Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) melanjutkan komitmennya dalam mendorong pengembangan pendidikan tinggi yang inklusif melalui kegiatan dialog riset bersama peneliti disabilitas netra di Bandung pada Minggu, 25 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi proyek kolaboratif internasional Academic Success for Research with Visual Impairment yang dijalankan UAI bersama University of Edinburgh.

Dalam kegiatan tersebut, UAI diwakili oleh Cut Meutia Karolina, S.I.Kom., M.I.Kom., selaku Indonesian Lead Project, Gusmia Arianti, S.E., M.Si., sebagai Indonesian Deputy, serta Dosen Ilmu Komunikasi UAI, Edoardo Irfan, S.I.P., M.Si. Delegasi mitra internasional UAI terdiri atas Prof. John Ravenscroft dan Elizabeth McCann yang berasal dari University of Edinburgh.

Dialog Bersama Peneliti Netra di SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung

Diskusi mendalam dilakukan bersama Dr. Yakobus Tri Bagio, M.Pd., seorang guru di Sekolah Luar Biasa (SLB) netra yang tertua di Asia Tenggara, yaitu SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung. Ia adalah penyandang disabilitas netra yang berhasil menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral. Selain aktif sebagai pendidik, Dr. Yakobus juga merupakan pengurus Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI).

Selama diskusi berlangsung, Dr. Yakobus Tri Bagio memaparkan pengalaman pribadinya sebagai penyandang disabilitas netra, sekaligus menyoroti berbagai tantangan sistem pendidikan dalam menjamin akses pendidikan yang inklusif. Tantangan tersebut mencakup proses rekrutmen yang belum sepenuhnya aksesibel, keterbatasan fasilitas dan teknologi bantu, serta masih minimnya pemahaman dosen dan tenaga kependidikan terhadap praktik pembelajaran inklusif. Ia juga menekankan pentingnya kebijakan afirmatif, penguatan Unit Layanan Disabilitas, serta pengembangan materi pembelajaran yang ramah bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus.

Peluang Kolaborasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi

Melalui dialog ini, UAI memperoleh berbagai perspektif strategis dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan tinggi yang inklusif. Diskusi ini juga membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi dan SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung, khususnya dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat.

Universitas Al-Azhar Indonesia menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun jejaring kolaborasi nasional dan internasional guna mendorong terwujudnya ekosistem riset dan pendidikan tinggi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Supported by funding from the British Council Going Global Partnerships programme. Going Global Partnerships supports universities, colleges and wider education stakeholders around the world to work together towards stronger, equitable, inclusive, more internationally connected higher education, science and TVET. Through international partnerships, system collaborations and opportunities to connect and share, we enable stronger transnational education, more collaborative research, higher quality delivery enhanced learner outcomes and stronger, internationalised, equitable and inclusive systems and institutions. This leads to stronger higher education, research and TVET systems around the world that can support fairer social and economic growth and address national and global challenges all backed up by mutually beneficial international relationships.