Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) sekaligus Kepala Badan Pengembangan Universitas, Dr. Heri Herdiawanto, S.Pd., M.Si., diundang oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai narasumber dalam Podcast BGN Talks yang diselenggarakan pada Rabu, 10 Desember 2025 pukul 16.00 WIB di Kantor BGN, Jalan Kebon Sirih No. 1, Menteng, Jakarta Pusat.
Podcast tersebut mengangkat tema “Makan Bergizi Gratis: Kebijakan Publik yang Berpihak pada Masyarakat” dan menghadirkan Dr. Heri Herdiawanto untuk memberikan perspektif akademik mengenai dinamika kebijakan publik, komunikasi kebijakan, serta tata kelola pemerintahan. Melalui forum ini, Badan Gizi Nasional membuka ruang dialog yang diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dr. Heri menjelaskan bahwa undangan sebagai narasumber tidak terlepas dari tulisan beliau di media massa yang membahas MBG sebagai program nasional yang berpihak pada kepentingan rakyat. “Saya sempat menulis berita di media tentang MBG ini sebagai program nasional yang berpihak pada kepentingan rakyat. Berita tersebut dikutip di media mainstream dan BGN melihatnya sebagai bentuk partisipasi publik terhadap kebijakan MBG,” ungkap beliau.
Perspektif Akademisi terhadap Kebijakan MBG
Dalam pemaparannya, Dr. Heri menyampaikan pandangan akademis terkait regulasi dan landasan kebijakan MBG. Beliau menegaskan bahwa program MBG memiliki keterkaitan langsung dengan tujuan nasional. “Landasan hukumnya berkaitan dengan tujuan nasional yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelas beliau.
Program MBG dinilai sebagai upaya menjamin pemenuhan gizi anak usia sekolah, khususnya mereka yang berisiko mengalami stunting dan kekurangan gizi, agar kualitas generasi muda dapat meningkat secara berkelanjutan. Beliau juga menyoroti masih adanya miskomunikasi dan disinformasi di masyarakat terkait implementasi MBG. “Dalam MBG ini masih ada miskomunikasi dan disinformasi di masyarakat, dan saya ingin meluruskan hal tersebut,” ujar Dr. Heri.
Dr. Heri turut membagikan pengalaman dialog dengan masyarakat yang mempertanyakan bentuk bantuan MBG. “Ada yang bertanya kenapa tidak dalam bentuk uang saja. Bagi sebagian orang itu mungkin benar, tetapi dalam praktiknya bisa kontraproduktif karena dialihkan ke kebutuhan lain,” jelas beliau. Dosen Program Studi Hubungan Internasional UAI menegaskan bahwa akademisi dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan publik agar tepat sasaran dan berpihak pada masyarakat.
Partisipasi Dr. Heri Herdiawanto, S.Pd., M.Si., dalam Podcast BGN Talks ini menunjukkan komitmen Universitas Al-Azhar Indonesia untuk berperan aktif sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis dalam koridor tujuan mulia mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.


