Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut para penerjemah dan juru bahasa untuk terus beradaptasi. Menyadari urgensi tersebut, Program Studi Magister Linguistik Terapan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menggelar webinar bertema “Pintar Menerjemahkan di Era Digital: Teknologi Wajib untuk Penerjemah dan Juru Bahasa” pada Jumat malam, 25 April 2025, pukul 19.00–21.00 WIB.
Menghadirkan narasumber inspiratif Dimas Rangga Wicaksono, S.E., M.Li.—seorang interpreter, translator, dosen bahasa Inggris, sekaligus CEO Talabahasa—webinar ini menjadi ruang pembelajaran yang menggugah bagi lebih dari 500 peserta yang hadir dari berbagai latar belakang profesi dan wilayah di Indonesia. Dimas menyampaikan dengan lugas peran vital teknologi dalam kerja-kerja penerjemahan dan penjurubahasaan masa kini. Ia mengulas alat bantu terkini mulai dari CAT tools, speech-to-text engine, hingga machine translation, yang kini tak lagi opsional, tetapi menjadi kebutuhan mendasar dalam dunia kerja bahasa.
Dipandu oleh moderator Dr. Bejo Sutrisno, M.Pd.—dosen tetap Program Studi Magister Linguistik Terapan UAI dan pengampu mata kuliah Kewirausahaan Bahasa—diskusi berlangsung hidup dan penuh energi. Dr. Bejo secara tajam menggiring arah perbincangan agar tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek kewirausahaan dan daya saing profesional dalam industri bahasa yang kompetitif.
Usai sesi materi, gelombang pertanyaan dari peserta membanjiri kolom diskusi. Banyak yang antusias menggali tips praktis, strategi karier, hingga pengelolaan proyek terjemahan profesional. Tak hanya ilmu yang dibagikan, panitia juga menghadirkan momen apresiasi melalui pembagian doorprize kepada beberapa penanya terpilih, menambah semangat dan rasa kebersamaan di ruang virtual.
Webinar ini membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi adalah kunci dalam menjembatani teori dan praktik, serta menjadi langkah nyata Program Studi Magister Linguistik Terapan UAI dalam mempersiapkan lulusan yang relevan, adaptif, dan unggul di era digital.