Memasuki dunia perkuliahan adalah pengalaman yang tidak sepenuhnya mudah. Sebagai mahasiswa baru, saya datang dengan banyak pertanyaan, ekspektasi, sekaligus kecemasan kecil yang sulit dihindari. Semester pertama di Universitas Al-Azhar Indonesia menjadi fase penting bagi saya untuk beradaptasi, bukan hanya dengan sistem akademik, tetapi juga dengan ritme kehidupan kampus yang benar-benar baru.

Di awal perkuliahan, saya menyadari bahwa UAI tidak menuntut mahasiswa barunya untuk langsung “siap”. Ada ruang untuk belajar memahami alur perkuliahan, mengenal cara dosen mengajar, serta menyesuaikan diri dengan tuntutan akademik yang berbeda dari sekolah menengah. Proses ini tidak berjalan instan, tetapi terasa wajar dan manusiawi.

Selama satu semester, saya belajar mengatur waktu dengan lebih sadar. Tidak ada lagi pengingat seperti di sekolah, tetapi ada tanggung jawab pribadi yang harus dipegang. Lingkungan kampus di UAI membantu saya memahami hal ini tanpa tekanan berlebihan. Saya merasa diberi kepercayaan untuk belajar mandiri, sekaligus diarahkan agar tidak kehilangan arah.

Yang paling saya rasakan adalah suasana kampus yang relatif tenang. Ketenangan ini memberi saya ruang untuk berpikir dan menyesuaikan diri secara perlahan. Saya bisa mengenali pola belajar saya sendiri, memahami kapan harus serius dan kapan perlu beristirahat. Bagi saya, ini menjadi bagian penting dari proses adaptasi yang sering kali tidak disadari.

Universitas Al-Azhar Indonesia juga mengajarkan saya bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal hadir di kelas dan mengerjakan tugas. Ada proses pembentukan sikap bagaimana cara berinteraksi, cara menyampaikan pendapat, dan cara menghargai perbedaan. Nilai-nilai ini tidak disampaikan secara menggurui, tetapi terasa dalam keseharian kampus.

Setelah satu semester berlalu, saya menyadari bahwa proses adaptasi di UAI berjalan dengan ritme yang pelan namun konsisten. Saya belum sepenuhnya “selesai” beradaptasi, tetapi saya merasa berada di jalur yang tepat. Bagi saya, Universitas Al-Azhar Indonesia bukan hanya tempat belajar secara akademik, tetapi juga ruang aman untuk tumbuh sebagai mahasiswa baru tanpa harus kehilangan diri sendiri.

Penulis : Dita Syaira, Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia
Sumber : Kompasiana.com