Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menjadi keynote speaker dalam Webinar Series #2 bertajuk Strategic Public Relations for a World Class Campus yang diselenggarakan Pusdiklat Muhammadiyah pada Jumat, 27 Februari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Webinar ini mengangkat tema “Model Humas Unggul untuk Perguruan Tinggi Indonesia” dan diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur Pusat Pendidikan dan Pelatihan Muhammadiyah, Dr. Sarsilah, M.Pd., yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas komunikasi publik dalam membangun reputasi perguruan tinggi. Turut hadir sebagai narasumber Dr. Ratih Herningtyas, S.I.P., M.A., Direktur Direktorat Komunikasi Publik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, serta Maharina Novia Zahro, M.I.Kom., Kepala Humas Universitas Muhammadiyah Malang.
Perubahan Lanskap Komunikasi dan Tantangan VUCA
Dalam keynote speech-nya, Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menegaskan perubahan mendasar dalam lanskap komunikasi. “Mari kita yakini bahwa zaman sudah berubah. Kita ini sekarang bukan hanya citizen, tetapi netizen. Dua dunia harus kita masuki sekaligus, dunia nyata dan dunia virtual,” ujar beliau.
Rektor juga menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi saat ini sangat ditentukan oleh performa komunikasi di ruang digital. “Siapa PR di perguruan tinggi? Jawabannya kita semua. Setiap dosen, setiap karyawan, adalah wajah institusi di ruang publik,” tegas beliau.
Prof. Widodo menekankan bahwa humas tidak lagi dapat dipandang sebagai unit pelengkap, melainkan sebagai pengarah strategi komunikasi institusi. Di tengah derasnya arus informasi dan percepatan penyebaran isu di ruang digital, kesalahan komunikasi dapat berdampak luas dan cepat. Oleh karena itu, pengelolaan komunikasi harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berbasis data.
Menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), beliau menilai perguruan tinggi harus responsif terhadap perubahan. Menurut Rektor, kemampuan beradaptasi dan mengelola komunikasi secara strategis menjadi kunci daya saing institusi di tengah percepatan transformasi digital.
Dalam konteks menuju world class university, reputasi kampus kini sangat ditentukan oleh jejak digitalnya. Website, media sosial, publikasi, dan eksposur digital menjadi cerminan kualitas institusi. Oleh karena itu, humas berperan sebagai pilar strategis dalam mengelola komunikasi, membangun citra institusi, serta memperkuat reputasi kampus di ruang publik.
PRMU sebagai Model Komunikasi Kolektif
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Widodo turut mempresentasikan gagasan strategis tentang PR Muhammadiyah (PRMU) sebagai model komunikasi kolektif berbasis kesadaran bersama. Konsep ini menekankan penguatan personal branding sivitas akademika, optimalisasi media sosial, serta produksi konten berbasis knowledge yang konstruktif dan terukur sebagai bagian dari penguatan reputasi institusi.
Beliau mengajak hadirin membangun budaya komunikasi kolektif, bahwa setiap dosen dan karyawan merupakan wajah institusi di ruang publik, sekaligus bagian dari ekosistem komunikasi yang saling menguatkan.
Kehadiran Rektor UAI dalam forum nasional ini menunjukkan kontribusi aktif UAI dalam wacana strategis komunikasi perguruan tinggi di tingkat nasional. Partisipasi tersebut sekaligus menegaskan komitmen UAI untuk terus mengembangkan model komunikasi institusional yang adaptif dan berdaya saing global.





