• Universitas Al Azhar Indonesia Mengikuti Kegiatan Rapat Kerja Program Perberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Perguruan Tinggi

    4 April 2019
    1126 Views
    Comments are off for this post

     

    Jakarta ,April 2019

    Penanganan permasalahan narkoba tidak mungkin dapat dilakukan oleh pihak pemerintah saja  melainkan perlu adanya  partisipasi, keseriusan  serta komitmen seluruh komponen masyarakat, dengan ini diharapkan terciptanya ketahanan masyarakat/negara terhadap berbagai permasalahan yang ditimbulkan oleh narkoba.

    BNN (Badan Narkotika Nasional)  sebagai lembaga pemerintah non menteri yang diberi tugas untuk menangani  permasalah  narkoba di Indonesia  menyadari sepenuhnya, bahwa penghentian kejahatan narkotika  adalah  sebuah  upaya  yang  harus  dilakukan secara holistik. Oleh karenanya, BNN di samping melakukan berbagai upaya  ke dalam  juga melakukan berbagai upaya keluar  yaitu dengan menjalin kerjasama ke berbagai pihak (institusi, organisasi baik  didalam maupun diluar negeri)  dan salah satu Institusi  yang diharapkan   ikut  berperan aktif  adalah perguruan tinggi.

    Perguruan tinggi mempunyai peran penting dalam upaya P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), karena disanalah para generasi penerus bangsa ini berada, apalah jadinya ketika suatu  negara  generasinya kebanyakan menjadi pencandu narkoba,  untuk itu perlu adanya suatu upaya  agar perguruan tinggi  dapat memberikan kemudahan akses informasi P4GN, serta bagaimana perguruan tinggi bisa berperan untuk mewujudkan lingkungan kampus yang  bebas narkoba.

    Untuk melakukan Sinergitas, baru-baru ini BNN mengadakan kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di lingkungan  Perguruan Tinggi, acara yang mengambil tempat di Hotel Menara Paninsula  Jakarta pada  Rabu,2 April 2019 ini di hadiri oleh  beberapa perguruan tinggi (undangan)  yang ada di bawah LLDikti Wilayah III dimana salah satunya adalah dari Universitas Al Azhar Indonesia.

    Universitas Al Azhar Indonesia yang merupakan  bagian/anggota dari ARTIPENA (Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba), selalu berupaya  berperan aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh BNN dan  aktif dalam memberikan sosialisasi/edukasi kepada masyarakat  (terkait P4GN) dalam bentuk kegiatan-kegiatan  program terintegrasi seperti kegiatan pengabdian masyarakat/ KKN dan sebagainya, juga berperan aktif  menciptakan kondisi lingkungan kampus bebas narkoba dan memberikan  kontribusi nyata kepada Sivitas Akademika  dan masyarakat pada umumnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya penyalahgunaan narkoba.

    Adapun yang menjadi narasumber  pada  acara ini adalah   Brigjen (Pol) Drs. Mohammad Jupri,MM (Direktur Peran Serta Masyarakat BNN), Prof. Dr. Illah Sailah,MS. (Kepala LLDikti Wilayah III), Ir. Zaenal Arifin   MT (Ketua Pelaksana Artipena)  dan sebagai Moderator   Agus Sutanto, SE, M.SI (Kepala Sub Dit Lingkungan Pendidikan BNN Pusat).

    Brigjen (Pol)  Mohammad Jupri  dalam kesempatannya menyampaikan bahwa perlu adanya upaya sistematis  dan komitmen bersama  di lingkungan pendidikan  (dalam bentuk kebijakan  strategis)  dalam upaya menekan  tingkat  prevalensi  penyalahgunaan  narkoba di tingkat pelajar/mahasiswa dimana  sekarang ini  sudah mencapai  3,21% atau sejumlah 2.297.492 orang dari 15.440.000 orang.

    Lebih  jauh  beliau menyampaikan  ada beberapa komponen penting  peran pendidikan dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan   pendidikan, diantaranya :

    • Menyediakan kerangka kerja bagi perencanaan, pengimplementasian dan pengevaluasian dalam upaya pencegahan dan pengurangan penyalahgunaan drugs (termasuk alkohol dan rokok)
    • Menyediakan lingkungan fisik dan sosial bagi pengembangan kesehatan siswa/mahasiswa berkaitan dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai sesuai dengan jenjang pendidikan
    • Membantu siswa/mahasiswa berperilaku (skills-based drug education) dan menciptakan kondisi yang sehat bagi siswa/mahasiswa
    • Sekolah/kampus berperan dalam membentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan yang diperlukan remaja dalam memilih dan mengambil keputusan
    • Pencegahan obat-obtan di sekolah/kampus dalam kurikulum ataupun kegiatan ekstrakurikuler
    • Kebijakan yang jelas dan konsisten berlaku bagi siswa/mahasiswa, guru/dosen dan semua personil di lingkungan sekolah/kampus  dalam upaya mengatasi penyalahgunaan narkoba
    • Menyelenggarakan program bantuan/ pendukung anak-anak sejak TK sampai dengan mahasiswa diantaranya kerja bakti sosial, keterampilan, konselling, dll

