Deretan stan bazaar mahasiswa memenuhi Lobi UAI pada Jumat, 30 Januari 2026, dalam rangkaian Business Launching XXI Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen UAI. Kegiatan ini menjadi wadah praktik langsung bagi mahasiswa Program Studi Manajemen untuk menampilkan sekaligus menguji ide dan prototipe bisnis yang telah mereka kembangkan selama satu semester.
Mengusung tema “UMKM Next-Gen: Usaha Cerdas di Era Gen-Z”, bazaar menghadirkan sekitar 30 stan yang sebagian besar dikelola mahasiswa semester tiga melalui mata kuliah Kewirausahaan, serta didukung tenant eksternal dan sponsor. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari makanan dan minuman, fashion, aksesori, parfum, jasa, hingga inovasi berbasis teknologi seperti aplikasi dan sistem logistik.
Ajang Pameran dan Uji Pasar
Dalam rangkaian pembelajaran kewirausahaan, bazaar ini menjadi ajang pameran sekaligus uji pasar bagi ide dan prototipe bisnis mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya mempresentasikan konsep usaha, tetapi juga berinteraksi langsung dengan pengunjung untuk melihat respons pasar secara nyata.
Pengunjung, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum, turut mengisi kuesioner sebagai bagian dari proses validasi pasar. Melalui umpan balik tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai potensi produk, kekuatan konsep, serta aspek yang masih perlu disempurnakan.
Ditha Riyansa, S.E., M.S.M., selaku dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan, menjelaskan bahwa bazaar menjadi momentum penting dalam proses pembelajaran mahasiswa. “Expo ini bukan sekadar ajang jual beli, tetapi sarana bagi mahasiswa untuk menguji ide dan melihat respons nyata dari pasar sebelum masuk ke tahap studi kelayakan bisnis,” jelas beliau.
Pembelajaran Berkelanjutan hingga Peluncuran
Dr. Bambang Eko Samiono, S.T., M.M., CHRP., selaku dosen pengampu mata kuliah Proyek Bisnis, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai proses pembelajaran berkelanjutan. “Mahasiswa belajar tidak hanya merancang ide, tetapi juga menguji, mengevaluasi, dan memperbaikinya agar bisnis yang dikembangkan benar-benar layak untuk diluncurkan,” tutur beliau.
Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh mahasiswa. Novia, salah satu tenant bazaar, mengungkapkan bahwa kegiatan ini membantunya memahami dinamika pasar secara langsung. “Saya jadi bisa melihat bagaimana respons konsumen terhadap produk yang saya tawarkan. Dari situ saya tahu apa yang perlu diperbaiki dan dikembangkan ke depannya,” ujarnya.
Bazaar Kewirausahaan ini merupakan bagian dari kurikulum terstruktur yang dimulai dari mata kuliah Kewirausahaan, dilanjutkan ke Studi Kelayakan Bisnis, hingga Proyek Bisnis sebagai tahap peluncuran. Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi menjalani langsung proses perencanaan, pengujian, evaluasi, hingga pengembangan usaha.
Melalui Bazaar Business Launching XXI, Program Studi Manajemen UAI menghadirkan ruang pembelajaran aplikatif yang mempertemukan ide mahasiswa dengan dinamika pasar sesungguhnya, sekaligus menumbuhkan kesiapan mereka menjadi wirausahawan muda yang adaptif dan berdaya saing.








