• LawFest 2018

    11 October 2018
    250 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (10/10)- Pada hari ini Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan Acara tahunan yaitu ‘LAWFEST 2018’ yang mengangkat tema “Bring Justice For Self” di mana bertujuan untuk :

    • Mengangkat eksistensi BEM FH UAI agar menjadi semakin bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan masyarakat luas.
    • Dapat menumbuhkan jiwa sportivitas yang tinggi bagi peserta yang berpartisipasi.
    • Mengarahkan generasi muda pada khusunya pada hal yang positif.
    • Semakin berkarya dalam hal-hal positif yang kami lakukan.
    • Menumbuhkan rasa kepedulian kepada masyarakat sekitar.

    Lawfest tahun ini dilaksanakan pada  tanggal 10 – 18 Oktober 2018. Adapun rangkaian acaranya terdiri dari Opening, Kuliah Umum, Lawlympic, Penyuluhan Hukum dan Lomba Debat.

    Acara Opening LawFest 2018 siang tadi dibuka oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (Prof. Dr. Ir Asep Saefuddin, M.Sc) dan dilanjutkan dengan  sambutan dari Ketua Bem FH UAI (Fadhiil Fadhlullah) dan Ketua  Lawfest 2018 (Farras Rachmadyandika). Acara pertama Dari LawFest 2018 ini yaitu Seminar tentang Bedah RUU “mengapa RUU KUHP belum juga disahkan?”

    Seminar ini diisi oleh pembicara : Dr. Abdul Khair, S.H., M.H (Pakar Ahli Hukum Pidana), KBP Dr. Warasman Marbun, SH., MH. (DIVKUM POLRI), Ihsan Gumilar (Pakar Neuropsikologi), Lalota Easter (Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) ), Dr. Suparji, SH., MH. (Pakar Hukum Pidana). Dan moderator yaitu Siti Farhani Djamal, S.H., M.H (Dosen FH UAI). Penutupan Lawfest ini akan dimeriahkan dengan Bazar yang dapat dinikmati oleh seluruh civitas Universitas Al Azhar Indonesia.

     

    Continue Reading
  • Festival Bermain Anak & Seminar Nasional UAI Bersama Play Plus Indonesia

    29 September 2018
    697 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (29/09)-  Hari ini Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) bekerjasama dengan Play Plus Indonesia mengadakan acara Festival Bermain Anak dan Seminar Nasional. Selain seminar, acara ini juga terdiri dari beberapa rangkaian acara menarik lainnya, yaitu Lomba Alat Peraga Edukatif bagi guru dan mahasiswa dengan tema “Berbudaya Lokal Bernuansa Global”, Lomba Mewarnai untuk anak anak, Pameran Permainan Indonesia dari berbagai daerah dan Seminar Nasional dengan tema “Bermain Cerdas generasi Emas” yang diisi oleh para ahli dan pakar dibidangnya masing masing, yaitu Dra. Rini Hildayani, M.Psi (Dosen Psikologi Universitas Indonesia), Dik Doank (Seniman dan pendiri Sekolah “Kandank Jurank Doank”) dan Dra. Eni Prima Kusmawanti (Perhimpunan Mainan Anak dan Penerbit Indonesia). Untuk menghidupkan suasana bermain yang menyenangkan juga edukatif, acara ini juga disertai dengan workshop pembuatan permainan tradisional yaitu layang –layang, telepon dan mobil bambu. Dibuka dengan memainkan kolecer dari Jawa Barat oleh Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) ,Dr. Zirmansyah, M.Pd. Acara yang berlangsung di Auditorium Arifin Panigoro Lantai 3 ini berlangsung sangat menarik dan interaktif.

    “Memastikan acara ini dapat berjalan dengan baik, merupakan salah satu bentuk kepedulian institusi terhadap penyediaan generasi emas di masa depan”, ujar Dr. Zirmansyah, M.Pd , Dekan FPP saat diminta untuk memberikan sambutan. Beliau juga mengaku prihatin dengan kondisi lingkungan anak-anak di mana semua permainan berasal dari perangkat gawai, padahal bermain permainan tradisional bisa melatih psikomotorik, pengembangan aspek kognitif, afektif, pengembangan emosional anak yang sangat bagus untuk tumbuh kembang anak. Kegiatan ini merupakan sebuah penyadaran sendiri bagi setiap generasi untuk peduli terhadap penyiapan generasi emas di masa depan. Play Plus Indonesia sendiri merupakan sebuah komunitas yang bergerak untuk pemberdayaan permainan tradisional dari seluruh penjuru daerah. Festival Bermain Anak juga merupakan kegiatan tahunan yang rutin diadakan oleh Play Plus Indonesia sebagai bentuk kontribusi dalam menyelamatkan permainan tradisional yang merupakan bagian dari budaya Indonesia yang harus dilestarikan.

