Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan Rapat Kerja Pusat Bahasa Mandarin (PBM) Tahun 2026 pada Kamis, 8 Januari 2025, bertempat di Ruang 519. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, serta arah pengembangan PBM dalam mendukung kerja sama internasional UAI.

Rapat kerja ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Al-Azhar Indonesia dan Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Hadir Prof. Dr. Suparji Ahmad, S.H., M.H. selaku perwakilan YPIA, Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo, serta para Wakil Rektor UAI, yakni Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., Dr. Ir. Achmad Syamsudin, M.B.A., dan Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H. Dari unsur pimpinan fakultas hadir Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Dewi Elfidasari, S.Si., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Hanny Nurlatifah, S.Pi., M.M., Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Dr. Drs. Fidesrinur, M.Pd., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Damayanti Wardyaningrum, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Hukum, Dr. Fokky Fuad, S.H., M.Hum, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Dr. Soraya, S.Pd., M.Hum., Ketua Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, Dr. Nanda Lailatul Qadriani, S.Pd., M.TCSOL.

Sementara dari Pusat Bahasa Mandarin hadir Akhmad Safik, S.E., M.H., LL.M., Feri Ansori, S.S., M.Ed., dan Wang Daxin. Turut hadir pimpinan unit kerja, antara lain Dr. Faisal Hendra, Lc., M.A (Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru) Dini Priatini, S.K.M., M.M. (Sekretariat dan Humas), Dr. Mohamad Ghozali Moenawar, Lc., M.M. (Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional), Nanang Suhendar, S.Kom., M.H. (Sumber Daya Insani), Muchammad Nasucha, S.S., M.Si. (Kerja Urusan Internasional), serta Sari Tukma Dewi, S.E. (Anggaran dan Penerimaan Keuangan Mahasiswa).

Sambutan Rektor UAIĀ 

Dalam sambutannya, Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo menyampaikan bahwa kehadiran jajaran rektorat dalam rapat kerja PBM bertujuan membangun komunikasi yang efektif antara kedua belah pihak. Beliau menjelaskan bahwa kerja sama UAI dengan Fujian Normal University (FNU) telah berlangsung sejak tahun 2010 dan kini memasuki persiapan perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) yang keempat. Kerja sama tersebut dinilai strategis dalam mendukung visi UAI sebagai universitas yang mandiri dan berdampak, dengan PBM sebagai wadah kolaborasi internasional sekaligus penguatan peran UAI sebagai center of excellence.

Rektor juga menyampaikan bahwa kedepannya Bahasa Mandarin akan menjadi mata kuliah wajib untuk setiap program studi di UAI. Mata kuliah Bahasa Mandarin merupakan bagian dari strategi UAI untuk membekali mahasiswa menghadapi dunia industri, dimana saat ini Tiongkok menjadi negara dengan industri yang paling maju di dunia.

Sambutan Perwakilan YPI Al Azhar

Sementara itu, Prof. Dr. Suparji Ahmad, S.H., M.H., selaku perwakilan Pengurus Yayasan Pesantren Islam Al Azhar (YPIA) menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan PBM dan kerja sama yang telah berjalan dengan baik. Beliau menekankan pentingnya Pusat Bahasa Mandarin agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat bahasa, tetapi juga sebagai pusat studi yang mendukung penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi. Program PBM diharapkan dapat disusun secara terarah, terukur, dan memiliki ciri khas tersendiri sebagai daya tarik institusi serta peningkatan jumlah mahasiswa baru.

Pemaparan Laporan Program Kerja PBM UAI

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan Laporan Program Kerja PBM Tahun 2025 oleh Wang Daxin, yang kemudian disusul dengan tanggapan dari Wakil Rektor II. Dalam arahannya, Wakil Rektor II menyoroti pentingnya kejelasan tata kelola, tanggung jawab hukum, pengelolaan anggaran, rencana bisnis, serta kinerja keuangan PBM, termasuk dampaknya terhadap reputasi Universitas Al-Azhar Indonesia.

Selanjutnya, Dosen Prodi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UAI, Feri Ansori, S.S., M.Ed., memaparkan Rencana Program Kerja PBM Tahun 2026 yang kemudian dibahas dalam sesi diskusi. Dalam sesi tersebut, Wang Daxin menjelaskan peran PBM sebagai jembatan antara UAI dan dunia usaha serta industri melalui berbagai program, di antaranya pelatihan bagi pegawai industri serta pengembangan China-ASEAN Information Harbor (CAIH) Artificial Intelligence (AI) Corpus. Pengembangan korpus data ini dinilai memiliki nilai strategis jangka panjang dalam mendukung pengembangan big data dan kecerdasan buatan, sekaligus membuka peluang manfaat finansial dan peningkatan reputasi bagi UAI.

Rapat kerja PBM UAI tahun 2026 ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola, arah program, serta peran Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al-Azhar Indonesia sebagai bagian dari pengembangan kerja sama internasional yang berkelanjutan dan berdampak bagi penguatan hubungan antar institusi serta peningkatan value mahasiswa UAI.