Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2025, Fariz Malik dari Keluarga Mahasiswa Program Studi (KMPS) Bahasa dan Kebudayaan Arab, menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore usai salat Ashar pada Selasa, 26 Mei 2026 di Masjid Agung Al Azhar. Mengangkat tema “Pentingnya Silaturahmi dalam Islam”, Fariz mengajak jamaah untuk menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama muslim sebagai bagian dari ajaran Islam.

Kultum dibuka dengan menjelaskan makna silaturahmi sebagai upaya menjalin hubungan, menjaga komunikasi, dan mempererat kasih sayang antarsesama. Fariz mengingatkan bahwa di tengah kesibukan dan perkembangan teknologi, banyak orang lebih fokus pada gawai dibandingkan membangun kedekatan dengan keluarga maupun orang-orang di sekitarnya.

Selama kultum berlangsung, Fariz mengutip hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa orang yang menjaga silaturahmi akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya. Menurutnya, janji tersebut menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk terus memelihara hubungan baik, terutama dengan keluarga dan kerabat.

Fariz juga mengingatkan agar tidak membiarkan perselisihan berlangsung terlalu lama. Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menjelaskan bahwa seorang muslim tidak diperkenankan mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari, dan orang yang paling baik adalah mereka yang lebih dahulu mengucapkan salam serta membuka jalan untuk berdamai.

“Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama bukan hanya sekadar kebiasaan sosial, tetapi juga merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang,” ujar Fariz.

Menutup kultumnya, Fariz mengajak jamaah untuk membiasakan diri menjaga silaturahmi melalui hal-hal sederhana, seperti menyapa, menanyakan kabar, saling membantu, dan mempererat ukhuwah. Menurutnya, silaturahmi bukan hanya memperkuat hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi amalan yang mendatangkan keberkahan dan meningkatkan kualitas keimanan.