Buya Hamka menjadi tokoh yang dimuliakan oleh Jayanto, pimpinan redaksi HEADLINNEWS yang me-launching harian nasional baru yaitu HEADLINNEWS.
Pemilihan Universitas Al-Azhar Indonesia sebagai pusat peluncuran media nasional yang baru ini termotivasi oleh perjuangan Buya Hamka yang tidak hanya demi kepentingan Islam, tetapi memperjuangkan kepentingan Indonesia tentunya.
Peluncuran media nasional HEADLINNEWS menurut pimpinan redaksi Jayanto Arus Adi adalah ingin membangun semangat untuk membangun kebaikan dengan niat yang juga baik. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh bidang pers nasional.
Beberapa pimpinan redaksi nasional, sineas film, sastrawan, akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta hingga pejabat pemerintahan hadir dalam acara peluncuran media nasional HEADLINNEWS ini di Universitas Al-Azhar Indonesia.
Hadirnya media nasional HEADLINENEWS ini berupaya untuk membangun perubahan informasi nasional. HEADLINNEWS ini memilik beberapa kanal seperti berita, opini, ekonomi, gaya hidup, ekonomi, dan ke depan akan lebih banyak fitur-fitur menarik yang memiliki segmentasi. Media nasional ini menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas untuk mendapatkan berita yang penting bagi kemajuan informasi masyarakat.
Jayanto Arus Adi menjelaskan bahwa teknologi online yang dikembangkan oleh HEADLINNEWS adalah teknologi termoderen dalam perkembangan dunia pers saat ini. Dalam acara peluncuran ini juga meluncurkan kolom Lentera Hukum oleh Dosen Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia, Fokky Fuad Wasitaatmadja. Kolom ini mengulas dinamika dunia hukum dari beragam perspektif khususnya dalam tataran sociolegal dan tidak terpaku pada perspektif dogmatika hukum semata.
Menurut Jayanto Arus Adi, jumlah media online di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 400.000. Besarnya jumlahnya media massa ini semakin rumit dengan ramainya dunia buzzer semakin menguatkan HEADLINNEWS untuk tetap berpijak pada suara kebenaran yang hendak disampaikan.
Fokky Fuad selalu penulis kolom Lentera Hukum dalam kegiatan peluncuran media HEADLINNEWS ini menjelaskan bahwa dalam dunia hukum pers menjadi penting dalam menyampaikan pesan-pesan moralitas hukum. Media massa menjadi saranan menyampaikan kebenaran kepada masyarakat luas. Hukum dapat disampaikan dengan metode bahasa yang lebih mudah untuk difahami masyarakat luas. Berbeda dengan sarana jurnal ilmiah yang menghadirkan hukum dengan bahasa yang liat, begitu sulit untuk difahami masyarakat awam.
Sariat Arifia sebagai penulis kolom Lentera Sariat menjelaskan diperlukan reformasi hukum. Banyak pihak yang menyatakan bahwa reformasi telah mati di Indonesia. Kebijakan hukum sejatinya tidak berpijak pada kepentingan oligarki yang berkarakter transaksional sehingga mampu membonsai hak-hak masyarakat. Perlu dikembangkan kembali pemikiran hukum yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Sedangkan Prof. Sri Puryono menjelaskan konsep Sapta Purna Pranata. Dalam konsep ini hukum harus melihat pula gerak aktif aparatur penegak hukum yang berpihak pada integritas manusia. Menurut Prof. Sri Puryono melihat adanya Indonesia sebagai negara Pancasila perlu pembenahan SDM yang saat penting. Banyaknya kasus hukum di Indonesia menunjukkan perlu adanya komitmen kuat, dan konsistensi manusia sebagai pelaksana hukum.
Menegakkan kebenaran itu sangat sulit, tetapi tanpa kebenaran hidup menjadi tak berarti. Melalui HEADLINNEWS ini diharapkan kebenaran dapat diungkap.
Penulis : Fokky Fuad Wasitaatmadja, Dekan Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia


