Akuntansi itu bukan sekadar mencatat angka, tapi juga memahami makna di balik setiap transaksi. Lewat belajar akuntansi, kamu akan diajak menelusuri bagaimana data keuangan diolah menjadi dasar pengambilan keputusan penting dalam bisnis. Yuk, kita bahas bersama dasar-dasar yang dipelajari di Program Studi Akuntansi!

Pengertian Akuntansi

Menurut American Accounting Association (AAA), akuntansi adalah proses pengidentifikasian, pengukuran, serta pelaporan informasi ekonomi yang memungkinkan terjadinya penilaian dan pengambilan keputusan yang tepat bagi para pengguna informasi.

Sementara itu, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No. 476/KMK.01/1991, akuntansi diartikan sebagai proses pengumpulan, pencatatan, penganalisisan, peringkasan, pengklasifikasian, dan pelaporan transaksi keuangan suatu entitas ekonomi untuk menyediakan informasi keuangan yang berguna bagi pengambilan keputusan.

Jadi, belajar akuntansi berarti kamu akan mempelajari seluruh proses pengelolaan data keuangan agar menghasilkan informasi yang akurat dan dapat digunakan dalam menentukan kebijakan ekonomi.

Istilah-Istilah Akuntansi

Sebelum mulai belajar akuntansi, kamu perlu mengenal beberapa istilah umum yang sering digunakan, seperti:

  • Aset – Semua sumber daya yang dimiliki perusahaan dan memiliki nilai ekonomi.

  • Kewajiban (Liabilitas) – Utang atau tanggungan yang harus dibayar perusahaan kepada pihak lain.

  • Modal (Ekuitas) – Hak pemilik terhadap aset setelah dikurangi kewajiban.

  • Pendapatan (Revenue) – Uang yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan.

  • Beban (Expense) – Biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan usaha.

  • Transaksi Keuangan – Setiap aktivitas yang memengaruhi posisi keuangan perusahaan.

  • Jurnal Umum – Catatan awal dari seluruh transaksi keuangan.

  • Buku Besar – Kumpulan akun yang berisi data keuangan dari jurnal.

  • Neraca Saldo (Trial Balance) – Daftar saldo akun untuk memastikan keseimbangan antara debit dan kredit.

  • Laporan Keuangan – Hasil akhir dari proses akuntansi yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan.

Pemahaman istilah-istilah ini akan sangat membantu kamu dalam membaca laporan keuangan maupun memahami alur keuangan suatu organisasi.

Konsep Dasar Akuntansi

Materi pertama yang akan kamu pelajari saat belajar akuntansi adalah konsep dasar akuntansi. Konsep ini berisi prinsip dan asumsi umum yang menjadi pedoman dalam penyusunan laporan keuangan serta wajib diterapkan di semua jenis bisnis.

Delapan konsep dasar akuntansi yang harus kamu pahami antara lain:

  • Dasar Akrual. Transaksi yang dicatat saat terjadi, bukan saat kas diterima atau dibayarkan.

  • Kesinambungan Usaha. Perusahaan itu diasumsikan akan terus beroperasi tanpa adanya rencana likuidasi.

  • Kesatuan Usaha. Transaksi yang dicatat hanya milik entitas bisnis yang terpisah dari dana pribadi.

  • Periode Akuntansi. Laporan keuangan disusun untuk periode tertentu, misalnya bulanan atau tahunan.

  • Harga Perolehan. Aset dicatat berdasarkan harga perolehan awal, bukan nilai pasar saat ini.

  • Konsistensi. Metode akuntansi yang digunakan harus sama dari periode ke periode.

  • Satuan Moneter. Hanya transaksi yang dapat diukur dengan uang yang dicatat.

  • Pengukuran Nilai Uang. Seluruh transaksi dinilai menggunakan satuan moneter yang berlaku.

Prinsip-Prinsip Akuntansi Keuangan

Selain memahami konsep dasar, mahasiswa juga akan belajar akuntansi melalui penerapan prinsip-prinsip akuntansi keuangan. Prinsip ini menjadi pedoman dalam penyusunan laporan keuangan agar hasilnya relevan, andal, dan dapat dibandingkan antar periode.

Beberapa prinsip penting di antaranya:

  • Prinsip Entitas Ekonomi (Economic Entity Principle)
  • Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)
  • Prinsip Kesinambungan Usaha (Going Concern Principle)
  • Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)
  • Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)
  • Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)
  • Prinsip Periode Akuntansi (Accounting Period Principle)
  • Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)
  • Prinsip Satuan Moneter (Monetary Unit Principle)
  • Prinsip Materialitas (Materiality Principle)

Prinsip-prinsip ini membantu akuntan dalam menyajikan informasi keuangan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Siklus Akuntansi

Tahapan berikutnya dalam belajar akuntansi adalah memahami siklus akuntansi (accounting cycle). Siklus ini menjelaskan proses berulang yang dimulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan. Prosesnya meliputi identifikasi dan pencatatan transaksi, pembuatan jurnal umum, posting ke buku besar, penyusunan neraca saldo, penyesuaian akun, penyusunan laporan keuangan, hingga penutupan buku di akhir periode. Dengan memahami siklus akuntansi, kamu akan lebih mudah melihat bagaimana data keuangan diolah menjadi laporan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.

Melalui proses belajar akuntansi, setiap mahasiswa akan memahami bahwa angka itu bukan sekadar catatan transaksi, tetapi juga cerminan dari kondisi dan arah keuangan sebuah organisasi. Ilmu ini menumbuhkan kemampuan analitis, ketelitian, serta rasa tanggung jawab dalam mengelola keuangan, yang dapat menjadi bekal utama kalian di dunia profesional.

Ingin menguasai ilmu akuntansi secara mendalam dan aplikatif? Program Studi Akuntansi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan potensimu menjadi akuntan muda yang unggul, berintegritas, dan siap bersaing di dunia kerja. Yuk daftar sekarang di penerimaan.uai.ac.id