Farid Najmuddin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2024, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) di Masjid Agung Al Azhar. Kultum tersebut mengangkat tema “Satu Langkah Menuntut Ilmu Lebih Mulia Daripada Seribu Langkah Tanpa Tujuan.”

Kultum dibuka dengan pemaparan bahwa ilmu merupakan cahaya dalam kegelapan dan kompas dalam perjalanan hidup. Farid menjelaskan kepada hadirin bahwa dalam Islam, menuntut ilmu bukan sekadar pilihan atau hobi, melainkan sebuah kewajiban bagi setiap Muslim.

Ia kemudian menguraikan lebih dalam keutamaan bagi seseorang yang mendedikasikan waktunya untuk menuntut ilmu. Keutamaan pertama adalah dimudahkannya jalan menuju surga. Menuntut ilmu, menurut Farid, menjadi salah satu ikhtiar untuk meraih surga. Setiap langkah menuju majelis taklim, setiap ilmu yang dibaca, serta setiap waktu yang dihabiskan untuk menyimak ilmu merupakan investasi yang akan mempermudah hisab di akhirat kelak.

Keutamaan kedua yang disampaikan adalah mendapatkan derajat yang tinggi. Allah SWT, jelas Farid, membedakan hamba-Nya bukan berdasarkan harta atau rupa, melainkan berdasarkan iman dan ilmu. Ia mengingatkan bahwa siapa pun yang memadukan iman dan ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT karena imannya, kemudian ditinggikan lagi derajatnya karena ilmunya.

Manfaat ketiga dari menuntut ilmu adalah memperoleh investasi yang tidak terputus atau amal jariyah. Farid mengutip sebuah hadits yang menjelaskan bahwa ketika seseorang meninggal dunia, seluruh amalnya terputus kecuali tiga perkara, salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Selama ilmu yang dipelajari diajarkan kembali atau diamalkan sehingga memberi manfaat bagi orang lain, pahala dari ilmu tersebut akan terus mengalir.

Melalui kultum mahasiswa UAI ini, jamaah diajak untuk senantiasa menumbuhkan semangat dalam menuntut ilmu, karena dengan ilmu seseorang dapat menjalani kehidupan dunia dengan arah yang benar serta meraih kebahagiaan yang kekal di akhirat.