Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) kembali mencatatkan capaian di bidang riset melalui keberhasilan dosen sekaligus Ketua Program Studi Teknik Industri, Dr. Nunung Nurhasanah, S.T., M.Si., yang memperoleh pendanaan Program Bestari Saintek 2026. Program ini merupakan skema pendanaan yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan fokus pada pengembangan riset berbasis living lab.
Proses Seleksi dan Fokus Riset Energi Terbarukan
Dalam keterangannya, Dr. Nunung menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kompetisi nasional yang melalui dua tahapan seleksi, yaitu Expression of Interest (EOI) dan seleksi proposal. “Program ini merupakan kompetisi nasional yang melalui dua tahap seleksi, yaitu Expression of Interest (EOI) dan seleksi proposal. Alhamdulillah, dari tiga proposal dosen UAI yang lolos EOI, proposal kami berhasil memperoleh pendanaan,” jelas beliau.
Penelitian yang diusung oleh Dr. Nunung dan tim berjudul “Implementasi Sistem Permakultur Cerdas Terintegrasi untuk Optimalisasi Energi Terbarukan di Living Lab Pesantren Riyadul Muta’alimin.” Riset ini berfokus pada pengembangan energi terbarukan melalui pendekatan sistem rantai pasok cerdas yang berkelanjutan.
Kontribusi UAI dalam Kolaborasi dan Pengembangan Riset
Dalam pelaksanaannya, riset yang didanai oleh Program Bestari Saintek 2026 ini melibatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi, yaitu Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Universitas Telkom (TelU), dan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Kolaborasi tersebut dibangun berdasarkan keunggulan kompetensi masing-masing institusi, di mana TelU berkontribusi pada bidang management engineering, sementara UBSI pada bidang rekayasa perangkat lunak.
Selain itu, riset ini juga melibatkan mitra eksternal, yaitu CV Primary Indonesia dan Pesantren Riyadul Muta’alimin. Mitra industri berperan dalam penyediaan tenaga ahli untuk instalasi biodigester serta pelaksanaan teknis di lapangan, sementara pihak pesantren menyediakan lahan penelitian di Sumedang sebagai bagian dari pengembangan living lab.
Tim peneliti menargetkan luaran berupa publikasi pada jurnal internasional bereputasi, prosiding internasional terindeks Scopus, serta pengembangan desain industri. Hasil riset tersebut memperkuat kontribusi dalam pengembangan kemandirian energi dan ekonomi hijau di lingkungan pesantren.
Capaian ini mempertegas peran UAI dalam pengembangan riset terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Keterlibatan dosen UAI dalam program riset nasional juga menjadi bagian dari penguatan reputasi akademik serta perluasan kolaborasi lintas institusi di tingkat nasional maupun internasional.