Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Persatuan Emirat Arab (UEA) di Jakarta secara resmi membuka Forum Budaya UEA 2025 pada Selasa, 28 Oktober 2025, di Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia, Komplek Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan. Kegiatan yang mengusung tema “UEA sebagai Penghubung Bahasa Arab dengan Dunia Global” ini menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan kebudayaan dan pendidikan antara Indonesia dengan dunia Arab.

Kegiatan diawali dengan penyambutan tamu dan peserta, pembacaan Al-Qur’an dan doa, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan UEA. Suasana semakin meriah dengan penampilan Tari Ratu Jaroe, tarian khas Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.

Acara dihadiri oleh para duta besar dan perwakilan 13 negara di Timur Tengah. Para perwakilan yang hadir diantaranya dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Bahrain, Tunisia, Yaman, Suriah, Kuwait, Mauritania, Qatar, Irak, Maroko, dan Somalia. Selain perwakilan diplomatik, turut hadir pula Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat periode 2004–2005, Alwi Shihab; Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Bachtiar Najamudin; Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag., dari Kementerian Agama; Raden Usman Effendi dari Kementerian Kebudayaan; dan Krisdianto, S.Hut., M.Sc., Ph.D., dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Hadir pula Prof. Dr. Uril Bahruddin, Lc., M.A., Ketua IMLA Indonesia; Bangun Budi Satriyo, S.Pd., S.T., Ketua MGMP Bahasa Arab DKI Jakarta; Drs. H. Abu Hurairah, Kabid LAZWAF Al Azhar; Drs. H. Tatang Komara, M.A., Takmir Masjid Agung Al Azhar; Ahmad Faisal Lubis, M.Pd.I., Kasi Keagamaan YPI Al Azhar; dan jajaran pimpinan Universitas Al-Azhar Indonesia; serta para kepala sekolah se-DKI Jakarta. Acara ini juga diikuti oleh peserta lomba Bahasa Arab dari tingkat SMA dan universitas, serta seluruh hadirin yang memenuhi Auditorium Universitas Al-Azhar Indonesia.

Sambutan-sambutan

Dalam sambutannya, Duta Besar UEA untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem AlDhaheri, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara UAI dan Kedutaan Besar UAE. Beliau menegaskan bahwa forum ini mencerminkan perhatian Uni Emirat Arab dalam menyebarluaskan dan memperkuat posisi Bahasa Arab melalui berbagai inisiatif global. “Forum ini menjadi wujud nyata kepedulian Uni Emirat Arab terhadap pelestarian dan penyebaran Bahasa Arab. Melalui kolaborasi seperti ini, kita dapat membangun jembatan budaya yang lebih kuat antara dunia Arab dan Indonesia,” ujar AlDhaheri.

Dalam sambutannya, Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang kolaborasi internasional. “UAE Cultural Forum bukan hanya sekadar kegiatan budaya, tetapi juga simbol persahabatan dan kolaborasi akademik yang terus terjalin antara Indonesia dan negara-negara Arab,” tutur Rektor. Beliau juga berharap kemitraan ini terus berkembang melalui kolaborasi akademik dan riset yang lebih luas, termasuk kemungkinan pembentukan United Arab Emirates Corner di lingkungan UAI.

Final Lomba Debat dan Seminar Internasional

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan final debat Bahasa Arab antar universitas yang dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tidak hanya itu, acara ini juga menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Peran UAE dalam Menyebarkan Bahasa Arab”. Seminar diisi oleh dua pembicara utama, yaitu Dr. Ali Bin Tamim, Direktur Abu Dhabi Center untuk Bahasa Arab, dan Prof. Dr. Faisal Mubarak Seff, Lc., M.A., dari IMLA Indonesia

Forum Budaya UEA 2025 menjadi wujud nyata dari komitmen Universitas Al-Azhar Indonesia dalam memperkuat peran diplomasi budaya dan bahasa Arab di kancah global. Melalui sinergi dengan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab dan berbagai lembaga pendidikan, UAI terus berupaya menjadi penghubung peradaban antara Indonesia dan dunia Arab.