Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan Kuliah Umum Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik (PKA) Sarjana Guru PAUD pada Rabu, 7 Januari 2026, secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan yang bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu” menghadirkan Wakil Rektor I Bidang Akademik UAI, Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., sebagai narasumber utama.
Kuliah umum ini menghadirkan jajaran pimpinan UAI, yaitu Dr. Ir. Achmad Syamsudin, MBA., selaku Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya, dan Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Dari tingkat fakultas, kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Drs. Fidesrinur, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, Bahrul Ulum, BSc., M.A., Ph.D., selaku Wakil Dekan Fakultas Psikologi dan Pendidikan, serta Nila Fitria, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Program Studi PG PAUD.
Pentingnya Peningkatan Kompetensi GuruÂ
Prof. Taufik memulai pemaparannya dengan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. “Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari filosofi mendidik yang berorientasi jangka panjang, yakni membangun manusia seutuhnya”, tutur beliau. Menurut Wakil Rektor I, seorang guru memegang peran strategis sebagai aktor utama yang menentukan kualitas proses dan hasil pendidikan.
Pada pemaparannya, Prof. Taufik mengajak para peserta untuk meluruskan kembali niat dalam menjalani profesi sebagai pendidik. Beliau menjelaskan bahwa sebagian besar usia produktif seorang guru dihabiskan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, mengajar tidak semestinya dipandang sekadar sebagai rutinitas pekerjaan, melainkan sebagai amanah dan tanggung jawab moral. Tanpa adanya niat dan visi yang jelas, proses pembelajaran berisiko kehilangan makna dan daya transformasinya.
Konsep Pendidikan Bermutu
Lebih lanjut, Prof. Taufik memaparkan konsep pendidikan bermutu yang menekankan empat prinsip utama. Prinsip tersebut yaitu relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman, inklusif, berkeadilan, serta berorientasi pada peserta didik. “Prinsip-prinsip tersebut menuntut guru untuk terus menyesuaikan pendekatan pembelajaran agar mampu menjawab keragaman kebutuhan murid, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini,” jelas beliau.
Dalam konteks pengembangan profesional, Prof. Taufik menekankan pentingnya guru menjadi pembelajar sepanjang hayat. Hal ini diwujudkan melalui budaya refleksi dan evaluasi diri, penerapan growth mindset, keterlibatan dalam komunitas belajar, serta keberanian untuk meneliti praktik pembelajaran melalui action research. Guru juga perlu membuka ruang bagi peserta didik untuk memberikan umpan balik terhadap proses pembelajaran. Umpan balik tersebut menjadi bagian dari peningkatan kualitas pengajaran.
Menutup pemaparannya, Prof. Taufik menyampaikan bahwa setiap tindakan kecil dalam dunia pendidikan memiliki dampak jangka panjang. “Guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai dan membangun tabungan energi kebaikan yang kelak berbuah dalam kehidupan peserta didik,” tutup Wakil Rektor I.
Melalui kuliah umum ini, Universitas Al-Azhar Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas dan kompetensi guru PAUD sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu dan berorientasi pada pengembangan manusia sejak usia dini.
Program Studi PG PAUD Universitas Al-Azhar Indonesia adalah tempat yang tepat untuk mencetak guru PAUD profesional. Mari bergabung bersama UAI melalui penerimaan.uai.ac.id!