    Pada sessi kedua materi , bu Illah  Sailah (kepala LLDikti Wilayah III) dalam paparannya menyampaikan :

    Sebenarnya sudah banyak yg dilakukan perguruan tinggi terkait upaya P4GN dan beliau menekankan agar perguruan tinggi harus  senantiasa peduli dengan adanya bahaya narkoba , hal ini bisa dilakukan dengan berbagai  cara  seperti  melalui proses penerimaan mahasiswa baru (dengan melakukan kegiatan test urine) atau  hal lain yang sudah dilakukan oleh beberapa  perguruan tinggi (berdasarkan pengalaman/sukses story dalam upaya P4GN di lingkungan kampusnya)

    Kenapa kita harus sangat  peduli? hal ini agar kita bisa menjaga  generasi kedepan tidak menjadi generasi yang loyo (akibat narkoba),dan  sesuai dengan tujuan pendidikan, kita diminta untuk menghasilkan  lulusan yang kompeten   dan  memiliki kemampuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,  dan untuk mencapai tujuan ini kita perlu menjaga generasi kita dari penyalahgunaan narkoba dimana sekarang ini sangat  bervariasi dalam ketersediaan/mengkonsumsinya, misalnya  melalui permen, rokok  : seperti pada tembakau gorilla, gambar  tempel ke badan yang biasa digunakan anak-anak  dimana gambar tempel ini  mengeluarkan aroma wangi  khas tersendiri yang disukai oleh anak-anak (memberikan efek) dan dalam bentuk lainnya yang dibuat oleh  pihak luar untuk membuat generasi kita menjadi rusak.

    Beliau menambahkan,  secara umum  penyalahgunaan narkoba terjadi  karena beberapa faktor  seperti dari rasa keingintahuan , teman menggunakan, supaya merasa lebih nyaman , untuk merayakan sesuatu (setelah mereka sukses/berhasil, misal : setelah di wisuda dsb.), untuk  itu di harapkan  dalam  mengantisipasi  permasalahan  pemakaian narkoba pada mahasiswa, dosen diharapkan mempunyai tugas tambahan sebagai konselor untuk mahasiswanya  yang mempunyai masalah dalam proses belajar di kampus  dan dosen diharapkan selalu melakukan  pendampingan pada kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.

    Dalam sesi akhir materi, pak Zaenal  Arifin (DPP Artipena) selain memperkenalkan keberadaan ARTIPENA,  beliau menghimbau kepada   seluruh perguruan tinggi yang hadir di acara ini agar bisa bergabung  ke dalam  ARTIPENA  yaitu  wadah relawan penggiat anti penyalahgunaan  narkoba perguruan tinggi se-Indonesia  dan  diharapkan nantinya bisa  berperan aktif  didalam menggerakkan kemandirian perguruan  tinggi dalam membentuk penggiat anti narkoba yang berkomitmen terhadap P4GN di lingkungan kampusnya  masing-masing, sehingga di  kampus  akan  tumbuh kepedulian  dan kemandirian Sivitas  Akademika  terhadap program P4GN; terbentuknya lembaga dan SDM (Task Force) yang berkualitas dalam melaksanakan program P4GN;Berkembangnya minat bakat  dan kreatifitas  Sivitas  Akademika di bidang P4GN melalui program kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, dimana semua  ini sesuai dengan tujuan capaian dari Artipena itu sendiri.

    Ahhirnya dengan kegiatan raker bersama ini diharapkan terciptanya kemandirian perguruan tinggi  dalam upaya P4GN , dimana perguruan tinggi harus  senantiasa  melakukan kegiatan-kegiatan yang efektif  dalam upaya pencegahan  bahaya narkoba di lingkungan kampus  seperti dalam bentuk  ceramah agama,bimbingan konseling , penyuluhan.. dll., dan berharap untuk bisa  melakukan semua ini agar perguruan tInggi  bisa berkolaborasi  dengan BNN (pusat, daerah), kepolisian,  unit kesehatan (rumah sakit , poliklinik, puskesmas dsb), tokoh/ lembaga masyarakat, UKM-UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang  bermanfaat.

    Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk  mendidik  mahasiswa agar berhasil menyelesaikan studinya dan tentunya kita akan merasa malu bilamana ada  mahasiswa yang gagal karena terlibat narkoba.

    (Muhammad Rusdi)

    Continue Reading
  • ASEM Day 2019, Promoting The Role of Youth in ASEM

    28 March 2019
    890 Views
    Comments are off for this post

    Rabu (27/3) – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bekerjasama dengan Program Studi Hubungan Internasioanal dan Program Studi Bahasa Inggris Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mengadakan acara Asian European Meeting Day (ASEM Day). Acara ini dibuat dalam rangka merayakan hari ulang tahun ASEM yang jatuh pada tanggal 1 Maret 2018. Adapun acara tersebut terbagi dalam 2 kategori, yaitu Cultural and Performance Exhibition dan Talkshow interaktif. Cultural and Performance Exhibition menjadi acara pembuka pada kesempatan kali ini. Tercatat sebanyak 19 negara membuka stand dengan berbagai kuis interaktif yang membuat acara semakin semarak. Bahkan, 3 negara yaitu Vietnam, Korea Selatan, dan India menampilkan kesenian tradisional masing-masing. Tidak lupa, sebagian besar negara peserta membawa makanan khas yang dibagikan secara gratis kepada ratusan mahasiswa yang datang memenuhi lobi UAI.

