Menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak sejak dini menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berbakti kepada orang tua. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Sumber Daya Insani, Riset, dan Penjaminan Mutu Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., dalam Kuliah Subuh bertajuk “Menjemput Kesuksesan Anak, Meraih Keberkahan Ilmu” yang diselenggarakan di Masjid Agung Al Azhar pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Kegiatan dihadiri oleh jajaran pengurus Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar, sivitas akademika UAI, para guru, serta jamaah yang mengikuti kuliah subuh secara luring maupun daring. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Taufik mengajak peserta untuk memaknai kesuksesan anak tidak hanya dari capaian akademik, tetapi juga dari akhlak, kedekatan kepada Allah SWT, dan baktinya kepada orang tua.
Dalam pemaparannya, Prof. Taufik menjelaskan bahwa pendidikan karakter perlu dibangun melalui tiga pendekatan, yakni conditioning (pembiasaan), modeling (keteladanan), dan insight (pemahaman). Menurut beliau, orang tua maupun pendidik tidak cukup hanya memberikan arahan, tetapi juga harus menjadi teladan agar nilai-nilai kebaikan dapat tertanam dalam diri anak. Wakil Rektor I juga menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam setiap proses pembelajaran, sehingga pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan karakter.
“Kalau mengajar jangan hanya mengajar mata pelajaran atau mata kuliah saja. Di tengah-tengah mengajar, selipkan amanah-amanah dakwah. Tanyakan kepada murid-murid bagaimana salatnya, ngajinya, dan hafalannya. Inilah yang disebut integrasi antara Islam dan sains,” ujar Prof. Taufik.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa keberhasilan orang tua tidak semata diukur dari prestasi akademik anak. Menurut Prof. Taufik, anak yang senantiasa hadir, berbakti, dan mendoakan orang tuanya merupakan investasi terbaik yang akan terus mengalir manfaatnya, bahkan setelah orang tua meninggal dunia. “Prestasi akademik itu penting, tetapi bukan segala-galanya. Anak yang juara adalah anak yang hadir saat orang tuanya membutuhkan dan selalu berbakti kepada mereka,” tutur Wakil Rektor I.
Kuliah Subuh ini menjadi bagian dari upaya UAI dan YPI Al Azhar dalam menghadirkan kajian keislaman yang tidak hanya memperkuat pemahaman agama, tetapi juga memberikan bekal praktis bagi orang tua, pendidik, dan masyarakat dalam membangun karakter generasi yang berilmu, berakhlak, dan berbakti.





