Select Page

Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menerima kunjungan delegasi penerbit Tiongkok dalam kegiatan Peringatan Sepuluh Tahun Berdirinya Pustaka Budaya Tiongkok Universitas Al-Azhar dan Pertukaran Literasi Kampus. Kegiatan berlangsung di Ruang Serbaguna UAI, Lantai 2, pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Dr. Mohamad Ghozali Moenawar, Lc., M.M., selaku Direktur Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional UAI, Akhmad Safik, S.E., M.H., LL.M., selaku Perwakilan Dewan Pengurus PBMKT UAI, Dr. Nanda Lailatul Qadriani, S.Pd., M.TCSOL., selaku Ketua Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UAI, Anita, S.Hum., M.Hum., selaku Kepala UPT Perpustakaan UAI, serta Wang Daxin selaku Direktur PBMKT UAI dari Tiongkok.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Cao Zhenya, Deputy Director Information Center, Publicity Department of the CPC Central Committee, bersama jajaran delegasi Tiongkok. Kehadiran mereka juga didampingi Rahmat Sukasa, Penasihat Senior Asosiasi Persahabatan Tiongkok-Indonesia, bersama jajaran.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pertukaran literasi dan diskusi bersama tim Perpustakaan UAI. Diskusi tersebut membahas penjajakan kolaborasi antara Perpustakaan UAI dan Pustaka Budaya Tiongkok. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan buku dari penerbit Tiongkok kepada Perpustakaan UAI sebagai bagian dari pertukaran literasi.

Dalam sambutannya, Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi UAI untuk membangun kolaborasi dengan penerbit dari Tiongkok. “Ini tentu akan bermanfaat bagi kami sebagai perguruan tinggi untuk kita jadikan kolaborasi pembelajaran tentang budaya, bahasa, dan juga meningkatkan kolaborasi di bidang penerbitan buku,” ujar Prof. Widodo.

Akhmad Safik, S.E., M.H., LL.M., turut menyampaikan laporan mengenai keberadaan dan perkembangan PBMKT UAI. Dalam laporannya, Safik menyebut PBMKT UAI telah hadir selama 16 tahun. Ia juga menjelaskan keberadaan koleksi buku Tiongkok telah dimanfaatkan mahasiswa UAI selama 10 tahun.

Cao Zhenya juga menyoroti peran PBMKT UAI dalam mendukung pengenalan bahasa dan kebudayaan Tiongkok melalui koleksi buku serta berbagai kegiatan literasi. Ia berharap pengembangan koleksi dan kegiatan kebudayaan di PBMKT UAI dapat terus dilakukan. “Kami berharap koleksi buku di Pusat Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UAI terus bertambah dan sarana kegiatan kebudayaan terus berkembang serta berinovasi,” ujar Cao Zhenya.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan delegasi ke Pustaka Budaya Tiongkok dan ditutup dengan foto bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UAI memperluas jejaring literasi sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pihak Tiongkok.