Kepala Seksi Layanan dan Literasi Informasi Perpustakaan Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Rifda Jilan Syahidah, S.Hum., mengikuti program Research Fellowship di Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Kyoto University, Jepang, selama tiga bulan, dari 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Program tersebut menjadi kesempatan bagi Rifda untuk memperdalam riset sekaligus mengenal praktik dan inovasi layanan perpustakaan di Jepang.
Selama mengikuti fellowship, Rifda mengangkat penelitian bertajuk “Research Data Management (RDM) for Long-Term Academic Utilization”. Penelitian ini berfokus pada pengelolaan data mentah hasil penelitian secara bertanggung jawab dan aman agar dapat diverifikasi serta dimanfaatkan kembali oleh peneliti lain dalam jangka panjang. Topik tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk memperluas pemahaman mengenai pengelolaan data penelitian dalam mendukung keberlanjutan pemanfaatan hasil riset.
Selain menjalankan penelitian, Rifda mengunjungi sejumlah perpustakaan di Jepang dan berdiskusi dengan pakar serta praktisi kepustakawanan. Dari berbagai kunjungan tersebut, ia melihat bahwa perpustakaan tidak hanya berorientasi pada penyediaan koleksi, tetapi juga mengembangkan berbagai layanan dan fasilitas yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Pengalaman tersebut terlihat dari fasilitas yang ditemuinya di sejumlah perpustakaan. Perpustakaan Yamato, misalnya, memiliki sudut pemeriksaan kesehatan, sementara Perpustakaan Musashino menyediakan ruang untuk kegiatan tari dan panjat tebing. Di lingkungan perguruan tinggi, Kyushu University Library memiliki ruang konsultasi literatur, sedangkan Kyoto University Library menyediakan ruang yang mendukung aktivitas belajar dan diskusi. Berbagai fasilitas tersebut menunjukkan bagaimana perpustakaan dapat dikembangkan sebagai ruang yang lebih beragam dan inklusif.
Bagi Rifda, pengalaman selama di Jepang memberikan perspektif baru mengenai ekosistem penelitian sekaligus pengembangan layanan perpustakaan. “Kesan utama yang paling saya rasakan adalah tentang bagusnya ekosistem penelitian di Jepang, khususnya di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Rifda untuk memperluas perspektif dalam pengelolaan data penelitian serta melihat berbagai kemungkinan pengembangan layanan perpustakaan yang relevan dengan kebutuhan sivitas akademika UAI.





