Peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang digelar pada Senin, 27 April 2026, berlangsung khidmat dengan pusat acara di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia. Kegiatan tasyakuran ini diikuti oleh berbagai pihak, termasuk Universitas Al-Azhar Indonesia, yang berpartisipasi secara daring melalui Zoom dari Aula Gedung Teknis I Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bekasi.

Dalam sambutannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa peringatan HBP ke-62 menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian kinerja sekaligus memperkuat komitmen terhadap integritas dan profesionalisme di lingkungan pemasyarakatan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan mitra strategis guna menciptakan sistem pemasyarakatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini, Universitas Al-Azhar Indonesia juga menerima penghargaan dari Kepala Lapas Kelas IIA Bekasi sebagai mitra strategis yang dinilai aktif berkontribusi dalam program pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Penghargaan ini diberikan atas konsistensi UAI dalam menjalankan berbagai program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan.

Sejumlah program telah dilaksanakan antara UAI dengan LAPAS Kelas IIA Bekasi sejak 2024, di antaranya Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) bertema budidaya maggot sebagai alternatif pakan ikan lele untuk mengatasi limbah pangan, serta program pemberdayaan melalui produksi pempek beku berbasis teknologi pembekuan cepat dan pemasaran digital. Keberlanjutan komitmen ini juga diteruskan pada 2025 dengan program PKM lainnya yaitu pengembangan produksi mi ayam beku kemasan vakum serta optimalisasi digital marketing. Kegiatan ini selain membawa manfaat untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga binaan serta staff Lapas tetapi juga membawa mahasiswa Teknologi Pangan dan Gizi UAI menjadi juara 3 presentasi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 37 yang diselenggarakan di UNAIR Surabaya pada tahun 2024 lalu.

Melalui pencapaian ini, diharapkan sinergi antara Lapas Kelas IIA Bekasi dan Universitas Al-Azhar Indonesia tidak hanya dalam bentuk pengabdian masyarakat tetapi juga penelitian yang lebih luas. Upaya ini ditujukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan ekonomi yang memadai agar siap kembali ke masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”, kerja sama ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pemasyarakatan mampu mendorong terciptanya perubahan sosial yang positif, produktif, dan berkelanjutan.