Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menyelenggarakan Workshop Penguatan Penilai, Teknis Pelaporan Sierra, dan Validasi Status Mahasiswa pada Neo Feeder PDDikti Program RPL Tahun 2026 pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat kualitas implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta memastikan akurasi pelaporan data akademik.
Workshop dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., serta Direktur Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Nina Alia Ariefa, S.S., M.Si. Kegiatan ini juga diikuti oleh para Ketua Program Studi (Kaprodi), Direktorat Akademik, tim Pengembangan Teknologi Informasi (PTI), serta tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB). Kehadiran pimpinan dan partisipasi lintas unit ini bagian dari sinergi dalam mendukung tata kelola RPL yang akuntabel dan sesuai regulasi.
UAI membuka jalur RPL melalui dua mekanisme, yaitu transfer kredit (alih jenjang) dan portofolio (perolehan kredit). Pada skema transfer kredit, program studi yang berpartisipasi meliputi Teknik Industri, Informatika, Teknik Elektro, Teknologi Pangan, dan Gizi dari Fakultas Sains dan Teknologi, serta Akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Adapun pada skema portofolio, RPL dibuka di program studi Informatika, Teknik Elektro, dan Teknik Industri (Fakultas Sains dan Teknologi), Bahasa dan Kebudayaan Jepang serta Bahasa dan Kebudayaan Arab (Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya), PG PAUD, BKI, dan PAI (Fakultas Psikologi dan Pendidikan), serta Ilmu Hukum (Fakultas Hukum).
Penegasan Peran Strategis RPL
Acara diawali dengan sambutan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi perguruan tinggi swasta menjadi ‘tambahan nafas’ dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat keberlanjutan institusi. “Workshop ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kualitas implementasi RPL dan tata kelola akademik UAI dalam beberapa tahun ke depan” tutur beliau.
Laporan kegiatan disampaikan oleh Direktur Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Nina Alia Ariefa, S.S., M.Si. Dalam laporannya, beliau memaparkan perkembangan implementasi RPL di UAI sekaligus menekankan pentingnya penguatan asesmen, ketelitian pelaporan, dan validasi data mahasiswa pada Neo Feeder PDDikti agar pelaksanaan RPL berjalan optimal dan sesuai regulasi.
Penguatan Regulasi dan Teknis Pelaporan
Pada sesi materi, peserta memperoleh pemaparan dari Anggoro Suryo Pramudyo, S.Si.Kom., M.Kom., Pakar RPL Dit. Belmawa. Materi mencakup regulasi penyelenggaraan RPL, penguatan kapasitas penilai, simulasi dan praktik penilaian, serta teknis pelaporan Sierra.
Materi berikutnya disampaikan oleh Wiji Murdoko, S.Kom., M.M., S.I., Ketua Tim Kerja Sistem Informasi dan PDDikti LLDIKTI Wilayah III. Paparan menitikberatkan pada ketentuan Permendikbudristek Nomor 45 Tahun 2022 dan Keputusan Dirjen Nomor 112/B/2025, khususnya terkait validasi status mahasiswa pada Neo Feeder PDDikti.
Workshop ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Al-Azhar Indonesia dalam memperkuat kualitas penilaian RPL, meningkatkan akurasi pelaporan Neo Feeder PDDikti, serta memastikan validitas data akademik secara berkelanjutan.








