Kegiatan edukasi pangan sehat merupakan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMTEPA) bertajuk AMILOSA (Amal, Ilmu, dan Sukarela) yang berfokus pada pengabdian dan edukasi kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan pada 29 Januari 2026 di SMA Daarul Ma’arif Cipete dengan melibatkan siswa kelas X dan XI yang tergabung dalam OSIS. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi gizi serta kesadaran akan pentingnya pangan sehat sejak usia remaja melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan.

Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan organisasi yang disampaikan oleh Ahmad Kazruni, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMTEPA). Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan profil himpunan, visi dan misi, serta berbagai program kerja yang dijalankan, khususnya di bidang edukasi dan pengabdian masyarakat. Sesi perkenalan ini bertujuan untuk meningkatkan eksistensi HIMTEPA di luar lingkungan kampus sekaligus memperkenalkan peran mahasiswa Teknologi Pangan dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Materi edukasi gizi disampaikan oleh mahasiswa Teknologi Pangan angkatan 2024, Kaila Neviska dan Safira Aprilia Putri, dengan topik anemia pada remaja. Materi mencakup pengertian anemia, faktor risiko, dampak terhadap kesehatan dan prestasi belajar, serta pentingnya pemenuhan zat besi sejak usia remaja. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami oleh peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pengenalan buah bit merah dan kandungan gizinya, serta pemaparan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pancake bit merah. Pada sesi ini, Sarah Giovani, S.TP., M.Sc., M.Agr.Sc., dosen Teknologi Pangan, menjelaskan proses pembuatan pancake bit merah secara konseptual, termasuk pemilihan bahan, fungsi masing-masing bahan, serta alasan penggunaan bit merah, oat, dan pemanis alami sebagai alternatif pangan yang lebih sehat. Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa inovasi pangan sehat dapat dilakukan dengan pendekatan sederhana dan berbasis pengetahuan gizi.

Selain proses pembuatan, peserta juga dibekali pengalaman praktek penyusunan pancake dalam kemasan toples kaca (pancake in jar). Pada sesi ini, siswa mempelajari tahapan sederhana pengemasan produk pangan yang menarik dan higienis, disertai pelabelan produk dengan nama “Pink Bit Pancake”. Pada sesi pencicipan, pancake bit merah memperoleh respons positif dari peserta karena memiliki tekstur lembut dan rasa yang tidak terlalu manis, berkat penggunaan sirup agave sebagai pemanis alami serta oat sebagai pengganti tepung terigu, yang sekaligus meningkatkan nilai gizi dan rasa kenyang.

Sebagai penutup, kegiatan AMILOSA dirangkai dengan games edukatif berupa pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan, dengan hadiah berupa notebook dan pulpen. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa, serta uji organoleptik sederhana untuk menilai tingkat kesukaan terhadap produk pancake bit merah. Melalui kegiatan ini, diharapkan produk pancake bit merah dalam kemasan “in jar” dapat menjadi inspirasi ide wirausaha pangan sehat yang mudah dikembangkan oleh generasi muda.