Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia (Ilkom UAI) bersama dengan Pinasthika menyelenggarakan kelas umum bertajuk “Roadshow Pinasthika 2025” pada Jumat, 24 Oktober 2025 di Auditorium UAI Lantai 3. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kepada mahasiswa proses mengubah brief konten menjadi campaign yang efektif dalam dunia marketing dan periklanan.
Acara ini dihadiri oleh Dekan FISIP UAI, Dr. Heri Herdiawanto, S.Pd., M.Si., Wakil Dekan FISIP UAI, Yoedo Shambodo, S.Sos., M.Si., serta dosen tetap, Alma Mandjusri, S.S., M.I.Kom. Kegiatan juga diikuti secara antusias oleh para mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi. Kuliah umum ini menghadirkan Hafizh Zulfikar, CEO dan Founder MAIA, sebagai pembicara utama yang membagikan pengalaman sekaligus tips dalam membuat brief konten yang baik dan benar.
Pembuka dari Wakil Dekan FISIP UAI
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Yoedo Shambodo, S.Sos., M.Si., yang menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mengenalkan industri kreatif dan periklanan kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi, khususnya yang berminat di bidang advertising. Beliau juga mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi nasional seperti Pinasthika Creativestival di Yogyakarta. “Kalau ingin cepat mendapatkan pekerjaan, ikutlah kompetisi seperti Pinasthika. Para pemenangnya sering langsung mendapat tawaran kerja bahkan sebelum turun dari podium,” ujar beliau.
Sesi Talkshow “The Power of Good Brief.”
Pada sesi Talkshow, Hafizh Zulfikar menyampaikan materi kuliah umum berjudul “The Power of Good Brief.” Ia membuka sesi dengan pernyataan bahwa setiap campaign yang hebat berawal dari brief yang tepat. Namun, menurutnya, banyak ide gagal bukan karena kreatornya kurang kreatif, melainkan karena salah dalam memahami brief.
Menurut Hafizh, brief bagaikan peta dalam proses pembuatan konten yang menjadi panduan bagi tim kreatif untuk mencapai tujuan yang jelas. Ia juga menjelaskan bahwa sebuah brief yang baik harus memuat beberapa bagian penting, yaitu objective, key message, tone & deliverables, insight, target audience, dan background.
Lebih lanjut, Hafizh menyampaikan bahwa untuk memahami brief secara mendalam, diperlukan jawaban atas enam pertanyaan utama, yaitu “apa masalahnya”, “siapa audiensnya”, “mengapa mereka harus peduli”, “pesan besar apa yang ingin disampaikan”, “di mana pesan itu akan muncul”, dan “bagaimana cara mewujudkannya”. Menurutnya, dengan memahami keenam hal tersebut, tim kreatif dapat menghasilkan ide yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dan tepat sasaran.
“Kreativitas bukan tentang berpikir berbeda. Kreativitas adalah tentang berpikir lebih dalam untuk saling terhubung, menggerakkan, dan memberi makna.” tutup Hafizh.
Kegiatan semakin interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Para mahasiswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari apakah brief yang terlalu panjang dianggap kurang efektif, hingga bagaimana cara menyusun brief yang jelas namun tetap ringkas dan menarik.
Penutup
Melalui kegiatan Roadshow Pinasthika 2025, mahasiswa Ilmu Komunikasi UAI mendapatkan wawasan langsung dari praktisi industri kreatif mengenai pentingnya brief dalam dunia periklanan dan marketing. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengasah kreativitas, berani berkompetisi, dan siap terjun ke dunia profesional.
Bagi kamu yang ingin belajar lebih dalam tentang strategi komunikasi, periklanan, hingga dunia kreatif, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) adalah tempat yang tepat. Yuk, jadi bagian dari Ilkom UAI dengan mendaftar di penerimaan.uai.ac.id!
- Roadshow Pinasthika 2025
- Roadshow Pinasthika 2025
- Roadshow Pinasthika 2025
- Roadshow Pinasthika 2025
- Roadshow Pinasthika 2025
- Roadshow Pinasthika 2025





