Select Page

Penguatan pengembangan Bahasa Arab di Indonesia menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) bersama Ikatan Pengajar Bahasa Arab se-Indonesia (Ittihad Mudarrisi al-Lughah al-‘Arabiyyah/IMLA) di Ruang Rektor pada Senin, 10 Agustus 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan membuka peluang kolaborasi antara UAI dan IMLA dalam pengembangan Bahasa Arab.

Hadir dalam pertemuan tersebut Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) UAI Dr. Iin Suryaningsih, S.S., M.A., dan Ketua Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB), Dr. Faisal Hendra, Lc., M.A. Perwakilan dari IMLA yang berkunjung ke UAI yaitu Ketua Umum Prof. Dr. Uril Bahruddin, MA., dari UIN Malang, Bendahara Umum Prof. Dr. H. Faisal Mubarak Seff, Lc., MA., dari UIN Antasari Banjarmasin serta Ketua Divisi Kerjasama Dalam Negeri, Dr. Siti Shalihah, M.Ag., dari UIN SMH Banten.

Hubungan UAI dan IMLA telah terjalin cukup lama dalam bidang pengembangan Bahasa Arab. Sejumlah dosen UAI tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga terlibat dalam kepengurusan IMLA. Keterlibatan tersebut turut memperkuat jejaring antara UAI dan IMLA dalam berbagai kegiatan dan pengembangan Bahasa Arab.

Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan antara UAI dan IMLA adalah gagasan penyusunan alat ukur kompetensi Bahasa Arab di perguruan tinggi. IMLA mengusulkan agar Rektor UAI dapat berperan sebagai inisiator dalam pengembangan alat ukur tersebut. Usulan ini mendapat respons positif dan selanjutnya akan dibahas melalui jejaring UAI bersama pihak-pihak terkait.

IMLA juga menawarkan UAI untuk menjadi tuan rumah Muktamar IMLA ke-8 pada 2027. Agenda tersebut akan dirangkaikan dengan seminar internasional yang menghadirkan akademisi dan pengajar Bahasa Arab dari berbagai negara. Rektor UAI menyambut baik tawaran tersebut dan membuka ruang untuk pembahasan lebih lanjut terkait pelaksanaannya.

Rektor UAI menekankan agar pembahasan yang telah dilakukan tidak berhenti pada kesepakatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah yang konkret. Prof. Dr. Widodo Muktiyo juga mendorong para pengajar Bahasa Arab untuk terus mengembangkan kapasitas akademiknya hingga mencapai jenjang guru besar serta membuka peluang dukungan melalui jejaring yang dimiliki.

Silaturahmi antara UAI dan IMLA menjadi bagian dari penguatan jejaring UAI dalam pengembangan Bahasa Arab sekaligus membuka ruang bagi tindak lanjut program dan kolaborasi bersama IMLA.