Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) menghadiri kegiatan “Islamic Endowment Revolution 2026: BPKH, Wakaf dan Masa Depan Dana Abadi Indonesia” yang diselenggarakan oleh PT Bank Muamalat Indonesia Tbk bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada Kamis, 2 Juli 2026 di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan. Kegiatan ini menjadi forum yang membahas penguatan pengelolaan dana abadi, wakaf produktif, serta peran instrumen keuangan syariah dalam mendukung keberlanjutan berbagai sektor, termasuk pendidikan dan kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, UAI diwakili oleh Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo. Kehadiran UAI menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan jejaring terkait pengembangan dana berkelanjutan yang dapat mendukung penguatan institusi pendidikan.
Mengangkat tema “Menghubungkan Dana Haji, Wakaf Produktif dan Endowment Fund untuk Keberlanjutan Pendidikan dan Kesehatan”, forum ini menghadirkan diskusi mengenai strategi pengelolaan Dana Abadi (Endowment Fund), Dana Haji, Wakaf Produktif, serta Tata Kelola Investasi Syariah. Pembahasan juga mencakup peluang penerapan konsep dana abadi pada berbagai lembaga, seperti institusi pendidikan, rumah sakit, pesantren, yayasan, dan lembaga filantropi.
Rangkaian acara menghadirkan berbagai sesi pembahasan, di antaranya Key Message Speaker oleh Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI), Prof. Ahmad Najib Burhani, diskusi mengenai strategi pengelolaan dana haji dan wakaf produktif, hingga pembahasan terkait penguatan ekosistem endowment fund di Indonesia.
Dalam forum tersebut, Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo mengikuti berbagai agenda yang berlangsung serta berkesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga yang hadir. Momen tersebut menjadi bagian dari interaksi kelembagaan dalam forum yang mempertemukan berbagai pihak dengan perhatian pada pengembangan dana abadi dan wakaf produktif.
Keikutsertaan UAI dalam Islamic Endowment Revolution 2026 menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memperkaya wawasan serta mengikuti perkembangan inovasi pengelolaan dana berkelanjutan yang dapat mendukung keberlangsungan pendidikan.





