Kehidupan dunia sering kali membuat manusia larut dalam berbagai kesibukan, mulai dari mengejar pendidikan, pekerjaan, harta, hingga jabatan. Islam tidak melarang umatnya untuk berusaha dan meraih kesuksesan, tetapi mengingatkan agar seluruh ikhtiar tersebut tidak menggeser tujuan utama kehidupan, yakni mempersiapkan bekal menuju akhirat sebagai tempat kembali yang kekal.
Al-Qur’an menggambarkan dunia sebagai kehidupan yang penuh perhiasan dan kesenangan yang bersifat sementara. Dalam Surah Ali ‘Imran ayat 14 serta Surah Al-Hadid ayat 20, Allah SWT menjelaskan bahwa kecintaan terhadap harta, keluarga, dan berbagai kenikmatan dunia merupakan bagian dari ujian kehidupan. Karena itu, seorang muslim dituntut untuk menjadikan dunia sebagai sarana beramal, bukan sebagai tujuan akhir.
Pandangan tersebut juga ditegaskan Rasulullah SAW melalui hadis yang menganjurkan umat Islam menjalani kehidupan layaknya seorang musafir. Seorang musafir tidak akan terlalu terpaut dengan tempat persinggahannya karena ia mengetahui bahwa perjalanan masih berlanjut menuju tujuan akhir. Begitu pula manusia yang seharusnya menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sebelum kembali menghadap Allah SWT.
Kesadaran akan kehidupan akhirat mendorong setiap muslim untuk senantiasa memperbaiki kualitas ibadah dan amal saleh. Salat, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, berbuat baik kepada sesama, serta menjalankan pekerjaan dengan penuh keikhlasan menjadi bekal yang akan menemani manusia ketika seluruh harta, jabatan, dan popularitas tidak lagi memiliki nilai di hadapan Allah SWT.
Islam mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Bekerja, menuntut ilmu, dan berkarya merupakan bentuk ikhtiar yang dianjurkan, selama semuanya dilandasi niat untuk meraih ridha Allah SWT. Dengan menjadikan akhirat sebagai orientasi utama, seorang muslim tidak hanya memperoleh keberkahan dalam kehidupan dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang abadi.
Materi tersebut disampaikan oleh Asyari Romadhon, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Universitas Al-Azhar Indonesia angkatan 2024 dari Keluarga Mahasiswa Program Studi (KMPS) BKI. Penyampaian kultum dilaksanakan usai salat Ashar di Masjid Agung Al Azhar pada Jumat, 17 Juli 2026.