Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan Konferensi Guru Bahasa Mandarin dan Forum Kepala Sekolah Nasional 2026 pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Auditorium UAI Lantai 3 serta Ruang 317A dan 317C. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Universitas Al-Azhar Indonesia bekerja sama dengan Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al-Azhar Indonesia (PBM UAI/Confucius Institute) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan DKI Jakarta (BBGTK DKI Jakarta).
Mengusung tema “Inovasi dan Praktik Lintas Budaya dalam Penguatan Kapasitas Guru Bahasa Mandarin Berbasis Deep Learning”, kegiatan ini menjadi wadah akademik dan profesional bagi guru Bahasa Mandarin lokal serta kepala sekolah jenjang pendidikan menengah dalam memperkuat kolaborasi kelembagaan dan peningkatan mutu pembelajaran Bahasa Mandarin di Indonesia.
Kehadiran Pimpinan dan Pemangku Kepentingan
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Al-Azhar Indonesia, pimpinan Pusat Bahasa Mandarin UAI, serta pemangku kepentingan pendidikan nasional dan internasional. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd. secara daring, Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia, Chen Wu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih, S.S., S.Sos., M.A., Ph.D., Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., Kepala BBGTK DKI Jakarta, Erfan Agus Munif, S.Pd., M.Pd., beserta jajaran UAI.
Sambutan Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia
Dalam sambutannya, Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menegaskan bahwa penguatan pembelajaran Bahasa Mandarin merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, adaptif terhadap perubahan, serta tetap berakar pada nilai karakter dan kebangsaan. “Melalui konferensi dan Forum Kepala Sekolah ini, diharapkan dapat terbangun sinergi berkelanjutan antara sekolah dan perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di era global,” tutur beliau.
Laporan Penyelenggaraan Kegiatan
Dalam laporannya, Direktur Pusat Bahasa Mandarin UAI, Feri Ansori, S.S., M.Ed., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan yang kedua, setelah sebelumnya PBM UAI menyelenggarakan kegiatan serupa pada tahun 2022 bekerja sama dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bahasa. Penyelenggaraan tahun 2026 ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan Universitas Al-Azhar Indonesia dalam mendukung peningkatan kompetensi guru Bahasa Mandarin sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi antara sekolah menengah, perguruan tinggi, dan para pemangku kepentingan pendidikan.
Sambutan Narasumber Nasional dan Internasional
Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia, Chen Wu, menyampaikan bahwa pendidikan Bahasa Mandarin memiliki peran strategis dalam memperkuat kerja sama dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok. Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., turut menyampaikan sambutan secara daring yang menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru melalui pendekatan deep learning serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan pendidikan.
Pengenalan Institusi dan Paparan Mitra
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengenalan Universitas Al-Azhar Indonesia serta Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UAI yang disampaikan oleh Ketua Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UAI, Dr. Faisal Hendra, Lc., M.A. Sesi ini diikuti dengan pemaparan Pusat Bahasa Mandarin Universitas Al-Azhar Indonesia (Confucius Institute) oleh Direktur PBM UAI pihak Tiongkok, Wang Daxin. Ketua BBGTK DKI Jakarta, Erfan Agus Munif, S.Pd., M.Pd., turut menyampaikan pemaparan program pengembangan kompetensi guru.
Pengalaman Budaya Tiongkok dan Partisipasi Sponsor
Selain sesi pemaparan, kegiatan juga berlangsung dalam suasana yang interaktif dengan antusiasme peserta. Para guru dan kepala sekolah tampak aktif mengikuti rangkaian pengalaman budaya Tiongkok seperti kaligrafi, seni teh, seni menggunting kertas, dan seni tiup yang disambut positif. Interaksi antara peserta, narasumber, dan mitra turut menciptakan atmosfer kolaboratif yang memperkaya pemahaman lintas budaya.
Pada kesempatan yang sama, para sponsor yaitu PT Wahana Piranti Teknologi, PT Manufaktur Peralatan Air Bersih, COCOUP, PT TalkCloud Technology Indonesia, dan CUCAS turut berpartisipasi melalui sesi pemaparan dukungan produk dan layanan yang dapat menunjang pembelajaran Bahasa Mandarin.
Kelas Paralel Guru dan Forum Kepala Sekolah
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kelas paralel yang terbagi ke dalam Forum Kepala Sekolah dan Sesi Guru Bahasa Mandarin. Forum Kepala Sekolah dipandu oleh Direktur Pusat Bahasa Mandarin UAI, Feri Ansori, S.S., M.Ed., yang memfasilitasi dialog strategis terkait penguatan kerja sama kelembagaan, dukungan institusional terhadap pembelajaran Bahasa Mandarin, serta peluang kolaborasi antara sekolah menengah dan perguruan tinggi.
Sesi Guru Bahasa Mandarin dipandu oleh Ketua Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok, UAI Dr. Nanda Lailatul Qadriani, S.Pd., M.TCSOL, dengan fokus pada penguatan kompetensi pedagogik, pengembangan kurikulum, serta inovasi metode dan media pembelajaran Bahasa Mandarin berbasis deep learning.
Acara ditutup dengan penyampaian penutup oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing, Lestari Puspitaningsih, S.S., S.Sos., M.A., Ph.D. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan hasil pertemuan antara para guru Bahasa Mandarin dan para kepala sekolah.
Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok Universitas Al-Azhar Indonesia adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan kompetensi bahasa, wawasan lintas budaya, dan daya saing global. Yuk, daftar sekarang juga!



















