalam acara ini adalah seluruh mahasiswa Bahasa Arab UAI, beberapa mahasiswa BPI, dan beberapa utusan dari Pondok Pesantren & anggota Imasasi (ikatan mahasiswa sastra arab se Indonesia)

    Continue Reading