Select Page

“Kepemimpinan bukan tentang kekuasaan atau posisi, melainkan tentang melayani orang lain dan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT.” Pesan tersebut disampaikan Dr. Belle Louis Jinot, perwakilan International Institute of Islamic Thought (IIIT) Mauritius dalam International Guest Lecture yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) bersama IIIT pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Ruang 317 A dan B, Lantai 3 UAI.

Mengangkat tema “Leadership as a Gateway to Personal Growth”, kegiatan ini mempertemukan UAI dan IIIT dalam pembahasan mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, serta nilai-nilai Islam. Kegiatan juga membuka kesempatan interaksi antara narasumber dan mahasiswa UAI untuk membahas penerapan nilai kepemimpinan dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Kegiatan tersebut dihadiri Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., Wakil Rektor II UAI; Dr. Damayanti Wardyaningrum, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAI; Dr. Nanang Haroni, S.Ag., M.Si., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UAI; serta Dr. Mohamad Ghozali Moenawar, Lc., M.M., Direktur Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional (KUI) UAI. Turut hadir mahasiswa Program Studi Magister Psikologi Pendidikan (MPP) dan Program Studi Ilmu Komunikasi UAI. Sesi tersebut dipandu oleh Faisal Sundani Kamaludin, Lc., M.Ed., Ph.D., Ketua Program Studi MPP UAI.

Dari pihak IIIT, kegiatan menghadirkan Dr. Belle Louis Jinot, perwakilan IIIT Mauritius sekaligus Vice Chairman Academic Board Human Welfare League, sebagai pemateri. Turut hadir Dr. Anwar Cara, perwakilan IIIT UK sekaligus Chairman Human Welfare League, serta Dr. Ir. Ahmad H. Lubis, M.Sc., perwakilan IIIT Indonesia sekaligus dosen UAI.

Dalam pemaparannya, Dr. Belle Louis Jinot menjelaskan bahwa kepemimpinan merupakan bagian dari proses pengembangan diri dan tidak semata-mata berkaitan dengan posisi atau kewenangan. Kepemimpinan dimulai dari kemampuan seseorang untuk memimpin dirinya sendiri melalui kesadaran diri, pemahaman terhadap lingkungan, serta kemauan untuk terus mengembangkan kapasitas pribadi.

Ia kemudian membahas sejumlah kemampuan yang perlu dibangun dalam diri seorang pemimpin, seperti empati, kemampuan memecahkan masalah, keberanian mengambil inisiatif, serta kemampuan memberikan pengaruh positif. Seorang pemimpin juga perlu mengambil peran sebagai agen perubahan, tidak hanya mengikuti keadaan, tetapi turut berinisiatif menciptakan perubahan di lingkungan sekitarnya.

Dalam perspektif Islam, Dr. Belle Louis Jinot mengaitkan kepemimpinan dengan amanah dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Kepemimpinan dipandang sebagai bentuk pengabdian yang menuntut seseorang untuk terus memperbaiki diri, mengendalikan hawa nafsu, memperkuat kecintaan kepada Allah, serta memberikan manfaat melalui ilmu dan pelayanan kepada sesama.

Mahasiswa UAI turut aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab bersama Dr. Belle Louis Jinot dengan mengajukan pertanyaan dan tanggapan mengenai makna kepemimpinan serta proses pengembangan diri. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam materi sekaligus mengaitkannya dengan pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam kehidupan akademik maupun lingkungan sosial.

Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., selaku Wakil Rektor II UAI menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik UAI dan IIIT. Pendidikan, komunikasi, dan kepemimpinan menjadi aspek yang saling berkaitan dalam membangun kapasitas manusia serta mendorong perubahan positif. Dr. Yusup juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan agar pertemuan akademik dapat berkembang menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Dr. Anwar Cara dan Dr. Ir. Ahmad H. Lubis, M.Sc. turut menyampaikan sambutan yang menyoroti pentingnya hubungan antara nilai-nilai Islam dan pengembangan ilmu pengetahuan. Keduanya menempatkan pendidikan dan kolaborasi akademik sebagai sarana untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mendorong pengembangan ilmu yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan penyampaian apresiasi kepada para narasumber dan sesi foto bersama. Melalui International Guest Lecture ini, UAI dan IIIT memperluas pertukaran gagasan dengan mitra internasional sekaligus memperkaya perspektif sivitas akademika mengenai kepemimpinan, pengembangan diri, dan nilai-nilai Islam.