    Dilanjutkan dengan seminar yang dibawakan oleh Rini Hildayani dengan topik “Optimalisasi Belajar AUD Melalui Bermain” beliau menjelaskan banyak bagaimana pola bermain dapat memberikan andil besar dalam tumbuh kembang anak. Banyak orang tua masa kini yang lupa bahwa interaksi antara anak dan ibu semakin berkurang seiring tingginya intensitas bermain gawai oleh anak. “Memberikan dukungan dan dorongan terhadap eksplorasi, kemandirian, pilihan, kreativitas, inisiatif, serta usaha anak untuk mencapa tingkat perkembangan yang sesuai”, ujar Rini Hildayani.

    Menengok suasana di depan auditorium, setiap anak yang hadir dapat menikmati semua permainan yang disediakan oleh panitia, beragam permainan tradisional dari berbagai daerah seperti Catur Aceh, Dakun Yogyakarta, Gasing DKI Jakarta, Sumenda Sulawesi Tengah, Ula Lampung dan Sonda Jawa Timur disediakan untuk anak anak yang hadir. Semoga dengan acara ini setiap anak mendapatkan pengalaman baru akan kaya nya permainan tradisional Indonesia yang lebih menarik dan tak kalah seru dengan permainan teknologi masa kini. Di samping itu juga ada transformasi nilai budaya Indonesia antar generasi melalui sebuah permainan yang harus kita jaga sebagai kekayaan budaya Indonesia. Diharapkan acara ini akan terus berlangsung setiap tahunnya dan menjadi suatu langkah untuk melestarikan permainan anak yang merupakan bagian dari kekayaaan budaya Indonesia.

    Continue Reading
  • BIOTA (Build Our Insight Towards Animal) Bersama Menjaga Satwa, Menjaga Alam dan Menjaga Kehidupan

    27 September 2018
    343 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (25/09)- Selasa kemarin mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan Biotechfair. Acara yang bertajuk BIOTA ini mengangkat tema “Build Our Insight Toward Animal” di mana bertujuan untuk mengajak para mahasiswa dan generasi muda lainnya untuk lebih peduli terhadap kehidupan satwa alam, terutama bagi satwa langka Indonesia. Menjaga satwa sama juga dengan menjaga kehidupan manusia, kehadiran mereka sebagai pelengkap ekosistem di muka bumi menjadikan sebuah kebutuhan yang penting bagi kelangsungan hidup manusia di muka bumi. Melihat semakin banyak satwa asli Indonesia yang masuk dalam kategori hewan langka maka segenap mahasiswa yang terkumpul dalam Program Studi Bioteknologi Universitas Al Azhar Indonesia ini mengadakan acara BIOTA guna menghidupkan kembali kesadaran akan pentingnya menjaga satwa yang ada. Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini terdiri dari serangkaian acara yang seru dan menarik, ada seminar yang diisi oleh drh. Dwi Suprapti, M.Si (Marine Species Conservation Coordnator WWF Indonesia) dan Rizya L. Adiwijaya, S.Pi (Marine Scientist at The Nature Conservacy), Bazaar dan Pameran yan diisi oleh beberapa komunitas satwa di Indonesia yaitu, Musang Lovers Jakarta, Blue Tongue Fams, Nocturnal Animals Independent dan Komunitas Hewan Asal Tangerang.

    Acara ini dibuka oleh Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Prof. Dr. Ir Asep Saefuddin, M.Sc dan dilanjutkan oleh pembukaan seminar mengenai konservasi penyu dan terumbu karang di perairan Indonesia. Menurut Rizya lulusan SSI Enriched Air Nitrox 40 pada tahun 2014 ini, ia mengaku sangat prihatin terhadap banyak kondisi terumbu karang di Indonesia. Aktivitas nelayan yang banyak menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan dapat menimbulkan dampak kerusakan yang parah terhadap terumbu karang di bawah laut. Sejauh ini masyarakat belum begitu memahami pentingnya terumbu karang untuk ekosistem laut. Padahal kehadiran terumbu karang sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem di dalam laut karena merupakan rumah dan tumpuan hidup bagi ikan ikan karang dan biota laut lainnya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus menjaga terumbu karang, selain untuk menjaga ekosistem alam juga karena mengingat siklus pertumbuan terumbu karang yang memakan waktu puluhan sampai ratusan tahun. Seminar sesi kedua pun dilanjutkan oleh Dwi Suprapti yang membawakan materi tentang pentingnya tindakan konservasi penyu di Indonesia.

    Belum selesai, BIOTA kali ini juga mengadakan penggalangan untuk membantu program konservasi penyu di Indonesia. Menurut mereka masih banyak masyarakat yang belum memahami peran penyu di laut. Laporan pencurian telur khususnya di Pantai Pangumbahan yang masih kerap terjadi. Untuk mendarat dan bertelur, penyu juga mengalami kesulitan karena adanya gangguan lampu yang berasal dari kapal nelayan. Oleh karena itu, Biotechfair Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan penggalangan dana untuk memberikan bantuan fasilitas penunjang di area pusat konservasi penyu. Bahkan saat ini seluruh jenis penyu mendapatkan status Appendix 1 yaitu suatu peringatan bahwa penyu tidak dapat diperjualbelikan dalam bentuk apapun, entah itu telur, daging, maupun tempurung sebagai kebutuhan barang hias.

