Select Page

Wakil Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan (FPP) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Bahrul Ulum, BSc., M.A., Ph.D., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Agung Al-Azhar, Jumat, 11 September 2026. Dalam khutbahnya, Bahrul mengangkat tema “Musibah antara Siksaan dan Peringatan” dengan mengaitkannya pada berbagai musibah yang terjadi di Indonesia.

Bahrul menjelaskan bahwa musibah tidak selalu dapat dimaknai sebagai siksaan. Maknanya dapat berbeda sesuai dengan kondisi orang yang mengalaminya. Bagi orang beriman dan bertakwa, musibah dapat menjadi ujian sebagai bagian dari proses penguatan keimanan. Sementara dalam kondisi tertentu, musibah dapat menjadi peringatan atau azab bagi mereka yang melakukan kemaksiatan.

“Apabila musibah itu diturunkan oleh Allah kepada orang-orang mukmin, kepada mereka yang teguh keimanannya dan menjalankan ketaatan kepada Allah, maka musibah yang ditimpakan kepada mereka dimaknai sebagai ujian,” ujar Bahrul dalam khutbahnya.

Ia menjelaskan bahwa ujian merupakan bagian dari sunatullah yang perlu dihadapi dengan sabar, teguh, serta berbaik sangka kepada Allah SWT. Sikap seseorang dalam menghadapi musibah menjadi bagian penting dalam menjalani ujian tersebut.

Bahrul juga menekankan pentingnya sikap rida terhadap ketetapan Allah SWT. Menurutnya, menerima ketetapan Allah bukan berarti mengabaikan penderitaan yang dialami, melainkan tetap menyerahkan diri kepada-Nya dan menghadapi ujian dengan sikap yang tepat.

Melalui khutbah tersebut, Wakil Dekan FPP UAI mengajak jemaah menjadikan musibah sebagai bahan introspeksi sekaligus memperkuat kesabaran, keteguhan, dan kedekatan kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan jemaah untuk senantiasa berdoa agar musibah yang terjadi segera diangkat dan setiap ujian yang dihadapi menjadi sumber pahala.