Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menerima kunjungan Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026 di Ruang Rektor UAI. Kunjungan ini menjadi ajang silaturahmi antara UAI dan Kedutaan Besar RRT sekaligus penyampaian ucapan selamat Idulfitri dari pihak Kedubes RRT kepada pimpinan UAI.
Atase Pendidikan Kedubes RRT di Jakarta, Chen Wu, bersama Sekretaris Kedubes RRT, Ding Shan, disambut oleh Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, didampingi Direktur Kemitraan dan Kantor Urusan Internasional (KUI) UAI, Dr. Mohamad Ghozali Moenawar, Lc., M.M., serta Direktur Pusat Bahasa Mandarin (PBM) UAI pihak Indonesia, Feri Ansori, S.S., M.Ed.
Prof. Dr. Widodo Muktiyo, selaku Rektor UAI, menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar RRT atas dukungan yang selama ini diberikan dalam pengembangan Pusat Bahasa Mandarin (PBM) UAI. Beliau juga menekankan pentingnya memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, termasuk membuka peluang kerja sama dengan industri dan perusahaan asal Tiongkok yang berinvestasi di Indonesia. “Kami berharap berbagai kerja sama yang telah terjalin dapat terus memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan serta memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dinamika global,” pungkas Prof. Widodo.
Atase Pendidikan Kedubes RRT di Jakarta, Chen Wu, menyampaikan bahwa Pusat Bahasa Mandarin UAI memiliki peran penting dalam pengembangan pendidikan bahasa Mandarin di Indonesia. Dari sekitar sepuluh Pusat Bahasa Mandarin yang ada di Indonesia, PBM UAI menjadi satu-satunya yang berada di Jakarta sehingga menjadikan UAI sebagai mitra strategis bagi Kedutaan Besar RRT dalam pengembangan pendidikan bahasa Mandarin.
Pada kesempatan tersebut, Chen Wu juga menyampaikan ucapan selamat Idulfitri kepada pimpinan UAI serta menyerahkan cinderamata sebagai simbol penghormatan dan penguatan hubungan baik antara kedua pihak.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara Universitas Al-Azhar Indonesia dan Kedutaan Besar RRT di Jakarta, sekaligus memperkuat sinergi dalam pengembangan pendidikan bahasa Mandarin di lingkungan akademik.





