Select Page

Dua mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Yasmin Fadillah dan Andrew Hugo Suseno, akan mengikuti program mobilitas internasional di Tohoku University, Jepang, periode 2026-2027. Program selama satu tahun tersebut menjadi kesempatan bagi keduanya untuk menerapkan pembelajaran yang telah diperoleh selama menempuh studi di UAI sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat Jepang.

Yasmin dan Andrew akan mengikuti perkuliahan Applied Japanese Literature di Tohoku University. Bagi Yasmin, kesempatan tersebut menjadi ruang untuk menerapkan kemampuan bahasa dan pemahaman budaya Jepang yang telah dipelajari di UAI. 

“Karena di Universitas Al-Azhar ini saya sudah belajar bahasa dan kebudayaan Jepang, sekarang saya mau mengimplementasikan apa yang sudah pernah saya pelajari di sana dan berinteraksi langsung dengan native speaker Jepang,” ujar Yasmin.

Selain perkuliahan, keduanya berencana mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan kebudayaan di Tohoku University serta bergabung dengan PPI Sendai. Interaksi dengan mahasiswa dan masyarakat Jepang menjadi salah satu cara untuk memperkaya pengalaman selama berada di Jepang.

Persiapan keberangkatan dilakukan dengan mencari informasi mengenai transportasi dari Bandara Narita menuju Sendai, kondisi wilayah, serta kebutuhan hidup selama berada di Jepang. Keduanya juga mempersiapkan diri secara mental karena program ini menjadi pengalaman pertama mereka tinggal di Jepang dalam waktu yang panjang. Sebelumnya, mereka pernah berinteraksi dengan mahasiswa Jepang melalui program pertukaran yang berlangsung selama sekitar dua minggu di UAI.

Selama mengikuti program, Yasmin dan Andrew akan memperoleh tunjangan dari Japan Student Services Organization (JASSO) sebesar 80.000 yen per bulan. Keduanya juga telah berdiskusi dengan pembimbing akademik mengenai rencana kegiatan selama satu tahun. Pada semester pertama, mereka akan berfokus pada kegiatan akademik sebelum mempertimbangkan kesempatan magang pada semester kedua.

Ketua Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UAI, Dr. Nina Alia Ariefa, S.S., M.Si., berharap pengalaman tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk memperkaya wawasan dan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.

“Harapannya yang pertama, mereka bisa memperkaya diri mereka dengan pengalaman sebanyak-banyaknya. Berinteraksi dengan banyak orang agar mudah tentunya dan kemampuan mereka untuk bisa berkenalan dengan budaya baru,” ujar Nina.

Bagi Yasmin dan Andrew,  belajar di Tohoku University pada periode 2026-2027 menjadi bagian dari perjalanan akademik yang akan mempertemukan mereka dengan pengalaman baru, baik di dalam maupun di luar lingkungan perkuliahan.