Mahasiswa Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) angkatan 2023, Muhammad Labib Royhan Hadi dari Keluarga Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (KMFST), menyampaikan kuliah tujuh menit (kultum) sore usai salat Ashar pada Kamis, 9 Juli 2026 di Masjid Agung Al Azhar. Mengangkat tema “Terang-Terangan dalam Bermaksiat”, Labib mengajak jamaah untuk lebih bijak menjaga lisan, jempol, dan perilaku di era digital agar tidak menjadi penyebab tersebarnya kemaksiatan.

Labib membuka kultum sore dengan mengajak jamaah merenungkan fenomena media sosial yang kerap digunakan untuk mempertontonkan kesalahan pribadi maupun menyebarkan aib orang lain. Labib menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memberikan peringatan khusus kepada orang-orang yang secara terang-terangan melakukan maksiat karena tindakan tersebut tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi orang lain.

Selama kultum berlangsung, Labib menyoroti bahaya media sosial sebagai ruang yang memungkinkan dosa tersebar lebih luas. Menurutnya, kebiasaan mengunggah kemaksiatan, membagikan aib seseorang, atau menyebarkan ghibah dapat meninggalkan jejak digital yang terus beredar meskipun unggahan aslinya telah dihapus. Oleh karena itu, setiap muslim perlu lebih berhati-hati sebelum membagikan informasi atau memberikan komentar di ruang digital.

“Dosa yang dipamerkan tidak hanya merusak pelakunya, tetapi juga bisa menjadi contoh bagi orang lain hingga kemaksiatan dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Karena itu, kita perlu lebih bijak dalam menggunakan media sosial,” ujar Labib.

Menutup kultum sore “Terang-Terangan dalam Bermaksiat”, Labib mengingatkan bahwa menjaga nama baik orang lain juga harus diiringi dengan menjaga kehormatan diri sendiri. Ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan kebaikan, menghindari ghibah dan fitnah, serta selalu menjaga lisan, jempol, dan hati agar tetap berada dalam tuntunan ajaran Islam.