    Ditutup dengan bazar dan pameran satwa Indonesia di area tendu UAI, acara ini berhasil mengundang antusiasme mahasiswa yang hadir dan menyaksikan langsung para satwa yang dibawa oleh masing masing komunitas. Semoga acara yang mendukung gerakan  menjaga lingkungan seperti ini dapat terus diadakan di kalangan generasi muda, karena kita semua percaya bahwa dengan menjaga satwa, menjaga tumbuhan, menjaga alam sama dengan menjaga kehidupan manusia di bumi.

     

    Continue Reading
  • Bersama dalam Nada, Bersatu untuk Sesama di Bilik Nada 2018

    26 September 2018
    302 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (23/09)– Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Universitas Al-Azhar Indonesia kali ini mengadakan acara Bilik Nada 2018 dengan tema “Dari Kami untuk Semua” dan tagline “Bersama dalam Nada, Bersatu untuk Sesama.” Bilik Nada 2018 merupakan sebuah pertunjukan musik yang diadakan oleh KOMIK dan bekerja sama dengan komunitas Penyanyi Jalanan, Bambu Tuli Bekasi dan  KAMI (Kelompok Alumni Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAI). Acara ini juga dimeriahkan oleh kedatangan bintang tamu Jason Ranti dan Diskopantera. Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan sebagai salah satu program kerja KOMIK ini akan diselenggarakan di GOR Tinju Bulungan pada Minggu, 23 September 2018.

    Bilik Nada 2018 merupakan acara musik pertama yang diselenggarakan oleh KOMIK periode 2017/2018. Acara ini juga merupakan program kerja penutup bagi KOMIK dan akan menjadi program kerja tetap KOMIK ditahun selanjutnya. Selain karena tingginya ketertarikan mahasiswa dalam memainkan maupun menikmati musik, musik sendiri mampu menjadi alat pemersatu bangsa karena merupakan bahasa universal yang dapat  menciptakan perdamaian, solidaritas kemanusiaan, serta dapat memadukan adanya perbedaan dalam suatu lingkup sosial. Diselenggarakan untuk yang pertama kalinya, Bilik Nada 2018 mengambil tema “Dari Kami untuk Semua” yang memiliki tujuan untuk memberikan rasa keadilan dan keselarasan di tengah  keberagaman suku, ras, agama, dan budaya. Maka semakin kini, mahasiswa diharapkan dapat terus berkarya, menciptakan beragam seni dan aksi untuk menyatukan budaya indonesia yang berbeda, yang membuat berbeda dengan acara acara lainnya adalah acara ini mendatangankan salah satu volunteer dari komunitas Bambu Tuli Bekasi.  Di mana mereka akan menerjemahkan beberapa musik yang dimainkan oleh masing-masing musisi menggunakan bahasa isyarat, sehingga dapat dinikmati oleh teman-teman tunarungu. Ide ini dimunculkan karena keinginan panitia penyelenggara agar dapat memberikan pengaruh yang lebih dari sekedar pertunjukan musik.

    Selain penampilan dari bintang tamu Jason Ranti dan Diskopantera, Bilik Nada 2018 akan diramaikan dengan penampilan dari band-band pilihan yaitu : Dujang Band, Supermasi Hukum, The Marlong, Duasisi, Maut, 37 Degrees, Project X dan The Sins. Dilengkapi dengan bazaar makanan dan minuman yang tersedia di sekitar arena panggung, acara yang ini semakin lengkap menampilkan genre musik yang berbeda dari tiap band yang ada. Ditutup dengan penampilan apik dari diskopantera acara Bilik Nada 2018 yang berlangsung mulai pukul empat sore berlangsung sangat meriah, setiap penonton yang hadir mampu menikmati musik musik yang disajikan oleh panitia dari band yang terpilih, semoga kedepannya semakin banyak kegiatan mahasiswa yang positif sehingga dapat memberikan dampak baik bagi banyak generasi muda.

    Continue Reading
  • UAI Deklarasikan Kampus Anti Korupsi Pada OSMA 2018

    22 September 2018
    541 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta(22/09)Orientasi Mahasiswa Baru atau yang saat ini dikenal dengan Program Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Kepada Mahasiswa Baru (PKKMB) merupakan kegiatan wajib diselenggarakan oleh  universitas. Berdasarkan buku panduan PKKMB dari Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), kegiatan PKKMB ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiwa. Di dalamnya diisi dengan berbagai kegiatan yang terkait dengan penanaman wawasan kebangsaan, cinta tanah air, bela negara dan mempelajari dengan kegiatan akademik, kegiatan kemahasiswaan, serta kebijakan kampus sehingga dapat menjadi bekal untuk mendukung studi selama di perguruan tinggi.

    Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) untuk tahun ini menggelar PKKMB dengan mengusung tema OSMA 18 “Gen-FAST For Outstanding Leaders By Islamic Character”. Kegiatan ini berlangsung pada 17-22 September 2018 dan dibuka langsung oleh Prof. Dr. Ir. Asep SaefuddinM.Sc, Rektor UAI, dan Drs. Sobirin, HS, Ketua Yayasan Pesantren Islam Al Azhar (YPI Al Azhar). Pembukaan OSMA dibuka dengan hangat oleh para jajaran pimpinan UAI dan YPI Al Azhar dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.  “Kegiatan OSMA 18 ini mengambil tema Gen-Fast For Outstanding Leader By Islamic Character bertujuan untuk membangun mental qurani dan FAST personality yang terinspirasi dari sifat tauladan kita Nabi Muhammad SAW, yaitu Fatanah, Amanah, Siddiq dan Tabliqh yang memiliki makna yang baik untuk pengembangan karakter mahasiswa” ujar Rektor UAI.

    Kegiatan OSMA 18 UAI diisi dengan berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat untuk pembentukan karakter mahasiswa baru UAI, antara lain pengenalan kampus, pemaparan materi bela negara dan wawasan kebangsaan, penjelasan bahaya narkoba, fast personality, motivasi qurani basic personality, dan pengenalan fakultas masing-masing mahasiswa. “OSMA 18 ini telah dikemas dengan acara yang kami sesuaikan dengan panduan dari Kemenristekdikti dan hal yang menarik dari pasca OSMA ini adalah kami merencanakan membangun desa binaan baru dan go green for charity untuk mengembangkan pengelolaan lahan wakaf di Cipayung”, ujar Sandra Herlina, S.S., M.A, Ketua Penyelenggara OSMA 18.

    Di akhir penyelenggaran OSMA 18 pada Sabtu, 22 September 2018 diselenggarakan Pelantikan Mahasiswa Baru, OSMA (Program Blended Learning, Alih Jenjang, dan Beasiswa Tunas), serta Deklarasi Kampus Anti Korupsi yang berlangsung di Lapangan Hijau Kampus Al Azhar Pusat, Kebayoran Baru. Acara ini dihadiri oleh Rektor UAI, Prof. Dr. Ir. Asep SaefuddinM.Sc., Ketua Yayasan YPI Al Azhar, Drs. Sobirin, HS, para senat UAI, para stakeholder UAI, serta seluruh sivitas akademika UAI.

    UAI mendapat kehormatan khusus dengan hadirnya Direktur Utama PT. Tempo Media Tbk, Toriq Hadad, yang menyampaikan orasi ilmiah mengenai, “Media di Era Digital : Harapan Terhadap Perguruan Tinggi.” Beliau menjelaskan besarnya peran teknologi dalam memimpin perubahan peradaban manusia. “Pemanfaatan internet dan teknologi yang merupakan tulang punggung untuk mengintegrasikan seluruh pengetahuan manusia dapat mewujudkan sebuah mata rantai baru bagi kehidupan manusia” ujar beliau. Setiap revolusi pasti mendatangkan ancaman juga peluang, lebih dari 1 juta pekerja penduduk kehilangan pekerjaan yang kelak akan digantikan oleh mesin teknologi, tentu ini merupakan ancaman. Namun, juga menghadirkan peluang besar dalam memunculkan inovasi baru yang lebih efektif dan efisien.

    Selain itu, juga diadakan penandatanganan MOU antara UAI dengan PT. INFO MEDIA DIGITAL (Grup Tempo Media Tbk), MOU antara UAI dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dihadiri oleh Adnan Topan Husodo, MOU antara UAI dengan PT. Citra Berkat Digjaya (CBD) Indonesia yang dihadiri Noni Amini, SH., M.Si, Direktur CBD Indonesia, dan MOU antara UAI dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) yang dihadiri Anton Sukarna, BSM Regional Head.

    Pada kesempatan ini Rektor UAI menyampaikan pendapatnya mengenai pendeklarasian UAI sebagai Kampus Anti Korupsi. “UAI berkomitmen sebagai motor penggerak terpeliharanya nilai-nilai integritas bangsa dan mendukung penuh upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi”, ujar Rektor UAI, Prof. Dr. Ir. Asep SaefuddinM.Sc.

    Acara pelantikan ditutup dengan simbolis pemakaian jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa baru dan penyampaian kesan dan pesan dari mahasiswa UAI mahasiswa baru terhadap acara OSMA ini. Kemudian acara dilanjutkan dengan OSMA untuk program Blended Learning, Alih Jenjang, dan Beasiswa Tunas di ruang Auditorium Arifin Panigoro, UAI.

