Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) berpartisipasi dalam Bunkasai atau Festival Kebudayaan Jepang ke-22 yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Tangerang pada 17 Januari 2026. Pada kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UAI, Alamanda Hesarianti, S.S., M.Hum., hadir sebagai juri lomba presentasi Bahasa Jepang tingkat SMA/SMK/MA se-Jabodetabek.

Dosen dan Mahasiswa UAI Hadir dalam Bunkasai ke-22

Dalam kegiatan ini, beliau didampingi oleh dua dosen Bahasa dan Kebudayaan Jepang UAI, yaitu Dr. Nina Alia Ariefa, S.S., M.Si. dan Beby Fitri Xaviera Gunawan, S.S., M.Si. Selain itu, perwakilan mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UAI turut terlibat dalam kegiatan promosi dan pendampingan kegiatan bersama Tim Penerimaan dan Promosi Mahasiswa Baru (PPMB) UAI melalui booth promosi.

Lomba Presentasi Bahasa Jepang

Salah satu lomba yang digelar merupakan Lomba Presentasi Bahasa Jepang Tingkat Daerah Jabodetabek ke-5 Tahun 2026 dengan tema “Makan dan Makanan”. Kaprodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UAI, Alamanda Hesarianti, S.S., M.Hum., menyampaikan kesan selama menjadi juri lomba presentasi. Menurut beliau kemampuan para peserta lomba sangat membanggakan. “Meskipun masih berada di jenjang SMA/SMK/MA, mayoritas peserta mampu menyampaikan presentasi dalam Bahasa Jepang dengan baik dan lancar,” ucap beliau. 

Kegiatan ini didukung oleh The Japan Foundation, Jakarta, dengan dewan juri yang terdiri atas perwakilan The Japan Foundation serta akademisi dari perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dari UAI. Para peserta dalam lomba presentasi dinilai berdasarkan kemampuan berbahasa Jepang, teknik penyampaian materi, serta pemahaman terhadap tema yang dipresentasikan.

Harapan Kaprodi Atas Kehadiran UAI di Bunkasai ke-22

Kaprodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UAI, Alamanda Hesarianti, S.S., M.Hum., berharap kehadiran Universitas Al-Azhar Indonesia dalam kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif bagi para siswa. “Karena kami hadir langsung di sana, baik sebagai juri maupun melalui booth promosi, siswa yang sebelumnya mungkin belum mengetahui UAI akhirnya bisa mengetahui lokasinya, program apa saja yang ditawarkan, serta gambaran perkuliahan di Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, mulai dari mata kuliah hingga aktivitas mahasiswanya. Dengan begitu, UAI menjadi lebih dikenal,” ungkap beliau.

Kehadiran dosen, mahasiswa, dan Tim PPMB UAI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan Universitas Al-Azhar Indonesia sekaligus memperkuat relasi dengan sekolah menengah serta lembaga kebudayaan Jepang. Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang UAI terus membuka kesempatan bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi bahasa dan pemahaman budaya Jepang melalui pembelajaran yang komprehensif.