Penulis: Syazwina Filzatunnisa Anwarulhaq, Mahasiswi LDK KARISMA UAI
Pada momentum Milad ke-25 LDK KARISMA UAI, kita merefleksikan sejarah keislaman pada abad ke-8 hingga abad ke-14 Masehi, yang dikenal sebagai masa Golden Age Islam, sekaligus meneguhkan kembali komitmen terhadap keilmuan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk bergerak secara nyata melalui gerakan infak dan wakaf pembangunan Asrama UAI sebagai ikhtiar dalam mewariskan peradaban, sebagaimana sejarah telah mewariskan berbagai pelajaran berharga bagi umat Islam.
Di tengah arus modernisasi yang semakin pesat, umat Islam saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari gaya hidup konsumtif, pola pikir yang rigid di kalangan intelektual muda, hingga lunturnya kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan. Kondisi tersebut menjadi hal yang memprihatinkan, terlebih apabila dibandingkan dengan capaian peradaban Islam pada masa lalu yang pernah menjadi salah satu poros utama peradaban dunia.
Berangkat dari kondisi tersebut, kegiatan ini menghadirkan sinergi antara mahasiswa dengan para aktivis Palestina yang bersatu padu dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kebangkitan umat. Kehadiran mereka menjadi cerminan nyata bahwa semangat perjuangan, keteguhan iman, serta pengorbanan demi ilmu dan peradaban masih terus hidup di tengah tekanan dan penjajahan.
Kolaborasi tersebut menciptakan sinergi yang selaras dengan tema “Generasi Lentera: Olah Wawasan, Ukir Peradaban (GLOW UP)”. Tema ini bukan sekadar tajuk atau semboyan, melainkan menjadi panggilan sekaligus tanggung jawab bagi generasi muda untuk membuka khazanah keilmuan, meneladani jejak sejarah yang telah terukir, menyiapkan cakrawala emas, serta mewujudkan peradaban baru di masa yang akan datang.
Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Adara Relief Internasional melalui kegiatan Saladin Mission Leadership. Saladin Mission merupakan program pengembangan kepemimpinan bagi pemuda yang berlangsung selama satu tahun. Pada kesempatan kali ini, kegiatan yang dilaksanakan berupa Studium General dengan tujuan utama menyiapkan generasi muda yang memiliki kepemimpinan kuat dengan semangat yang terinspirasi dari figur Shalahuddin Al-Ayyubi.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh krusial, di antaranya Ir. Maryam Rachmayani, S.Th., MM. selaku Direktur Adara Relief Internasional, Denny Hermawan, S.T., M.Kom. selaku Pembina LDK KARISMA UAI, Fathimah selaku Project Lead Saladin Mission, serta para tamu undangan lainnya.
Selama acara berlangsung, rasa haru dan syukur menyelimuti seluruh sudut tempat. Para tokoh, tamu undangan, dan peserta menyaksikan sesi pertukaran plakat antara LDK KARISMA UAI dengan Adara Relief Internasional sebagai bentuk simbolis kerja sama dan komitmen bersama dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan. Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan video ucapan dari para tokoh terkenal yang menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-25 LDK KARISMA sekaligus doa dan harapan bagi perjalanan lembaga ke depannya.
Selanjutnya, prosesi potong tumpeng dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan atas perjalanan Lembaga Dakwah Kampus ini. Momentum tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan dana simbolis infak dan wakaf kepada Asrama UAI sebagai bentuk harapan dari LDK KARISMA UAI dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak.
Setelah berbagai momentum krusial tersebut diabadikan, acara dilanjutkan dengan sesi talkshow yang menghadirkan tiga narasumber. Sarah Muthiah membahas mengenai Perang Media dan Hasbara, Ihdal Husnayain, M. Han. membahas Riset Islam dan Baitul Maqdis, sementara Muhammad Syauqi Hafiz, Lc. membahas BDS dan Gerakan Pemuda.
Sesi talkshow semakin menarik dengan kehadiran Dr. Ujang Komarudin, S.HI., M.Si. selaku keynote speaker, serta Firdaus Azhardi, S.E. selaku moderator yang mendampingi jalannya diskusi dan menemani para peserta dalam mengikuti rangkaian sesi pagi.
Memasuki siang hari ba’da Zuhur, para peserta kembali disambut dengan pantun yang dibawakan oleh MC sebagai penyemangat untuk menjalani sesi workshop pada siang hari. Sesi tersebut dibawakan oleh Tsalitsa Haura Syarifah, M.Psi., Psikolog dengan tema “The Leader Within You”.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak untuk memahami bahwa belajar menjadi pemimpin bagi diri sendiri merupakan langkah awal sebelum menjadi pemimpin bagi orang lain. Terdapat beberapa pilar penting yang perlu dimiliki, yaitu self-awareness, vision and goal setting, serta self-management. Ketiga pilar tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang mampu mengenali dirinya, menentukan arah dan tujuan, serta mengelola dirinya dengan baik dalam menjalani proses kepemimpinan.
Bersama LDK KARISMA UAI, kedepannya diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Generasi Lentera digambarkan sebagai sosok yang mampu menerangi lingkungannya melalui ilmu. Bukan sekadar menonjolkan diri, melainkan menjadi penerang bagi sesama serta memberikan arah perjalanan kepada orang-orang yang membutuhkan ilmu dan tempat untuk beribadah melalui Asrama UAI.
Dengan semangat Generasi Lentera: Olah Wawasan, Ukir Peradaban, Milad ke-25 LDK KARISMA UAI menjadi momentum untuk merefleksikan sejarah, memperkuat keilmuan, menumbuhkan kepemimpinan, serta mengubah semangat menjadi gerakan nyata dalam mewariskan peradaban bagi generasi yang akan datang.