    Selanjutnya, Talkshow interaktif menampilkan beberapa tokoh internasional, seperti Bapak Masni Eriza selaku Direktur Kerjasama Intra Kawasan dan Antar Kawasan Amerika dan Eropa yang sekaligus memberikan keynote speech yang menggugah, khususnya bagi para pemuda-pemudi penerus Bangsa. Kemudian para pembicara pun juga tidak kalah menarik, pada ASEM Day tahun ini menghadirkan H.E. Mr. Karsten Warnecke (Direktur Eksekutif Asia Europe Foundation), H.E. Mr. Vincent Guerend (Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam), Vania Santoso (Partisipan dari Indonesia pada Pertemuan Puncak Pemimpin Muda ASEF 2018), dan Yasmi Adriansyah, Ph.D (Dosen Program Studi Hubungan Internasional UAI). Adapun tema talkshow sangat menarik bagi kaum milenial, yaitu bagaimana mempromosikan peran pemuda dalam ASEM. Bagaimana pemuda didorong untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai forum internasional, termasuk ASEM, dan menjadi salah satu agen perubahan. “I believe connectivity will be highly recommended to make a big partnerships, not necessarily big partnerships but enough to create extraordinary collaboration among the younger generation” ujar Vania, sebagai salah satu participant dari Indonesia di Asef 2018. Keberadaan Vania dalam acara berskala Internasional ini tentu merupakan sebuah pencapaian yang excellent and great example tambah Pak Yasmi menanggapi cerita pengalaman Vania selama menjadi partisipan. Ia juga menjadi inspirasi sendiri bagi setiap generasi muda untuk terus memberikan kontribusi pada dunia dalam mengenalkan Indonesia.

    Dengan hadirnya pemuda dalam forum internasional diharapkan dapat mewujudkan jejaring yang luas dan bermanfaat bagi sesama yang selama ini masih menemui sedikit hambatan. Mr. Vincent Dalam pembahasannya di sesi terakhir sebelum sesi tanya jawab menegaskan kembali bahwa siapapun dapat ikut bergabung bersama ASEM kedepanya. Yang harus ditanamkan disetiap generasi muda adalah bahwa ASEM bukanlah organisasi internasional yang tidak mungkin diikuti oleh banyak orang. ASEM adalah wadah untuk mengumpulkan generasi muda berbakat dan bertalenta dan mengkoneksikannya satu sama lain, sehingga dapat bersama berdiskusi memecahkan isu internasional yang ada.

    Dengan hadirnya kegiatan ASEM Day tahun ini di UAI, diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi kaum milenial atau pemuda untuk lebih berpartisipasi dan berkontribusi dalam lingkup internasional.

    Continue Reading
  • Millenial Belajar Finansial Bersama Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK)

    23 March 2019
    420 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (23/03)- Generasi millennials adalah generasi yang dinamis. Generasi ini sangat adaptif dan cepat sekali belajar karena ikut tumbuh beriringan dengan kemajuan teknologi. Banyak dari mereka yang sudah memiliki penghasilan di usia muda dengan berbagai keterampilan dan kemampuan yang mereka miliki. Namun, jauh dibelakang itu tak semuanya mengerti bagaimana mengelola uang yang mereka miliki. Mengatur keuangan hasil usaha maupun pribadi memiliki struktur dan cara yang cukup berbeda. Jika menghasilkan uang adalah usaha yang cukup mengasah keringat, maka mengatur keuangan adalah usaha yang cukup membutuhkan tekad yang ulet. Demi mengatasi masalah yang mulai mengakar di tiap generasi muda ini, timbul inisiatif dari Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) yang bekerjasama dengan Cognitio untuk membuat seminar yang membahas mengenai “Financial Planning for Millenials”. Acara yang diselenggarakan sabtu kemarin ini juga turut mengundang Certified Financial Planner, Metta Anggriani dan Learning & Development Specialist, Denny Firmanto sebagai pembicara acara.

    Dibuka oleh Mas Denny sebagai pembicara pertama, beliau mengenalkan banyak bagaimana menciptakan dan mewujudkan sebuah goals dalam kehidupan. Generasi millenialas adalah generasi yang kini berada dalam masa yang sangat produktif untuk berkarya, maka tak heran semangat dan kreatifitasnya sangat tinggi dan tentunya patut diapresiasi. Namun ternyata membuat sebuah goals sehingga nantinya bisa diwujudkan juga memiliki strategi tersendiri. Menurut Mas Denny ada 5 point penting yang harus diperhatikan dalam membentuk sebuah goals, yaitu SMART (smart, measurable, achievable, relevant, timely). Yaitu, dimana sebuah goals harus diciptakan dengan memiliki spesifikasi bagaimana dan dimana goals itu akan terwujudkan nantinya serta terukur (measurable) seberapa besar, dan dengan usaha seperti apa kelak kita akan mewujudkannya. Achievable, karena sejauh ini kitalah yang memahami kemampuan dan kapasitas diri kita, membuat goals yang sesuai dengan kemampuan kita akan lebih mempermudah terwujudnya goals tersebut. Dan dilengkapi dengan dua point terakhir yaitu Relevant dan Timely juga satu hal yang tak kalah penting yaitu doa. “set your goals as smart as you can” ujarnya kepada mahasiswa yang hadir.

