JAKARTA, 16 Feb 2026 – Pernahkah Anda melihat dua orang dengan tinggi dan berat badan yang sama persis, namun bentuk tubuh mereka terlihat sangat berbeda? Fenomena yang sering membingungkan remaja ini bukanlah ilusi optik, melainkan fakta ilmiah tentang komposisi tubuh. Menjawab rasa penasaran tersebut, Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menggelar acara edukatif bertajuk “JADI AHLI GIZI SEHARI – BATCH 1” pada Sabtu, 28 Februari 2026.

​Mengusung tema “Berat Badan Sama, Tapi Kok Aku dan Dia Terlihat Berbeda?”, acara ini mengundang siswa SMA/sederajat untuk membongkar mitos kesehatan dan merasakan langsung simulasi kuliah di jurusan Gizi.

​Bukan Sihir, Tapi Sains: Memahami Densitas Tubuh

Acara ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan bahwa banyak remaja terjebak pada body image yang salah hanya karena terpaku pada angka timbangan.

Zakia Umami, S.Gz., M.Si., Kepala Laboratorium Program Studi Gizi UAI, menjelaskan, “Kuncinya ada pada densitas. Massa otot jauh lebih padat dan memakan tempat yang lebih sedikit dibandingkan lemak. Jadi, seseorang yang rajin berolahraga bisa jadi memiliki berat yang sama dengan yang tidak, tapi terlihat jauh lebih ramping dan kencang. Melalui acara ini, kami ingin siswa SMA paham bahwa tujuan kesehatan itu adalah komposisi tubuh yang ideal, bukan sekadar kurus.”

Simulasi Nyata: Dari Laboratorium hingga Meja Konsultasi

Berbeda dengan seminar kesehatan biasa, “Jadi Ahli Gizi Sehari” dirancang sebagai pengalaman hands-on yang imersif. Peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi berperan aktif layaknya mahasiswa Gizi UAI. Didampingi dosen ahli dan kakak mahasiswa, peserta akan terlibat dalam:

  1. Detektif Komposisi Tubuh: Praktik langsung menggunakan teknologi Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) di laboratorium untuk memetakan kadar lemak, massa otot, dan air dalam tubuh mereka sendiri.
  2. Personalized Nutrition Planning: Belajar menghitung kebutuhan kalori dan zat gizi spesifik berdasarkan usia, aktivitas, dan hasil pengukuran tubuh mereka. Bukan diet ketat, tapi gizi seimbang.
  3. Smart Consumer Workshop: Membedah label pangan kemasan agar tidak mudah tertipu klaim marketing produk makanan yang “katanya sehat”.
  4. Eksplorasi Kampus: Tur fasilitas pembelajaran di UAI yang mendukung studi gizi modern.

Prodi Gizi UAI: Sains Modern Berbalut Nilai Islami

Acara ini juga menjadi jendela bagi siswa untuk mengenal Program Studi Gizi UAI lebih dalam. Berada di bawah Fakultas Sains dan Teknologi dan terakreditasi “Baik Sekali”, Prodi Gizi UAI memiliki keunggulan unik dalam mengintegrasikan sains gizi mutakhir dengan nilai-nilai keislaman, khususnya terkait prinsip Halal dan Thoyyib.

​”Lulusan kami dicetak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki etika kuat. Prospek kariernya sangat luas dan future-proof, mulai dari clinical dietitian di rumah sakit, konsultan industri pangan halal, peneliti, hingga nutripreneur (wirausaha gizi) yang sedang tren saat ini,” tambah Zakia Umami, S.Gz., M.Si., kepala Laboratorium Gizi.

Acara ini terbuka GRATIS untuk siswa SMA/sederajat dan guru pendamping dengan kuota terbatas. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka yang tertarik di bidang kesehatan dan sains untuk mendapatkan gambaran nyata sebelum memilih jurusan kuliah.