Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Prof. Dr. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., mengisi kegiatan Hari Bermuhammadiyah ke-113 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rawamangun. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 6 Desember 2025 di Aula Moh. Syarif, Komplek Perguruan Muhammadiyah Rawamangun, Jakarta Timur. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi bertema “Menjemput Kesuksesan Anak, Meraih Keberkahan Ilmu.”

Prof. Taufik memulai materinya dengan penekanan bahwa pendidikan bagi anak bukanlah proyek sesaat, tetapi investasi panjang yang harus terus dirawat. “Investasi itu tidak boleh hanya ditanam lalu dibiarkan. Ia harus terus disiram, dipupuk, dan dijaga hingga tumbuh optimal,” ujar Wakil Rektor I. Beliau mengajak para orang tua untuk merenungkan apa yang telah benar-benar diinvestasikan kepada anak, apakah berupa nilai, akhlak, ilmu, atau sekadar dorongan duniawi.

Beliau menyoroti kecenderungan sebagian orang tua yang tanpa sadar mendidik anak dalam orientasi materialistik. “Kita sering berdoa agar usaha lancar, harta bertambah, atau anak diterima di kampus favorit. Namun jarang sekali kita berdoa agar anak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Wakil Rektor I. Menurut beliau, inilah salah satu bentuk kurangnya kesadaran dalam mendidik, karena fokus pendidikan seharusnya bukan hanya pada pencapaian materi, tetapi keberkahan hidup.

Selanjutnya Prof. Taufik menjelaskan esensi pendidikan yang benar dalam Islam. Beliau mengutip hadis yang menyebutkan bahwa pemberian terbaik orang tua kepada anak adalah pendidikan yang baik, bukan harta atau jabatan. “Jika amalku terputus, engkaulah harapanku,” kata beliau mengutip pesan moral tentang anak yang saleh. Istighfar seorang anak bahkan dapat mengangkat derajat orang tua di surga, yang menunjukkan betapa pentingnya investasi pendidikan akhlak.

Prof. Taufik juga menegaskan bahwa terdapat perbedaan antara mengajar dan mendidik. Pengajaran boleh dilimpahkan kepada sekolah, tetapi tanggung jawab pendidikan tetap berada pada orang tua. Peran ayah dan ibu pun memiliki kekhasan masing-masing. “Ayah adalah man of vision, penanggung jawab, pembangun sistem berpikir, dan penjaga profesionalitas. Sedangkan ibu adalah sosok cinta, harmoni, nurani, dan pelaksana utama pendidikan sehari-hari,” jelas beliau.

Wakil Rektor I juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya dengan teknik mendidik yang baik, tetapi juga bergantung pada keberkahan rezeki keluarga. “Agar semua berbuah baik, nafkahilah keluarga dengan harta yang halal dan thayyib,” tegasnya.

Melalui penjelasan yang runtut dan reflektif, Prof. Taufik mengajak peserta untuk memperbaiki orientasi dalam mendidik anak. Menurut beliau, tujuan pendidikan bukanlah mencetak profesi tertentu, tetapi membentuk manusia yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat. “Sedikit orang tua yang menargetkan anaknya agar kelak bermanfaat bagi masyarakat. Padahal itulah investasi terbaik,” ujarnya.

Acara Hari Bermuhammadiyah PCM Rawamangun diakhiri dengan apresiasi dari para peserta atas materi yang disampaikan. Kehadiran Wakil Rektor I Bidang Akademik UAI dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Al-Azhar Indonesia untuk terlibat aktif dalam penguatan pendidikan, dakwah, dan literasi keislaman di lingkungan masyarakat.