    Berbicara mengenai goals, tentunya harus ada finansial yang sehat dibelakangnya. Setelah membahas bagaimana menciptakan goals yang baik, Kak Meta sebagai Certified Financial Planner akan menjabarkan bagaimana menciptakan finansial yang baik untuk tercapainya produktifitas yang baik pula. Pada sesi inilah segala keresahan mengenai finansial dikupas tuntas. Membahas apa yang perlu millennials persiapkan sejak dini, bagaimana mengatur pengeluaran sehari sehari hingga diajak melek soal investasi. Berlangsung dengan sangat aktif dan interaktif semoga acara ini dapat memberikan inspirasi dan motivasi untuk memperbaiki kondisi finansial millennials masa kini.

    Continue Reading
  • Pembukaan Program Studi baru PAI (Pendidikan Agama Islam) Universitas Al Azhar Indonesia

    20 March 2019
    381 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (20/03)- Bidang Islamic Edupreneur merupakan bagian tak terpisahkan dari kebutuhan umat islam dalam urusan pengembangan dan pengelolaan pendidikan, oleh karena itu Universitas Al Azhar Indonesia membuka kembali Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk seluruh generasi  muda dari berbagai penjuru daerah. Kegiatan launching Pendidikan Agama Islam ini mengusung tema, “Islamic Education (PAI): Preparing the Future of Indonesian Generation with Islamic Edupreneurial Competencies”. Dengan tema tersebut, Program Studi Pendidikan Agama Islam berusaha untuk memperkenalkan perkembangan ilmu pendidikan Islam terhadap generasi milenial yang siap menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 di era digital. Acara ini juga disertai Orasi Ilmiah Program Studi Pendidikan Agama Islam, dengan tema: Islamic Education (PAI) Preparing the Future of Indonesian Generation with Islamic Edupreneurial Competencies, dengan narasumber sebagai berikut: Keynote speech: Prof. Dr. Phil H. Kamaruddin Amin, M.A. (Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI); Orasi Ilmiah: Prof. Andi Faisal Bakti, MA. Ph.D. (Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah)

    “Perguruan tinggi, tanpa didasari dengan dasar yang kuat dari sisi keagamaan justru akan menimbulkan kekhawatiran, akan dibawa kemanakah Universitas ini kedepannya? maka kelahiran prodi ini, merupakan sesuatu yang sangat sangat urgent, oleh karena itu kita bersama harus mempersiapkan dengan sebaik baiknya” ujar Rektor Universitas Al Azhar Indonesia ketika memberikan sambutan. Program Studi Pendidikan Agama islam ini merupakan Prodi ke-3 yang telah resmi dibuka di awal tahun 2019. Menurut beliau kehadiran Prodi PAI sangatlah penting bagi kemajuan kampus kedepannya. Ibarat pohon, maka Prodi PAI merupakan akar yang akan terus menjaga nilai nilai yang ada didalam kampus. Berbeda dengan Bapak Dr. Ir Ahmad H. Lubis, M.Sc. yang mengibaratkan Proram Studi PAI sebagai sebuah bentuk keridhoan Allah SWT atas berdirinya kampus yang belandaskan nilai nilai islam ini.

    Kehadiran sumber daya dosen dan tenaga pengajar yang mumpuni juga menjadikan salah satu alasan mengapa generasi muda harus melanjutkan studinya di Universitas Al Azhar Indonesia khususnya di Program Studi Pendidikan Agama Islam. Dalam proses belajar mengajar di Prodi PAI, para mahasiswa akan memiliki keterampilan mengajar dengan beragam strategi serta desain pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Selain itu, mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif untuk pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kurikulum PAI didesain untuk pengembangan ilmu pengetahuan ke area yang lebih luas lagi, termasuk mendapatkan sentuhan Islamic Edupreneur.

    Program Studi Gizi, Program Studi Teknologi Pangan dan Program Studi Pendidikan Agama Islam  yang ketiganya telah resmi dibuka awal tahun ini, merupakan suatu langkah baru bagi Universitas AL Azhar Indonesia untuk terus mengembangkan sayapnya ke seluruh penjuru di Indonesia, mengenalkan edukasi yang berimbang antara agama dan ilmu pengetahuan bagi seluruh generasi muda sebagai masa depan bangsa. Diakhiri dengan pemotongan pita oleh : Pak Ir. Ahmad Lubis, Msc (Pengurus YPI), Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc (Rektor UAI), Pak Dr. Zirmansyah (Dekan FPsP UAI), Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin (Dirjen Pendis Kemenag RI) dan Dr. Sururin (Dekan FITK UIN Jakarta) Semoga Unversitas Al Azhar Indonesia dapat terus mengembangkan sayapnya, mengokohkan akar dan kakinya untuk terus menjadi kampus kebanggaan masyarakat Indonesia.

