Select Page

Rangkaian PKKMB UAI 2026 turut mengajak mahasiswa baru mengenal sosok Buya Hamka sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Indonesia serta perjalanan Al-Azhar di Indonesia. Materi “Nilai Kehidupan by Buya Hamka” disampaikan Akmal Sjafril pada hari pertama PKKMB, Rabu, 16 September 2026.

Dalam pemaparannya, Akmal Sjafril memperkenalkan Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau Buya Hamka sebagai ulama sekaligus sastrawan besar Indonesia. Salah satu bagian yang dibahas ialah peran Buya Hamka dalam sejarah Masjid Agung Kebayoran Baru yang kemudian dikenal sebagai Masjid Agung Al Azhar.

Akmal juga membahas sejumlah tantangan yang dihadapi Buya Hamka sejak masa kecil, termasuk dalam perjalanan pendidikannya. Salah satunya ketika Buya Hamka mengalami kesulitan dalam pelajaran bahasa Arab di tingkat dasar yang berkaitan dengan metode pembelajaran yang diterimanya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup Buya Hamka yang kemudian dikenal melalui pemikiran dan kiprahnya sebagai ulama, sastrawan, serta tokoh masyarakat. Menurut Akmal, nilai-nilai Islam menjadi prinsip utama dalam kehidupan Buya Hamka.

Akmal juga membahas cara Buya Hamka menyampaikan kritik sosial sekaligus berhubungan dengan masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu sisi kehidupan Buya Hamka yang diperkenalkan kepada mahasiswa baru dalam materi tersebut.

Melalui materi tersebut, mahasiswa baru diajak mengenal Buya Hamka tidak sekadar sebagai tokoh sejarah, tetapi juga melalui perjalanan hidup, nilai, dan pemikirannya. Materi tersebut mengajak mahasiswa melihat perjalanan hidup Buya Hamka sebagai refleksi tentang keteguhan, nilai Islam, dan peran intelektual di tengah masyarakat.