Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Al-Azhar Indonesia (BKI UAI) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Integrasi Konseling Islam dengan CBT dan NET untuk Korban Bullying pada Pelajar” pada Senin, 2 Maret 2026, bertempat di Ruang 317C Lantai 3. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Muhammad Saffuan Abdullah, KB., PA., dari Persatuan Konselor Pendidikan Malaysia.
Dalam bidang bimbingan dan konseling, Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Narrative Exposure Therapy (NET) merupakan dua pendekatan terapeutik yang banyak digunakan dalam menangani berbagai permasalahan emosional dan perilaku. CBT berfokus pada keterkaitan antara pikiran, perasaan, dan perilaku individu, sedangkan NET merupakan terapi jangka pendek berbasis trauma yang membantu individu mengolah pengalaman traumatis.
Kuliah umum ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pendekatan konseling yang dapat digunakan dalam menangani korban perundungan di kalangan pelajar. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan memahami integrasi antara pendekatan konseling modern dan nilai-nilai konseling Islam dalam praktik pendampingan psikologis.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi BKI UAI, Abdullah Hakam Shah, Lc., M.A., para dosen BKI UAI, serta mahasiswa Prodi BKI UAI angkatan 2023, 2024, dan 2025. Kuliah umum yang disampaikan oleh Muhammad Saffuan Abdullah dimoderatori oleh Dosen BKI UAI, Dr. Harmathilda, S.Sos., M.A., yang memandu jalannya diskusi sekaligus memfasilitasi interaksi antara narasumber dan peserta.
Pendekatan CBT dan NET dalam Menangani Korban Bullying
Dalam pemaparannya, Muhammad Saffuan Abdullah mengajak peserta merefleksikan pengalaman pribadi terkait perundungan. “Siapa yang tidak pernah menjadi korban perundungan? Pada dasarnya kita semua pernah mengalaminya,” ujarnya. Pertanyaan tersebut menjadi pengantar bagi peserta untuk memahami bahwa pengalaman perundungan dapat meninggalkan dampak psikologis yang memengaruhi cara seseorang memandang dirinya maupun lingkungannya.
Ia kemudian menjelaskan bahwa dalam perspektif Cognitive Behavioral Therapy (CBT), permasalahan manusia tidak semata-mata berasal dari peristiwa yang dialami, melainkan dari sistem kepercayaan yang dimiliki individu tersebut. Menurut Saffuan, pengalaman perundungan dapat membentuk belief system yang bersifat disfungsional apabila tidak diproses dengan baik. Oleh karena itu, CBT berperan membantu individu mengidentifikasi sistem kepercayaan yang tidak berfungsi dan mengarahkannya menjadi lebih adaptif.
Selain CBT, narasumber juga memaparkan peran Narrative Exposure Therapy (NET) dalam menangani korban dengan pengalaman trauma yang lebih mendalam. Pendekatan ini membantu individu mengolah pengalaman traumatis serta menyusun kembali narasi kehidupannya secara lebih utuh, sehingga pengalaman tersebut tidak lagi mendominasi identitas diri.
Kuliah umum berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga diberikan tugas reflektif untuk mengenali pengalaman pribadi serta memahami bagaimana peristiwa yang dialami dapat memengaruhi cara berpikir, emosi, dan respons perilaku seseorang.
Melalui kuliah umum ini, Prodi BKI UAI menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kompetensi konselor Islam yang profesional dan responsif terhadap dinamika sosial yang dihadapi pelajar masa kini, khususnya dalam menangani persoalan perundungan yang semakin kompleks di lingkungan pendidikan. Mari bergabung dengan Universitas Al-Azhar Indonesia sekarang!