    Continue Reading
  • Pemenang Lomba Infografis dan Video Dalam Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Terapan

    19 March 2019
    209 Views
    Comments are off for this post

    Literasi Komputasi merupakan salah satu Mata Kuliah Umum tingkat Universitas yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa di Universitas Al Azhar Indonesia. Mata kuliah ini pada awalnya bernama Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Terapan, dan menjadi wajib dikarenakan Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan salah satu dari 7 Elemen Dasar UAI. Pengembangan kurikulum yang baru berbasis KKNI mengharuskan mahasiswa untuk memiliki kemampuan dan konsep yang baik mengenai Teknologi dan Informasi yang tentunya tidak jauh dari Komputer. Hal ini yang mendasari Pergantian nama menjadi Literasi Komputasi.
    Pada mata kuliah Literasi Komputasi ini, mahasiswa tidak hanya diajarkan bagaimana menggunakan teknologi yang sudah ada, tapi juga dilatih untuk berpikir secara komputasi untuk menyelesaikan permasalahan dan mencipatakan produk-produk literasi komputasi. Sebagai luaran dari mata kuliah ini, mahasiswa diharuskan membuat Infografis dan Video Animasi dengan tema yang telah ditentukan, dan dilombakan di tingkat Universitas. Tema untuk lomba semester Ganjil 2018/2019 adalah Narkoba, 7 elemen dasar dan Tata Cara Berpakaian Mahasiswa UAI.
    Tahapan seleksi diawali dengan Seleksi kelas, dimana setiap dosen memilih 3 infografis dan video animasi terbaik, kemudian dikumpulkan di tingkat universitas. Tahapan berikutnya adalah seleksi 5 terbaik, yang dipilih oleh semua dosen pengmapu mata kuliah Literasi Komputasi. Tahap akhir adalah penentuan 3 terbaik, yang dipilih oleh Koordinator Mata Kuliah Literasi Komputasi, Ketua PII MKU dan Humas UAI. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah untuk Semester Genap 2017/2018 dan Ganjil 2018/2019 telah dilaksanakan pada hari Selasa/ 19 Maret 2019. Berikut pemenang Infografis dan Video Animasi untuk Semester Genap 2017/2018 dan Ganjil 2018/2019. Berikut pemenang Infografis dan video animasi untuk Semester Genap 2017/2018:
    – Peringkat I Infografis dimenangkan oleh kelompok Anindya Aprilia Putri, Ave Zahira, Fajar Ramadhan dari kelas KM16C
    – Peringkat II Infografis dimenangkan oleh kelompok Bayu Wima Nugraha, Shendy Aditya, dari kelas PI18C
    – Peringkat I Video Animasi dimenangkan oleh kelompok Azmi Haris, Dejan Restu, Putra Subadi, Ringga Pradia, dari kelas KM16E
    Semester Ganjil 2018/2019:
    – Peringkat I Infografis dimenangkan oleh Ibu Cucun Cunia Komara dari kelas PG18B
    – Peringkat II Infografis dimenangkan oleh Hasmi Syabila dari kelas PI18D
    – Peringkat I Video Animasi dimenangkan oleh Hasmi Syabila dari kelas PI18D
    – Peringkat II Video Animasi dimenangkan oleh Nadira Rifdayanti dari kelas HI18F
    Infografis dan Video animasi yang terpilih telah ditayangkan di TV-TV UAI dan juga dapat dilihat di Youtube TIK UAI. Melalui lomba ini, diharapkan dapat memberikan motivasi dan kesungguhan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan dan juga untuk melihat minat dan bakat mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan desain dan teknologi informasi dan komunikasi. Selamat kepada para pemenang dan semoga dapat menghasilkan karya-karya berikutnya.

    Continue Reading
  • Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia Mengikuti Kegiatan KKN Tematik Citarum Harum (Program Kemenristek Dikti)

    26 February 2019
    2034 Views
    Comments are off for this post

    Pada Tanggal 19 s/d 22 February 2019, Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia mengikuti kegiatan KKN Tematik Citarum Harum di Desa Amansari – Kecamatan Rengas Dengklok-Kabupaten Karawang, KKN tematik Citarum Harum adalah program yang diluncurkan oleh Kemenristek Dikti yang melibatkan perguruan tinggi se-Jawa Barat dan DKI Jakarta. Program kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk KKN (Kuliah Kerja Nyata) ini dimaksudkan untuk mendukung program pelestarian lingkungan hidup di wilayah Jawa Barat terutama di bantaran sungai Citarum. Kegiatan ini diharapkan bisa membantu mengatasi permasalahan masyarakat yang tinggal di daerah sungai Citarum dan membantu pendampingan dalam peningkatan kualitas hidup masayarakat disana.

