Masjid Agung Al Azhar kembali menghadirkan tokoh nasional dalam rangkaian tausiyah tarawih Ramadhan. Pada malam kedelapan Ramadhan, Rabu, 25 Februari 2026, tausiyah disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Said Agil Husain Al Munawar, M.A. Ceramah yang berlangsung khidmat tersebut diikuti jamaah dari lingkungan Al Azhar, termasuk sivitas akademika Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Senat Akademik UAI, Prof. Dr. Suparji, S.H., M.H., Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo, serta Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H. Kehadiran jajaran pimpinan UAI menandai keterlibatan institusi dalam rangkaian kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari tradisi Al Azhar selama bulan suci Ramadhan, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dan lingkungan masjid sebagai ruang pembinaan keilmuan dan spiritual.

Dalam tausiyahnya, Prof. Said Agil Husain Al Munawar mengulas makna puasa dalam Al-Qur’anul Karim, khususnya ayat-ayat dalam Surah Al-Baqarah yang menjelaskan kewajiban, keringanan, serta tujuan puasa. Ia menjelaskan bahwa puasa disebutkan dalam berbagai konteks di dalam Al-Qur’an, tidak hanya terkait Ramadhan, tetapi juga dalam dimensi sosial dan etika kehidupan, yang menunjukkan keluasan makna ibadah tersebut bagi umat Islam.

“Apa tujuan akhir dari puasa? La’allakum tattaqun, agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menegaskan bahwa puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan latihan pengendalian diri yang disertai prinsip kemudahan sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah bahwa Dia menghendaki kemudahan dan bukan kesulitan bagi hamba-Nya. Puasa juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, serta peningkatan kualitas spiritual seorang mukmin dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran Prof. Said Agil Husain Al Munawar dalam rangkaian tarawih Ramadhan ini menambah kekhidmatan suasana ibadah di Masjid Agung Al Azhar. Tausiyah tersebut memperkaya pemahaman jamaah, termasuk sivitas akademika UAI, dalam memaknai puasa sebagai proses pembinaan diri yang berkelanjutan serta bagian dari kehidupan keagamaan di lingkungan Al Azhar.