Menjadi penerima beasiswa berarti memegang amanah besar untuk menjaga prestasi dan memberi dampak yang nyata bagi sesama. Inilah yang menjadi inti dalam kegiatan “Silaturahmi dan Pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa di Lingkungan Universitas Al-Azhar Indonesia Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026”.
Acara silaturahmi dan pembinaan ini diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) pada Kamis, 23 Oktober 2025 di Auditorium UAI. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi awal terkait pembinaan, tanggung jawab, dan capaian akademik mahasiswa penerima beasiswa.
Perwakilan UAI yang hadir adalah Dr. Faisal Hendra, Lc.,M.A. (Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), Dr. Iin Suryaningsih, S.S., M.A. (Direktur Kemahasiswaan), dan Jatmiko Agus Nugroho, S.Kom., M.H (Kepala Sub. Direktorat Kreativitas dan Kesejahteraan Mahasiswa, dan tim Kemahasiswaan). Kegiatan ini diikuti oleh 363 mahasiswa penerima beasiswa yang terbagi ke dalam beberapa program, antara lain Kartu Indonesia Pintar (KIP) (190 mahasiswa), GenFAST (63), Hafizh (81), Alumni (7), Hisense (4), Talenta (4), BioPlus (2), Unggulan (3), Pemda Bekasi (1), dan OSC Metro TV (8).
Sambutan dan Arahan Pimpinan UAI
Dalam sambutannya, Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Faisal Hendra, Lc., M.A., menyampaikan bahwa penerima beasiswa memiliki tanggung jawab lebih besar dibandingkan mahasiswa lainnya. Beliau menegaskan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga amanah untuk berprestasi, beretika, dan menjadi teladan bagi sivitas akademika. “Mahasiswa penerima beasiswa harus menjadi duta UAI yang berprestasi, aktif di kegiatan kampus, dan menjaga nama baik universitas,” ujar Wakil Rektor III.
Dr. Iin Suryaningsih, S.S., M.A., selaku Direktur Kemahasiswaan, turut memberikan sambutan. Beliau menyampaikan bahwa Direktorat Kemahasiswaan ini adalah rumah keduanya mahasiswa. “Selama jadi mahasiswa harus mengeksplor kemampuan dengan baik. Hal inilah yang akan dirindukan ketika sudah dewasa,” pesan beliau. Dr. Iin beriharap bahwa kegiatan ini dapat diikuti dengan baik oleh mahasiswa penerima beasiswa.
Sesi Diskusi Interaktif
Sesi diskusi bersama mahasiswa penerima beasiswa dibagi menjadi tiga bagian. Selama acara berlangsung, Jatmiko Agus Nugroho, S.Kom., M.H. selaku pemateri, bersama Maharani Hanafasyah, mahasiswi UAI yang bertugas sebagai moderator, mengupas lebih dalam topik pembinaan mahasiswa penerima beasiswa.
Sesi pertama diikuti oleh mahasiswa penerima program Kartu Indonesia Pintar, Beasiswa Unggulan, dan Beasiswa Pemda Bekasi. Sesi kedua dihadiri oleh mahasiswa penerima beasiswa internal UAI seperti GenFast UAI, YBM PLN, Alumni, Hisense, Bio Plus, Talenta, dan OSC Metro TV. Sementara itu, sesi terakhir diperuntukkan bagi penerima Beasiswa Hafiz.
Pembinaan, Evaluasi, dan Pengayaan Mahasiswa Beasiswa
Jatmiko Agus Nugroho, S.Kom., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan beasiswa di UAI memiliki perbedaan dengan kampus lain. “Di UAI, pembinaan beasiswa dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun. Selain itu, terdapat kegiatan pengayaan serta program rekognisi atau pengakuan kegiatan yang bisa menjadi pengganti pengayaan,” ujarnya. Pemateri juga menambahkan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk memastikan mahasiswa penerima beasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu serta menginternalisasi nilai-nilai yang menjadi landasan UAI, salah satunya semangat Man Jadda Wajada dan Gen FAST (Fathanah, Amanah, Sidiq, Tablig).
Dalam kegiatan ini juga dijelaskan bahwa setiap penerima beasiswa wajib menandatangani perjanjian kontrak beasiswa sebagai bentuk komitmen tanggung jawab terhadap amanah yang diterima. Mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga etika dalam berperilaku, termasuk tidak melakukan kegiatan “flexing” atau pamer status penerima beasiswa, khususnya bagi peserta program KIP.
Penerima program beasiswa mendapatkan tanggung jawab untuk mengikuti kegiatan pembinaan wajib sebanyak tiga kali pertemuan serta kegiatan pengayaan. Penilaian kelayakan beasiswa diukur berdasarkan capaian akademik masing-masing mahasiswa. Bagi penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), evaluasi dilakukan melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), sedangkan penerima beasiswa lainnya dinilai berdasarkan Indeks Prestasi Semester (IPS). Apabila mahasiswa tidak dapat mengikuti pembinaan dan pengayaan sesuai ketentuan, universitas menyediakan program rekognisi sebagai bentuk pengakuan terhadap kegiatan lain yang relevan dengan pengembangan diri dan akademik mahasiswa.
Komitmen UAI dalam Mendampingi Mahasiswa Berprestasi
Dengan adanya kegiatan pembinaan ini, Universitas Al-Azhar Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa penerima beasiswa agar mampu menjaga integritas, meningkatkan prestasi, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Bagi kamu yang ingin meraih prestasi akademik sekaligus mengembangkan potensi diri melalui berbagai program beasiswa, Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) adalah tempat yang tepat untuk tumbuh dan berkontribusi. Yuk, jadi bagian dari generasi berakhlak dan berdampak nyata bersama UAI! Yuk daftar di penerimaan.uai.ac.id.
- pembinaan mahasiswa penerima beasiswa
- pembinaan mahasiswa penerima beasiswa
- pembinaan mahasiswa penerima beasiswa
- pembinaan mahasiswa penerima beasiswa
- pembinaan mahasiswa penerima beasiswa
- pembinaan mahasiswa penerima beasiswa
- pembinaan mahasiswa penerima beasiswa
- pembinaan mahasiswa penerima beasiswa
- pembinaan mahasiswa penerima beasiswa