    Kegiatan KKN tematik Citarum Harum Kopertis wilayah III Jakarta dibagi menjadi beberapa sektor (Sektor 16,17,18,19,20) dan di ikuti oleh 40 PTS di lingkungan KOPWIL III Jakarta. Universitas Al Azhar Indonesia merupakan bagian dari Sektor 20, dan di sektor ini ada 3 Pilar bidang kegiatan yaitu Bidang Pengolahan Sampah , Bidang Industri Kreatif dan Bidang Kesehatan, adapun program bidang Kesehatan yang baru saja diadakan di Desa Amansari kemarin (19-22 Februari 2019) oleh mahasiswa dari beberapa Institusi/ perguran Tinggi yang terlibat didalamnya meliputi beberapa kegiatan diantaranya adalah Program Pencegahan Penyalahangunaan Napza (UAI) , Edukasi literasi sekolah & PHBS (UKRIDA), Pemeriksaan Gizi (I3L), Pemeriksaan mata (ARO Leprindo) , Psikoedukasi (UNTAR), Pemeriksaan gigi dan umum (Moestopo Beragama), Pemeriksaan kesehatan Dimensia & Manajemen Stress (Stikes Tarumanagara),Program PHBS, penyuluhuan Gigi dan Sikat Gigi bersama (FKG YARSI), Pemeriksaan Gizi & Edukasi Anti Bullying ( Politeknik Karya Husada) dan semua kegiatan diatas mengambil 4 (empat) tempat kegiatan yaitu SDN Amansari 2, SMK 1 Rengas Dengklok, SMPN 3 Amansari dan Posbindu/Puskesmas Amansari.

    Universitas Al Azhar Indonesia dalam kesempatan pertama ini mengirim 2 (dua) perwakilan Mahasiswanya dan 1 (satu) orang Dosen Pedamping Lapangan, Adapun mahasiswa tersebut adalah Ayu Dhiya Gusmiarti dan Ega Pratama, keduanya berasal dari Prodi Hubungan Internasional (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Kegiatan KKN Citarum bidang kesehatan Sektor 20 di Desa Amansari ini dibuka oleh Kepala Desa Amansari Bapak H. Hanafi dan dihadiri oleh pejabat RW/RT Setempat , kepala sekolah dan guru-guru SDN Amansari 2, Dosen Pendamping Lapangan dan Mahasiswa dari Institusi / perguruan Tinggi yang terlibat didalam kegiatan KKN ini.

    Banyak sekali manfaat dan pengalaman-pengalaman yang didapatkan dari peserta KKN Citarum Harum dalam mengikuti kegiatan ini, belajar tentang arti sebuah kebersamaan (bekerja sama dan tolong menolong), dapat membangun kerjasama team dengan baik dengan teman-teman dari perguruan Tinggi lain, belajar menjadi seorang pemimpin, belajar berinteraksi dengan masyarakat/warga, belajar berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu di depan publik, belajar menghargai orang lain , wawasan dan pengetahuan mereka bertambah dari ilmu yang di implementasikan oleh para peserta KKN sesuai dengan bidang program masing-masing, belajar disiplin karena disana mereka terbiasa untuk mengikuti semua proses kegiatan yang sudah di programkan dengan waktu-waktu yang terlah ditetapkan.
    Akhirnya , diharapkan kegiatan ini bisa menjadi ladang amal kebaikan bagi kita semua dalam upaya meningkatkan kesadaran warga masyarakat daerah aliran sungai Citarum untuk hidup sehat, hidup bahagia dan hidup sejahtera. (Muhammad Rusdi)

    Continue Reading
  • Enterpreneurship & Innovation in The Era of Industry 4.0: The Korea Experiences Executive Lecture Al Azhar Indonesia University

    23 February 2019
    560 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (22/02)- Jum’at kemarin, Universitas Al Azhar Indonesia kedatangan tamu dari Korea Selatan. Tamu yang berasal dari  Former Ministry of SME South Korea (Kementerian Usaha Kecil dan Menengah dan Startup Korea Selatan) ini, akan mengisi sesi “Executive Lecture” yang rutin di gelar oleh Direktorat Manajemen Inovasi & Program UAI yang bisa diikuti mahasiswa, dosen hingga masyarakat. Executive Lecture yang membahas mengenai “Enterpreneurship & Innovation in The Era of Industry 4.0: The Korea Experiences” Ini selain diisi oleh  Prof. Young Soup Joo Ph.D (Distinguished Professor Korea University Chairman, Korea ICT Convergence Network Former SME Minister, Korea) juga diisi oleh  dua  executive lectures lainnya yakni Hermawan Kartajaya (Chairman ICSB Indonesia) dan Dr. Jacky Mussry (President ICSB Indonesia). Executive Lecture kali ini membahas banyak mengenai perkembangan Industri 4.0 dan inovasi teknologi yang digunakan khususnya di Korea Selatan serta bagaimana masyarakat membentuk paradigma terhadap industri manufaktur yang ada.

