Ibrahim Nur Wahid, Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2023, menyampaikan pesan reflektif tentang pentingnya mengingat kematian dalam sebuah kuliah tujuh menit (kultum) di hadapan jamaah Masjid Agung Al Azhar setelah Salat Zuhur pada Selasa, 20 Januari 2026. Melalui kultum tersebut, ia mengajak jamaah untuk menata kembali arah hidup di tengah kesibukan dunia yang kian padat.
Ia membuka renungannya dengan pertanyaan sederhana namun mendalam. “Kapan terakhir kali kita benar-benar mengingat kematian? Bukan sekadar mendengar kabar duka, tetapi merenung dengan jujur, apakah kita sudah siap jika hari ini adalah hari terakhir,” ujarnya.
Menurutnya, kesibukan pekerjaan, tuntutan akademik, tanggung jawab keluarga, serta ambisi masa depan seringkali membuat manusia fokus mempersiapkan kehidupan dunia, namun lalai mempersiapkan akhir kehidupan. Padahal, Allah Swt. telah menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian tanpa pengecualian.
Ia menekankan bahwa di hadapan kematian, seluruh status sosial, jabatan, dan gelar tidak lagi berarti. “Yang tersisa hanyalah iman dan amal. Bukan seberapa tinggi kedudukan kita di dunia, tetapi bagaimana keadaan hati kita saat diwafatkan,” tuturnya.
Ibrahim juga menyampaikan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman dari ajal. Kematian akan datang sesuai dengan ketetapan Allah Swt., dimanapun manusia berada. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri sejak dini.
Mengutip pesan Rasulullah SAW., ia mengajak jamaah untuk memperbanyak mengingat kematian sebagai pemutus kenikmatan dunia. “Orang yang ingat mati akan lebih jujur, amanah, dan tidak gemar menunda shalat maupun taubat,”jelasnya.
Menutup kultum Zuhur, Ibrahim menegaskan bahwa manusia kelak tidak akan ditanya seberapa sibuk menjalani kehidupan dunia, melainkan seberapa taat ia kepada Allah SWT.