Untuk menjawab tantangan di era digital yang semakin dinamis, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Al-Azhar Indonesia menyelenggarakan SINE 2026. Mengusung tema “Empowering the Future: Sustainable Technology in Digital Ecosystems”, kegiatan ini membahas pengembangan inovasi teknologi yang tetap memperhatikan aspek keberlanjutan. Berlangsung di Auditorium UAI Lantai 3 pada Sabtu, 8 Agustus 2026, SINE 2026 mempertemukan mahasiswa dengan berbagai wawasan mengenai pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan masa depan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FST UAI, Prof. Dr. Dewi Elfidasari, S.Si., M.Si., bersama Ketua Program Studi dan para dosen Program Studi Teknik Elektro. Turut hadir mahasiswa UAI serta peserta umum yang mengikuti rangkaian kegiatan SINE 2026. Kehadiran sivitas akademika dan peserta dari berbagai kalangan turut memperluas ruang diskusi mengenai perkembangan teknologi dan penerapannya dalam kehidupan.
SINE 2026 menghadirkan berbagai perspektif dari praktisi di bidang teknologi, mulai dari pemanfaatan AI hingga penerapan teknologi berkelanjutan. Sesi diskusi dipandu oleh alumni Program Studi Teknik Elektro UAI dan menghadirkan tiga narasumber dari berbagai bidang, yakni Rifyal Rahmat, S.T., Senior Data Scientist di Telkomsel; Rahman Aulia, S.T., M.Kom., Engineer Main Power Station 3, Injourney Airports, PT Pura Angkasa Indonesia; serta Sulthon Halim, S.T., Head of Department Service Operation PT Satelit Nusantara Tiga (PSN Group).
Rifyal Rahmat membuka pembahasan dengan melihat bagaimana Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan. Perspektif tersebut kemudian diperdalam melalui pengalaman Rahman Aulia dalam melihat penerapan sustainable technology di lingkungan industri. Sementara itu, Sulthon Halim mengajak peserta melihat perkembangan teknologi konektivitas melalui pembahasan mengenai VSAT, termasuk arah transformasinya menuju Low Earth Orbit (LEO) dan High-Throughput Satellite (HTS).
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro UAI turut mengambil peran aktif dalam pelaksanaan SINE 2026. Selain terlibat dalam penyelenggaraan acara, mahasiswa juga mendapatkan ruang untuk menunjukkan hasil pembelajaran melalui presentasi Capstone Design atau tugas akhir.
Dekan FST UAI mengapresiasi inisiatif mahasiswa Teknik Elektro dalam menyelenggarakan SINE 2026. Prof. Dewi menilai tema yang diangkat relevan dengan tantangan transformasi digital sekaligus menekankan pentingnya pengembangan teknologi yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan. “Inovasi teknologi tidak boleh hanya mengejar kecanggihan dan efisiensi semata, tetapi harus berjalan seiring dengan etika lingkungan dan prinsip keberlanjutan demi menjaga bumi bagi generasi mendatang,” tutur beliau.
Melalui SINE 2026, UAI mempertemukan pembelajaran akademik dengan perkembangan teknologi di dunia industri. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengembangkan kompetensi, dan melihat peluang inovasi teknologi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.