    Menurut Prof. Young Soup Joo ada beberapa hal yang menjadi  dampak dari perubahan industry 4.0. Contohnya, jika dulu perusahaan menciptakan produk untuk menghasilkan permintaan (demand) maka yang terjadi di Industri masa kini adalah permintaan dan kebutuhan masyarakatlah yang akan menarik sebuah perusahaan untuk menciptakan produk. Begitu juga dengan konsep industri yang menganggap produksi besar akan menciptakan konsumen besar, kini konsep produksi lebih pada customized production and  consumption yaitu produk yang di produksi lebih menyesuaikan kebutuhan konsumen yang ada.

    in the 4th Industri era, Collaboration and Innovation will be the key to success” ujar beliau. Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih dan kebutuhan konsumen yang kian beragam menjadikan kolaborasi dan inovasi adalah dua kunci utama untuk bertahan dan maju di indusrti masa kini. Kolaborasi secara tidak langsung juga dapat memudahkan tiap industri untuk memperoleh data dan memangkas biaya produksi. Dalam seminar ini Prof. Young menegaskan bahwa dengan strategi industry 4.0 yang telah diterapkan di Korea Selatan dapat menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu partner bisnis yang mumpuni bagi Indonesia kedepanya. Banyak kolaborasi yang dapat dilakukan dalam bidang ekonomi, sosial, edukasi maupun teknologi yang dapat dijadikan kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan kedepannya. Ditutup dengan foto bersama dan pemberian cinderamata, acara Executive Lecture ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman lebih kepada peserta yang hadir mengenai perkembangan industri masa kini.

    Continue Reading
  • Dean Faculty of Science & Technology UAI visited Khazar University, Azerbaijan

    22 February 2019
    700 Views
    Comments are off for this post

    It is getting smaller! The word we live in today.  Advancement in information, communication and transportation technologies have connected people from different cultures and countries at an unprecedented speed. In the scientific world, these favor the opportunities to establish collaboration among scientists from different parts of the world.  In the spirit of enhancing international cooperation, and promoting Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Dean Faculty of  Science and Technology (FST), Dr. Hidayat Yorianta Sasaerila visited Khazar University of Azerbaijan. He was warmly greeted by the Vice-Rector for Research, Dr. Irada Khalilova and Dr. Javid Ojaghi, a geneticist and member of the Azerbaijan National Academy of Sciences, and a Ph.D. student Ms. Moozhan Serpoush.  Dean Hidayat also met with the Director of International Office of Khazar University, Ms. Turan Jafarova, where a draft of MoU was discussed.

    Several potential collaborations between UAI and Khazar University were discussed at the meeting, includes: Student exchange programs, faculty/staff exchange programs, visiting scholars/tutors,  cultural exchange programs, cooperative/collaborative research projects, cooperative (joint and double) degree programs, cooperative and exchange lecturing plans and lecture contents, conferences and seminars; and academic supervision of graduate/post-graduate students.

    Khazar University is the first private university not only in Azerbaijan, but also in Eastern Europe, the Caucasus and Central Asia, and the first university in Azerbaijan to use English as the language of instruction.  Khazar University is the first university in Azerbaijan to adopt Western-style, research-oriented university, with four schools, i.e., School of Science and Engineering, School of Economics and Management; School of Humanities and Social Sciences; and School of Education.

    Departments under the School of Science and Engineering include Life Science, Computer Sciences, Civil Engineering, Electrical Engineering, Electrical and Telecommunications, Chemical Engineering, Biomedical Engineering, Design, Functional Analysis, etc.

    Located at the beautiful city of Baku, the city where Europe and Asia merged into one, Khazar University has about 2300 students, with more than 150 international students, including some Indonesian students.  For more information on Khazar University, please see www. Khazar.org, and make sure to check out a video clip about this university.  Also, does anyone know that there is a university course of Bahasa Indonesia offered in Azerbaijan?

    Note: This trip did not use funding from UAI or the government.

    Continue Reading
  • Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Millenial  

    15 February 2019
    969 Views
    Comments are off for this post

     

    Jakarta (14/02) – Semakin berkembangnya teknologi dan zaman, tak dipungkiri menyebabkan berubahnya pola Pendidikan yang dialami oleh anak anak masa kini. Perubahan kurikulum dan metode Pendidikan yang kian beragam diterapkan di berbagai sekolah menyebabkan adanya fenomena baru dalam proses Pendidikan anak di rumah maupun di sekolah. Maraknya kekerasan, bullying maupun mental psychology anak-anak di lingkungannya menjadikan hal ini menarik untuk di diskusikan. Oleh karena itu, kemarin Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia menggelar Seminar Nasional dan Talkshow yang bertajuk “Tantangan dan Solusi Pendidikan di Era Millenial”. Seminar yang membahas tentang pola Pendidikan anak di rumah maupun di sekolah ini, turut mengundang beberapa pakar yang ahli dibidangnya masing masing yaitu : Prof. Hui-Hua Chen (Department of Early Childhood Education, Dong Hwa University, Taiwan) sebagai Keynote Speaker dengan tema “Keterlibatan Keluarga Dalam Pendidikan Millenial”, Dr. Seto Mulyadi, S.Psi.,Msi (Psikolog anak dan Dosen Psikologi Universitas Gunadarma) dengan tema “Mendidik Anank di Era Millenial” dan Dr. Zirmanysah (Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan UAI) yang akan membawakan tema “Bagaimana Riset Menjawab Permasalahan Pendidikan”. Selain diisi dengan berbagai materi yang menarik, diadakan juga penandatanaganan MOU Universitas Al Azhar Indonesia dengan National Dong Hwa University. Dibuka langsung oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, besar harapan acara ini dapat menambah motivasi dan inspirasi seluruh peserta yang hadir dalam memperbaiki cara mendidik anak anak generasi millennials.

