Gagasan kewirausahaan mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui produk komersial, tetapi juga melalui inovasi yang membawa nilai edukasi dan keislaman. Hal tersebut ditunjukkan Tim Tajwiduna Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) yang berhasil meraih Juara 2 Kompetisi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) EXPO 2026 kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan – Tahapan Awal. Atas capaian tersebut, UAI memberikan apresiasi kepada Tim Tajwiduna dalam pertemuan di Ruang Rektor UAI, Rabu, 7 Oktober 2026.
Pertemuan dihadiri Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Wakil Rektor II UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., Direktur Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni (DKKA) UAI Andri Hadiansyah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Dr. Bambang Eko Samiono, S.T., M.M., selaku Pembimbing Tim P2MW, beserta tim DKKA UAI.
Dalam KMI EXPO 2026, UAI mengikutsertakan Tim Tajwiduna yang membawa gagasan kewirausahaan di bidang pembelajaran Al-Qur’an. Persiapan dilakukan melalui pembinaan dan pengembangan gagasan kewirausahaan mahasiswa. Tim Tajwiduna beranggotakan Asrafi Syafiq Iswara dan Raissa Adhwa Syahla Haq, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Arab Angkatan 2023.
Tajwiduna merupakan inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang mengajarkan tajwid dan irama membaca Al-Qur’an sekaligus membantu peserta memahami makna ayat melalui irama yang sesuai dengan konteks ayat. Inovasi tersebut dikembangkan melalui buku nagham Al-Qur’an ber-ISBN, situs Tajwiduna.co.id, serta e-learning dan program kelompok bermain Al-Qur’an bagi anak usia 3–5 tahun. Dalam pertemuan tersebut, Tim Tajwiduna juga menyerahkan buku nagham Al-Qur’an kepada Rektor UAI sebagai bagian dari pengenalan karya yang telah dikembangkan.
Asrafi menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, KMI EXPO 2026 menjadi pengalaman berharga karena mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dengan beragam gagasan dan bidang kewirausahaan. Ajang tersebut juga menjadi kesempatan bagi Tim Tajwiduna untuk memperkenalkan inovasi pembelajaran Al-Qur’an yang dikembangkan.
Prof. Widodo mengapresiasi Tajwiduna sebagai karya mahasiswa yang meraih prestasi di tingkat nasional sekaligus membawa nilai keislaman yang kuat. Menurutnya, Tajwiduna memiliki potensi untuk terus dikembangkan sekaligus menjadi contoh kewirausahaan mahasiswa berbasis nilai keislaman.
“Kita juga punya spirit yang sudah dicanangkan para pendiri kita, Enterprising University. Maknanya itu dua hal. Pertama, Anda profesional di bidang itu, ahli. Tapi yang kedua, Anda bisa mengembangkan menjadi entrepreneur,” tutur Rektor.
Apresiasi tersebut menjadi bentuk dukungan UAI terhadap mahasiswa yang mengembangkan gagasan secara inovatif dan berbasis nilai.





