Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan riset melalui keterlibatan dosen tetap sekaligus Ketua Program Studi Biologi, Dr. Arief Pambudi, S.Si., M.Si., dalam program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kolaborasi Internasional. Program ini memperoleh pendanaan dari kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Bill & Melinda Gates Foundation, dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai penghubung kolaborasi sekaligus pengelola pendanaan.
Penelitian yang diikuti Arief berjudul “Deciphering Genetic Diversity and Population Structure of Indonesian Banana Germplasms and Identifying Agronomic and Disease-Resistance Loci through Genome-Wide Association Study.” Proyek riset ini dipimpin oleh Dr. Rizky Dwi Satrio dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
Mengkaji Keragaman Genetik Pisang Indonesia
Riset ini berfokus pada kajian keragaman genetik pisang di Indonesia dengan menganalisis sekitar 354 aksesi pisang, baik dari spesies liar maupun kultivar yang telah dibudidayakan. Melalui pendekatan genomik modern, tim peneliti berupaya mengidentifikasi gen atau lokus yang berperan dalam menentukan sifat penting tanaman, termasuk karakter agronomis serta ketahanan terhadap penyakit yang menjadi tantangan dalam produksi pisang.
Arief Pambudi menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan kolaborasi peneliti dari berbagai bidang keahlian, mulai dari genetika tumbuhan, bioinformatika, sistematika dan evolusi tumbuhan, interaksi tumbuhan-patogen, hingga fisiologi molekuler tumbuhan. “Proses seleksi dalam program RIIM Kolaborasi Internasional juga cukup kompetitif karena setiap proposal harus melalui evaluasi ilmiah yang menilai kebaruan riset, metodologi, serta potensi dampaknya,” ujar dosen dan Kaprodi Biologi UAI ini.
Kontribusi UAI dalam Eksperimen dan Analisis Tanaman
Dalam proyek RIIM Kolaborasi Internasional ini, UAI berkontribusi pada aspek eksperimen yang berkaitan dengan interaksi tanaman pisang dengan patogen, termasuk pengujian ketahanan terhadap Fusarium oxysporum dan Banana Bunchy Top Virus (BBTV). Sejumlah kegiatan penelitian akan dilaksanakan di laboratorium UAI, seperti penyiapan kultur tanaman in vitro, pelaksanaan bioassay penyakit, serta analisis respons biologis tanaman.
Melalui penelitian ini, tim peneliti menargetkan publikasi pada jurnal bereputasi internasional dan hak kekayaan intelektual berupa dataset genom pisang beserta marka genetik yang berkaitan dengan sifat agronomis dan ketahanan penyakit. Hasil riset tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi ilmiah dalam pengembangan varietas pisang yang lebih unggul dan adaptif terhadap berbagai tantangan budidaya.