     

     

     

    Continue Reading
  • Juarai Musabaqah Tahfidz antar Pesantren Se- Indonesia, Universitas Al Azhar Indonesia Terus Kumpulkan Mahasiswa Berprestasi

    17 September 2018
    712 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta(31/07)- Jum’at kemarin, Universitas Al Azhar Indonesia mendapatkan kabar gembira dari salah satu mahasiswa berprestasi yang baru saja memenangkan kejuaraan lomba Tahfidz Musabaqah Hifdzil Qur’an ke-4 antar Pesantren se-Indonesia yang diselenggarakan atas kerjasama Yayasan pendidikan Al Qur’an Hamad bin Khalid bin Ahmad Al Thani Doha Qatar, Pondok Pesantren Darunnajah jakarta dan Pondok Modern Al Iklash. Mahasiswa Program studi BKI ini, berhasil membawa pulang Juara 1 Kategori 15 Juz Putra dari 6 cabang perlombaan yang ada. Mahasiswa yang juga merupakan salah satu peraih beasiswa tahfidz Universitas Al Azhar Indonesia ini juga dikabarkan akan melanjutkan musabaqah tahfidz ke jenjang selanjutnya yaitu ke tingkat nasional yang nantinya jika terpilih, akan dilanjutkan ke tingkat ASEAN.

    Adalah Muhammad Azzam Muhtadi, yang merupakan salah satu mahasiswa yang ditunjuk sebagai perwakilan dari YPI (Yayasan Pesantren Islam Al Azhar) untuk mengikuti lomba thafidz kali ini. Lomba yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al- Iklash daerah Kuningan, untuk melakukan seleksi regional ini diikuti oleh 63 peserta dengan 6 cabang perlombaan. Azzam sendiri telah beberapa kali mengikuti lomba tahfidz yang diadakan oleh beberapa lembaga pendidikan. Dan selain disibukkan oleh kegiatan perkuliahan, kini Azzam juga merupakan salah satu pengajar di Rumah tahfidz yang didirikan oleh Yayasan Pesantren Islam Al Azhar (YPI). Azzam juga merupakan salah satu penggerak komunitas JQH  Universitas Al Azhar Indonesia yang anggotanya berjumlah kurang lebih 30 orang yang terdiri dari berbagai fakultas dan program studi. Tentu saja kabar kemenangan Azzam ini mampu menghidupkan kembali jiwa jiwa qur’ani bagi mahasiswa lainnya. Prestasi yang ditorehkan mampu menjadi acuan semangat mahasiswa mahasiwa lainnya untuk terus tak henti mempelajari Al Qur’an.

    Di tengah persiapannya untuk mengikuti lomba ditingkat nasional, Azzam meminta doa dan dukungan agar dapat menyelesaikan perlombaan ini dengan hasil yang memuaskan. Ia juga berharap ke depannya, semakin banyak mahasiswa yang dapat berlomba dikancah nasional dan internasional untuk terus mendakwahkan ayat-ayat Allah SWT, ia percaya banyak sekali potensi potensi mahasiswa yang belum seluruhnya diketahui, khususnya dalam bidang tahsin dan tahfidz Al Quran. Oleh karena itu, ia juga berharap kehadiran komunitas JQH terus berkembang sehingga dapat terus membantu mahasiswa untuk mempelajari Al Qur’an dan mengajak mahasiswa mahasiswa lainnya untuk selalu mencintai Al Qur’an sebagai pedoman hidup.

     

    Continue Reading
  • Toward Together Tomorrow, Bersama Semarakan Milad UAI ke-18

    12 September 2018
    869 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (12/09)- Auditorium Universitas Al Azhar Indonesia diramaikan oleh semarak acara Milad Universitas Al Azhar Indonesia yang ke-18. Acara yang baru diadakan untuk pertama kalinya ini berhasil memberikan kesan tersendiri bagi seluruh Civitas Akademika yang hadir. Mengusung tema T3 yaitu Toward, Together Tomorrow, Acara Milad UAI ke-18 ini juga turut disemarakkan oleh seluruh Dekan yang berpartisipasi mengisi acara, kehadiran pengurus YPAI (Yayasan Pesantren Islam Al Azhar)  dan seluruh sivitas akademika yang menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah yang berbeda. Berbagai acara menarik telah berlangsung seperti paduan suara yang dibawakan langsung oleh UAI Rhapsody, memainkan angklung bersama seluruh tamu undangan, pengumuman pemenang lomba dan penghargaan serta pemutaran video rangkaian acara Milad UAI yang ke-18.

    Milad kali ini merupakan salah satu bentuk perayaan atas kinerja bersama dalam membangun UAI menjadi kampus yang unggul. Adapun tema T3 sendiri memiliki harapan di mana civitas akademika UAI dapat terus bersama sama menuju masa depan yang lebih baik, ujar Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof. Dr. Ir Asep Saefudin M,Sc, ketika sambutan. Disambung dengan pengumuman pemenang lomba 17 Agustus yang dibacakan oleh Dr. Zirmansyah, M.Pd (Dekan fakultas Psikologi dan Pendidikan) dan pengumuman penghargaan pegawai meliputi research award, publication award dan community service award dan penghargaan mahasiswa berprestasi yang dibacakan oleh Dr. Kuncoro Hadi, S.T.,M.M (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis). Acara semakin meriah ketika paduan suara UAI Rhapsody membawakan lagu pembukaan dan medley nusantara yang keseluruhannya berjumlah 6 lagu. UAI Rhapsody berhasil membawakan lagu lagu nusantara dengan sangat apik.