    Menuju pembicara pertama, hadir Dr. Seto Mulyadi, beliau yang kerap disapa Kak Seto ini membawakan materi menggunakan konsep dongeng yang juga merupakan salah satu ciri khas yang tak bisa lepas dari sosok yang sejak lama sudah menjadi inspirasi khususnya dalam penerapan Pendidikan yang efektif bagi anak. Menurut beliau, penerapan status bahwa anak harus cerdas dalam kelas bukanlah sesuatu yang dapat menjamin tumbuh kembang anak yang baik “Cerdas itu spektrumnya luas, bukan hanya matematika, IPA ataupun Kimia” ujar beliau. Sedangkan banyak ditemui masa kini, para orangtua seringkali salah kaprah dalam mendefinisikan cerdas yang sesungguhnya. Bahwa mendidik anak tidak harus terpaku pada kurikulum pelajaran sekolah yang kerap mengesampingkan hak anak dalam belajar. Karena semua anak pada dasarnya sangatlah cerdas pada bidang yang berbeda. Jika kecerdasannya setiap anak dapat dihargai, maka sang anak tentunya dapat berkembang dengan baik pula.

    “Kurikulum di Indonesia terlalu padat, dimana kurikulum Pendidikan kurang berpihak pada hak anak untuk belajar” imbuh beliau saat menjelaskan kondisi lingkungan belajar anak di era millennial. Menurut beliay terlalu banyak waktu yang dihabiskan dalam mengejar nilai, sehingga tidak ada waktu yang tersisa untuk mendalami hobi, maupun hal-hal yang mereka sukai. “Karena pada dasarnya semua anak suka belajar, maka belajar yang efektif adalah belajar dengan suasana hati yang gembira” ujar Kak Seto. Disambung dengan pemateri selanjutnya Dr. Zirmansyah yang juga merupakan Dekan fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia ini, beliau membahas lebih bagaimana teknologi dan sumber daya yang telah disiapkan dapat menjawab permasalahan Pendidikan yang ditemui. Menurut beliau perkembangan generasi millennial tidak melulu buruk, banyak kemajuan dan hal positif dilihat bagaimana meningkatnya rasa percaya diri dari masing-masing anak. Ditutup dengan pemberian cinderamata semoga acara dapat terus diadakan kedepannya agar dapat terus meningkatkan motivasi mahasiswa dalam memperbaiki Pendidikan di Indonesia.

     

    Continue Reading
  • Rektor UAI: Jebolan OSC Ulet dan Berakhlak Baik

    7 February 2019
    980 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta: Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Asep Saefuddin memuji kualitas karakter mahasiswa UAI jebolan program Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id yang menunjukkan perilaku baik.”Alhamdulillah akhlaknya baik dan mereka pelajar yang ulet,” kata Asep pada Medcom.id saat menerima kunjungan Medcom.id di Kampus UAI, di Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019.
    Selain itu, Asep juga memuji mahasiswa hasil seleksi OSC sangat adaptif dalam mengikuti etika-etika Islami yang UAI jadikan pegangan. Sejauh ini belum ada lulusan UAI hasil jebolan OSC. Sebab, sekarang masih angkatan ketiga. Namun dia berharap mahasiswanya bisa sukses di masa depan.
    “Mudah-mudahan bisa memperlihatkan kinerjanya di industri bahkan jadi entrepreneur. Saya beharap mereka jadi orang berhasil,” tutur Asep. Secara umum, Asep juga mengapresiasi kerja sama antara UAI dengan Medcom.id melalui Online Scholarship Competition (OSC). Menurut Asep, OSC tidak hanya membuka akses pendidikan bagi pelajar di Jabodetabek dan kota-kota besar lainnya, tapi seluruh Indonesia.
    Hal ini sejalan dengan salah satu misi UAI untuk mencari talenta dari daerah-daerah. Oleh sebab itu, Asep berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan Medcom.id
    “Saya akan meneruskan kerja sama ini terutama untuk mencari talenta-talenta dari daerah yang memang ingin melanjutkan pendidikan tinggi,” tutur Asep. Tingginya biaya pendidikan membuat UAI berkomitmen memprioritaskan perekrutan calon mahasiswa dari daerah untuk mendapat beasiswa, salah satunya melalui OSC.
    Program OSC Medcom.id adalah kompetisi beasiswa online pertama di Indonesia yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh portal berita dan video Medcom.id sejak tahun 2015. Beasiswa ini hadir untuk memberikan kemudahan bagi putra-putri Indonesia agar dapat melanjutkan pendidikan hingga S1 dengan menggunakan beasiswa yang diberikan 18 perguruan tinggi swasta yang bekerja sama dengan OSC. (CEU)

    sumber : https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/3NOB3v0K-rektor-uai-jebolan-osc-ulet-dan-berakhlak-baik

    Continue Reading