Menjelang kepulangan ke negara asal, akademisi University of Edinburgh melaksanakan agenda silaturahmi dan pamitan dengan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) yang berlangsung di Ruang Rektor UAI pada Kamis, 29 Januari 2025. Agenda ini menjadi penutup rangkaian kegiatan “Academic Success for Research with Visual Impairment” selama berada di Indonesia sejak Sabtu, 24 Januari 2025 lalu.
Dalam kesempatan tersebut, dua akademisi University of Edinburgh, Prof. John Ravenscroft dan Elizabeth McCann, hadir didampingi oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAI, Dr. Damayanti Wardyaningrum, S.E., M.Si., Indonesian Lead Project, Cut Meutia Karolina, S.I.Kom., M.I.Kom., Indonesian Deputy, Gusmia Arianti, S.E., M.Si., Tim ULD UAI, serta Edoardo Irfan, S.I.P., M.Si.
Apresiasi UAI dan Harapan Keberlanjutan Kerja Sama
Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, menyampaikan terima kasih kepada University of Edinburgh atas komitmen dan kontribusi aktif dalam mendorong pengembangan riset serta pendidikan tinggi yang inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas netra. Rektor UAI juga menegaskan harapannya agar kerja sama antara kedua institusi dapat terus berlanjut dan berkembang di masa mendatang.
Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UAI, Dr. Damayanti Wardyaningrum, S.E., M.Si., menyampaikan harapannya agar ke depan semakin banyak bentuk kerja sama yang dapat dijalin antara Universitas Al-Azhar Indonesia dan University of Edinburgh.
Kesan Akademisi University of Edinburgh
Prof. John Ravenscroft dan Elizabeth McCann dari University of Edinburgh turut menyampaikan kesan positif selama berada di Indonesia, khususnya di lingkungan Universitas Al-Azhar Indonesia. Mereka memuji pelaksanaan Seminar Internasional yang diselenggarakan UAI pada Senin, 26 Januari 2025, yang dinilai berjalan dengan baik dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara inklusif. Selain itu, mereka juga mengapresiasi dukungan serta pelayanan yang diberikan UAI, serta menyatakan harapan untuk dapat kembali menjalin kolaborasi pada kesempatan berikutnya.
Rangkaian Agenda Akademik Selama di Indonesia
Selama berada di Indonesia, Prof. John Ravenscroft dan Elizabeth McCann terlibat dalam berbagai agenda akademik dan kolaboratif. Kegiatan tersebut meliputi dialog dengan peneliti penyandang disabilitas netra di Bandung dan Jakarta, partisipasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh British Council di kementerian terkait, serta kunjungan ke Pesantren Tunanetra.
Rangkaian agenda juga mencakup keterlibatan sebagai narasumber dalam Seminar Internasional yang diselenggarakan Universitas Al-Azhar Indonesia pada Senin, 26 Januari 2025, serta partisipasi dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi Nasional Disabilitas, pengelola jurnal ilmiah, dan perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan pelatihan pengelolaan jurnal ilmiah yang dilaksanakan secara hybrid pada Kamis, 29 Januari 2026.
Agenda penutupan ini sekaligus menegaskan penguatan hubungan kelembagaan antara Universitas Al-Azhar Indonesia dan University of Edinburgh, yang dibangun atas dasar kesetaraan, inklusivitas, dan visi bersama dalam memajukan pendidikan tinggi yang ramah disabilitas.
Supported by funding from the British Council Going Global Partnerships programme. Going Global Partnerships supports universities, colleges and wider education stakeholders around the world to work together towards stronger, equitable, inclusive, more internationally connected higher education, science and TVET. Through international partnerships, system collaborations and opportunities to connect and share, we enable stronger transnational education, more collaborative research, higher quality delivery enhanced learner outcomes and stronger, internationalised, equitable and inclusive systems and institutions. This leads to stronger higher education, research and TVET systems around the world that can support fairer social and economic growth and address national and global challenges all backed up by mutually beneficial international relationships.