    18 tahun sudah Universitas Al Azhar Indonesia berdiri sebagai institusi pendidikan yang mencetak generasi pemimpin yang unggul. Bekerja bersama pendahulu untuk meningkatkan kualitas dan efektifitas mengajar dengan sistem belajar yang terus diperbaharui. Inovasi yang terus dikembangkan demi mencetak kader kader pemimpin bangsa seperti tagline UAI “be the outstanding leader” dan memunculkan peran UAI sebagai “an Enterprising University”.  Selalu ada harapan dan doa baik, di masa bertambahnya usia. Begitupula dengan Universitas Al Azhar Indonesia yang telah menginjak tahun ke-18 banyak harapan agar kedepannya UAI dapat terus berkembang lebih baik, tentunya dengan dukungan dan kerjasama dari seluruh civitas, dosen dan mahasiswa yang ada. “Terimakasih bapak ibu sekalian yang telah bekerja keras untuk Universitas dan telah berdedikasi tinggi dalam  menjalankan amanah dengan sebaik baiknya, semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan dan keberkahan untuk kita semua, amin” ungkap Rektor Universitas Al Azhar Indonesia sebagai ucapan terimakasih telah menemani perjalanan Universitas Al Azhar Indonesia hingga saat ini.

    Continue Reading
  • Universitas Al Azhar Indonesia Gelar Wisuda ke-XIX 2018

    13 August 2018
    2523 Views
    Comments are off for this post

    Jakarta (11/08)- Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) menggelar wisuda ke-19 tahun akademik 2017-2018 di Gedung BPPT, Jakarta, Sabtu, 11 Agustus  2018. Dalam acara ini sebanyak 185 mahasiswa dari berbagai Prodi dan Program Magister Ilmu Hukum dan akan diwisuda. Selain prosesi wisuda yang dilakukan, para wisudawan sebelumnya mengikuti prosesi Khotmul Quran pada Jumat, 10 Agustus  2018 yang dilaksanakan di Masjid Agung Al Azhar. Kegiatan Khotmul Quran ini rutin dilakukan sebagai satu rangkaian kegiatan wisuda UAI . Dalam acara ini, juga terdapat pemberian donasi wisudawan berupa pemberian alat shalat untuk Rumah Tahfidz Quran Binaan Universitas Al Azhar Indonesia di Desa Cikidang, Sukabumi. Acara ini dilakukan guna memperkuat lulusan UAI yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang kuat.

    UAI mendapat kehormatan khusus dengan  hadirnya HE Osamh Mohammed Abdullah Shuibi (Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia) yang akan menyampaikan orasi ilmiah. Direncanakan akan hadir dalam acara Wisuda UAI ke XVII, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., (Dewan Pengawas YPI AL Azhar), Drs. Sobirin HS (Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam Al Azhar), Dr. Ir. Illah Sailah, MS (Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III), dan Jusman Syafii Djamal (Komisaris Utama PT Garuda Indonesia), Prof. Dr. Ir. Kadarsah Suryadi, DEA (Rektor ITB), Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met (Rektor UI) dan para Guru Besar.

    Dalam pidatonyanya, Rektor UAI, Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc, menyampaikan. pidato mengenai “Dunia sedang menghadapi revolusi industri 4.0”. Ia menyampaikan, bahwa keadaan VUCA di revolusi industry 4.0 ini perlu dijawab oleh Perguruan Tinggi (PT) dengan membuat model Tri Dharma masa kini. Misalnya PT mulai memanfaatkan IT untuk pendidikan dalam bentuk hybrid atau blended learning, lanjutnya.Berdasarkan pada Renstra UAI, di mana saat ini UAI sedang berada pada periode ekspansi tahap kedua. Berbagai program pengembangan pendidikan telah dilakukan UAI, di antaranya pengajuan pembukaan program studi baru yaitu Program Studi Teknologi Pangan dan Program Studi Gizi, dan telah dibukanya kelas blended learning bagi Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Hukum, yaitu perpaduan antara kelas daring dengan tatap muka, ujar Rektor UAI, Prof. Dr. Asep Saefuddin, M.Sc.

