Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) turut berpartisipasi dalam Coaching Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) dan Penandatanganan Kontrak Pendanaan Riset yang diselenggarakan pada 28–29 April 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kementerian Dikti Saintek merupakan bagian dari upaya penguatan ekosistem riset berbasis sains dan teknologi di perguruan tinggi Indonesia, khususnya dalam mendukung pelaksanaan penelitian yang berdampak dan berkelanjutan.

Kegiatan Coaching Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) yang dilaksanakan pada tanggal 28 April 2026, dihadiri oleh ketua peneliti program Bestari UAI yakni Dr. Nunung Nurhasanah, S.T., M.Si, yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Teknik Industri UAI. Sedangkan kegiatan penandatangan kontrak riset Bestari Saintek antara pihak UAI dengan Kemdiktisaintek pada tanggal 29 April 2026, UAI diwakili oleh Kepala Lembaga Penelitian, Inovasi, dan Pemberdayaan Masyarakat (LPIPM) UAI, Dr. rer. nat. Yunus Effendi, S.Pd., M.Si., M.Sc., dan Dr. Nunung Nurhasanah, S.T., M.Si. selaku ketua peneliti Bestari Saintek UAI

Program Bestari Saintek 2026 yang diluncurkan Kemdiktisaintek dan LPDP menetapkan 122 tim riset sebagai penerima pendanaan dari total 2.499 proposal yang masuk. Program ini berfokus pada Living Lab dengan total dana Rp57,5 miliar untuk mendorong inovasi berdampak di delapan sektor utama. Fokus: Non-Traditional Research Output (NTRO) (Prototipe, Kebijakan, Inovasi terimplementasi). Kolaborasi: melibatkan 341 Mitra, 854 Dosen, dan Tenaga Kependidikan.

Sebelumnya diawali adanya Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek nomor 94.A/DST/D.D4/AL.04.02/2026 tanggal 12 Februari 2026 tentang Penetapan Penerima Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) di Perguruan Tinggi Tahun 2025-2026. sebanyak 122 tim periset dinyatakan lulus sebagai penerima Program Bestari Saintek Tahun 2025-2026.

Dalam program tersebut, Dr. Nunung Nurhasanah menjadi salah satu penerima pendanaan Penelitian Bestari Saintek untuk judul “Implementasi Sistem Permakultur Cerdas Terintegrasi untuk Optimalisasi Energi Terbarukan di Living Lab Pesantren Riyadul Muta’alimin. UAI juga tercatat sebagai salah satu dari 64 perguruan tinggi penerima pendanaan di seluruh Indonesia dengan total pendanaan sebesar Rp.408.163.265, berdasarkan nomor Kontrak 079.A/DST/D.D4/AL.04.03/2026 dan 029/PKS/B-05/UAI/IV/2026 antara Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek dan Universitas Al-Azhar Indonesia. Hal ini menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan untuk UAI, mengingat hanya 122 proposal (4,9%) yang lolos untuk didanai dari total 2499 proposal yang masuk pada program Bestari Saintek 2026 ini.  

Coaching Program Bestari Saintek berlangsung selama dua hari dengan rangkaian agenda mulai dari sesi pembukaan, pemaparan mekanisme program, penguatan tata kelola pendanaan, hingga pengenalan sistem e-Rispro sebagai platform administrasi penelitian. Peserta juga mendapatkan sesi konsultasi teknis dan substansi bersama fasilitator serta tim pakar untuk memastikan kesiapan pelaksanaan riset. Hari kedua kegiatan diisi dengan Kick Off Program Bestari Saintek serta penandatanganan kontrak pendanaan riset. Selain itu, turut dilaksanakan sesi business matching yang mempertemukan perguruan tinggi dengan mitra industri serta kementerian/lembaga terkait guna memperkuat potensi hilirisasi hasil penelitian.

Keikutsertaan Universitas Al-Azhar Indonesia dalam Coaching Program Bestari Saintek menjadi bentuk komitmen pendidikan tinggi dalam memperkuat kualitas riset yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak, sekaligus mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan.