Program Studi Gizi Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) kembali menyelenggarakan UAI Nutrition Competition (UNION) 2026 dengan tema “Pangan Lokal, Gizi Berkualitas: Kunci Hidup Sehat dan Produktif” pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Hari Gizi Nasional dan menandai tahun kelima pelaksanaan UNION

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi di masyarakat dan institusi pendidikan, mendorong kreativitas dalam mengolah pangan lokal, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan seimbang. UNION juga menjadi wadah pengembangan kemampuan akademik, berpikir kritis, dan inovasi peserta, sekaligus media bagi generasi muda untuk menyampaikan ide-ide yang mendukung ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat.

Sambutan Dekan dan Kaprodi

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UAI, Prof. Dr. Dewi Elfidasari, S.Si., M.Si., memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Beliau menyampaikan penghormatan kepada seluruh peserta, guru pendamping, juri, dan panitia, serta menegaskan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi berkualitas. “Hidup sehat dan produktif tidak harus bergantung pada bahan impor. Sumber pangan berkualitas tersedia di sekitar kita, dan generasi muda perlu didorong untuk memanfaatkannya secara optimal,” ucap Dekan FST UAI.

Ketua Program Studi Gizi UAI, Andi Muh Asrul Irawan, S.Gz., M.Si., membuka sambutannya dengan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa UNION tidak sekadar lomba, tetapi juga menjadi sarana edukasi gizi, media penyampaian gagasan, dan ruang kontribusi generasi muda. “Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peserta untuk mengolah pangan lokal secara kreatif sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya pola makan sehat dan seimbang,” ujar Ketua Program Studi Gizi UAI.

Rangkaian Lomba UNION 2026

Rangkaian lomba diawali dengan Lomba Cerdas Cermat (LCC), yang digelar di Ruang 320 dan Auditorium UAI untuk babak final. LCC diikuti sembilan tim dari berbagai SMA/SMK, termasuk SMKN 1 Jakarta, MAN 5 Bogor, dan SMA Kesatuan Bogor. Persaingan berlangsung sengit hingga babak final, di mana masing-masing tim berusaha menunjukkan pengetahuan dan kemampuan analisis terkait isu-isu gizi dengan maksimal.

Selanjutnya, Lomba Cipta Resep mempertemukan tiga finalis dari berbagai perguruan tinggi di Dapur Gizi UAI Basement 2. Ketiga finalis menampilkan keahlian mereka dalam mengolah pangan lokal menjadi kuliner yang lezat, bergizi, dan inovatif. Lomba ini menilai kreativitas, cita rasa, dan kemampuan peserta dalam memanfaatkan sumber daya lokal, dari tahap seleksi video hingga babak final yang diadakan secara langsung di laboratorium.

Acara semakin memanas dengan Lomba Debat Gizi yang berlangsung di Auditorium UAI. Kompetisi ini diikuti 16 tim dari berbagai universitas, termasuk Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Islam Bandung, IPB University, dan Universitas Indonesia. Babak final debat membahas isu-isu gizi dan kebijakan makan bergizi dengan penuh semangat dan melatih daya pikir kritis.

Melalui UNION 2026, Program Studi Gizi UAI menegaskan komitmennya dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat, mendorong inovasi kuliner berbasis pangan lokal, dan membangun pola hidup sehat serta produktif. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan kreativitas, kemampuan akademik, dan berpikir kritis bagi peserta, sekaligus memperkuat peran UAI sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap kesehatan masyarakat.