    Pada wisuda kali ini, wisuda terbaik dan berprestasi diraih oleh Rizka Azkia Falahiyati dari Program Studi Akuntasi. Wisudawan terbaik kedua adalah Sri Rezeki dari Program Studi Komunikasi, dan terbaik ketiga adalah Virina Chairunnisa dari Program Studi Sastra Arab. Hal ini ditentukan dengan memperhatikan aspek akademik terdiri dari Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), masa studi, dan aspek-aspek penunjang akademik dan non-akademik lain meliputi; (a) keikutsertaan dalam jurnal ilmiah nasional dan internasional, (b) keikutsertaan dalam kompetisi berbasis kompetensi keilmuan (c) keaktifan berorganisasi (d) etika, dan (e) inspiratif. Usai prosesi pemindahan tali kuncir, Rizka Azkia sebagai wisudawan terbaik memberikan sambutan mewakili seluruh wisudawan dan wisudawati yang hadir. Menurutnya sebagai lulusan generasi milineal 4.0. Generasi masa kini  tidak perlu gentar, tidak perlu takut dengan tantangan-tantangan yang akan dihadapi. Sebagai lulusan UAI, percayalah bahwa setiap individu sudah dipersiapkan dengan kesiapan mental, keterampilan serta kepribadian yang kuat. Ia juga menekanka bahwa yang membedakan UAI dengan yang lain, adalah disini setiap generasi yang lahir telah dibekali dengan nilai-nilai etika berlandaskan keislaman, integritas, humanity dan kerja keras untuk menjadi lampu penerang sebagai bekal kita melewati pintu gerbang kehidupan selanjutnya. Seyiap individu yang tumbuh dalam kampus UAI telah dididik menjadi pribadi yang profesional, kompetitif dan dapat bersaing dalam menghadapi tantangan global. Ditengah pidatonya yang disimak oleh seluruh hadirin Rizka Mengutip pernyataan seorang movie director terkenal Bradley Whitford yaitu “You can either be a passive victim of circumstance or  you can be the active hero of your own life”.

    Seperti wisuda sebelumnya, UAI akan memberikan penghargaan kepada para alumni yang tahun ini diberikan kepada 6 alumni dari masing-masing Fakultas. Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan UAI kepada para Alumni UAI atas dedikasi, pencapaian, dan kontribusi bagi masyarakat. Penghargaan ini juga kami maksudkan untuk menginspirasi para wisudawan dan wisudawati dalam menghasilkan karya yang berguna bagi masyarakat.

    Ada banyak harapan baru yang tumbuh, setiap kelahiran generasi generasi baru dari kampus UAI, seluruh masyarakat, bangsa dan negara senantiasa menyambut perubahan perubahan baru yang diciptakan oleh generasi harapan bangsa. Perubahan yang lebih baik bagi Indonesia yang tentu saja ada karena bentuk pengabdian para wisudawan dan wisudawati dalam setiap bilik masayarakat, sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimiliki. Semoga setiap wisudawan dan wisudawati yang lahir hari ini dapat membawa seluruh nilai dan kebaikan yang didapatkan ke lingkungan masayarakat dan negara.

     

    Continue Reading
  • Mengajak Para Siswa Belajar Ilmu Komputer

    6 August 2018
    1400 Views
    Comments are off for this post

    Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, masyarakat dituntut untuk dapat menggunakan gadget sebagai alat berkomunikasi. Kini, hampir seluruh usia dapat menggunakan gadget, terutama siswa siswi sekolah. Sabtu kemarin, Program Studi Informatika Universitas Al Azhar Indonesia mengadakan seminar sekaligus workshop Hour of Code dengan peserta SMA Al Azhar  1, SMA Al Azhar 2, dan SMA Al Azhar 3. Seminar dan workshop tersebut merupakan acara lanjutan dari Hour of Code 8 Desember 2017.

    Acara ini dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Prof. Dr. Ir. Asep Saefudin, dan dilanjutkan seminar yang di isi oleh salah satu dosen dari prodi Informatika Bapak Dr. Ir. Ade Jamal, yang berjudul “Semua Siswa Sekolah Harus Belajar Ilmu Komputer” pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan pentingnya ilmu komputer untuk siswa sekolah. Sehingga, siswa tidak hanya menggunakan teknologi tapi dapat menciptakan teknologi. Salah satu caranya adalah dengan Hour of Code.

    Pada acara ini para siswa/i melakukan coding selama satu jam dengan dibantu oleh tentor dari mahasiswa prodi Informatika. Hour of Code sendiri merupakan sebuah program dari website code.org, oleh sebab itu para siswa melakukan coding pada website tersebut dengan tampilan yang menarik dan dibuat agar siswa merasa seperti bermain game. Dengan meng-coding siswa diharapkan dapat mengasah logika untuk melakukan perintah pada game dengan secepat cepatnya dan dengan line yang sedikit. Pada akhir acara para siswa mendapatkan sertifikat bahwa mereka telah melakukan coding selama satu jam dan berfoto bersama.

    Continue Reading
  • Publikasi Karya Ilmiah Mahasiswa Teknik Elektro di International Conference on Smart Computing and Electronic Enterprise di Malaysia

    2 August 2018
    1251 Views
    Comments are off for this post

    Kali ini empat orang mahasiswa Teknik Elektro Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) mempresentasikan hasil penelitiannya di International Conference on Smart Computing and Electronic Enterprise (ICSCEE) 2018 pada tanggal 11-12 Juli 2018, yang diselenggarakan oleh Al-Madinah International University di Hotel Impiana KLCC, Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yang diikuti oleh 80 orang peserta dari 50 negara, dibuka oleh keynote speaker dari mancanegara diantaranya Prof. Dr. Dawei Song dari The Open University, U.K, Prof. Dr. Tarek El-Ghazawi dari The George Washington University, U.S.A, Dr. Dzahar Mansor dari National Technology Officer, Microsoft Malaysia dan pembicara utama lainnya.

    Konferensi internasional yang mengusung tema “Computing and electronic enterprise: applications, trends and future direction” ini mengundang para peneliti yang secara aktif terlibat baik dalam aspek teoritis dan praktis komputasi terkait teknologi dan perancangan elektronika terkini. Peneliti diundang untuk berkontribusi pada konferensi dengan mengirimkan artikel pada cakupan bidang-bidang berikut:

    1. Smart Computing
    2. Big Data
    3. Information Retrieval
    4. Network and Data Communications
    • Mobile, Embedded and Wireless Networks
    • Sensor Network Application and Security
    • GIS Applications
    • Optical Communications
    • Signal, Image and Video Processing
    1. Artificial Intelligence
    2. Information Systems
    3. Electronic Enterprise

    Karya Ilmiah atau paper yang dipublikasikan telah melalui seleksi dan review oleh lebih dari 80 reviewer, terdiri dari reviewer lokal Malaysia dan reviewer International. Karya ilmiah yang dipublikasikan pada ajang konferensi tingkat internasional seperti ini sebagian besar adalah hasil dari penelitian ditingkat studi magister atau doctoral. Namun Alhamdulillah Empat judul paper dari Teknik Elektro UAI yang merupakan hasil penelitian ditingkat Sarjana, berhasil lolos seleksi dan dinyatakan diterima untuk dipublikasikan secara langsung (oral presentation) pada konsferensi internasional ini.

    Teknik Elektro, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Al Azhar Indonesia mempublikasikan 4 judul paper, yakni dipresentasikan oleh Satyo Pradana dengan judul “Comparison Power of Semiconductor Lasers at Wavelength 1480nm Using InGaAs & InGaAsP Materials for EDFA Pumping Scheme”, Nurul Ihsan Hariz Pratama dengan judul “Design and Analysis of Generalized LED Index Modulation on FPGA”, Ali Akbar Tanjung dengan judul “Network Planning Optimization Of Long Term Evolution Radio Transmitter Using Taguchi’s Method”, dan Annisa Maulidary Muthiah dengan judul “Wireless Sensor Network Performance Evaluation on Building With Zigbee Transmission”. Empat orang mahasiswa Teknik Elektro ini menjadi pembicara pada parallel session dengan kategori topik Network and Data Communications.

    Karya ilimiah yang dipublikasikan merupakan hasil penelitian Tugas Akhir/Skripsi tingkat Sarjana di Universitas Al Azhar Indonesia. Prodi Teknik Elektro UAI senantiasa mendorong mahasiswanya untuk mempublikasikan hasil penelitian tugas akhir di konferensi ilmiah pada tingkat nasional dan internasional. Para dosen aktif menggandeng mahasiswanya untuk terlibat dalam kegiatan peneltian dengan pendanaan (research grant) dari dalam universitas, KEMENRISTEKDIKTI atau dana dari pihak lainya.

    Hasil penelitian yang dipublikasikan ini merupakan fokus riset dari salah satu konsentrasi bidang keahlian di Teknik Elektro UAI yaitu telekomunikasi dan mekatronika. Salah satu keunggulan Teknik Elektro UAI ialah berkonsentrasi pada fokus riset di bidang optical communication, seperti yang dituangkan pada paper yang dibawakan oleh Satyo Pradana, yakni menganalisa karakteristik amplifier optic EDFA, dan paper yang dibawakan oleh Nurul Ihsan Hariz Pratama, merancang teknik modulasi untuk komunikasi optic yang diimplementasikan pada FPGA. Paper bertema telekomunikasi wireless juga dibawakan oleh Ali Tanjung Akbar, yakni dengan tema network planning dan oleh Annisa Maulidary Muthiah dengan tema Wireless Sensor Networks (WSN) yang merupakan teknologi terkini yang dapat mendukung implementasi Internet of Things.

    Paper yang sudah dipresentasikan akan dipublikasi pada database journal ternama IEEE yang sudah terindeks Scopus, dimana IEEE merupakan organisasi internasional dan merupakan komunitas global untuk berinovasi yang saat ini beranggotakan lebih dari 423.000 anggota di lebih dari 160 negara, dengan produk utamanya adalah publikasi dengan nilai siatasi yang sangat tinggi, konferensi, standar teknologi, dan kegiatan profesional dan pendidikan lainnya. IEEE merupakan forum yang bergengsi dan tepercaya untuk bidang teknik, komputasi, dan informasi teknologi di seluruh dunia. Publikasi IEEE yang diseminarkan akan terindeks Scopus, yakni merupakan lembaga pengindeks yang terpercaya. Scopus mengandung kurang lebih 22.000 judul dari 5.000 penerbit, 20.000 di antaranya merupakan jurnal tertelaah sejawat di bidang sains, teknik, kedokteran, dan juga ilmu sosial.

    Publikasi karya ilmiah keempat paper ini didukung oleh PT Pertamina. PT Pertamina memberikan dukungan kepada empat orang mahasiswa UAI yang mewakili peneliti dari Indonesia untuk mempresentasikan hasil penelitiannya di ajang internasional bergengsi ini.

    Continue Reading