Select Page

Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) 2026 memasuki hari keempat pada Sabtu, 19 September 2026 di Auditorium UAI Lantai 3. Sebanyak 632 mahasiswa baru, yang terdiri dari 411 mahasiswa Program Reguler S1, 106 mahasiswa Program Non-Reguler, 109 mahasiswa Program Magister (S2), dan 6 mahasiswa Program Doktor (S3). mengikuti rangkaian kegiatan yang mengusung tema “Dari Mahasiswa Baru, Menjadi Bagian dari UAI”. Kegiatan memperkenalkan identitas akademik, nilai keislaman, serta kehidupan kemahasiswaan di UAI.

Kegiatan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al Azhar Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H., jajaran pimpinan YPI Al Azhar, Ketua Senat Akademik UAI Prof. Dr. Suparji Ahmad, S.H., M.H., Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo, Wakil Rektor I Prof. Taufik Kasturi, S.Psi., M.Si., Ph.D., Wakil Rektor II Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., serta jajaran pimpinan universitas dan fakultas.

Pengukuhan ditandai dengan pembukaan sidang terbuka Senat Akademik Universitas, pelantikan mahasiswa baru, serta penyematan jas almamater secara simbolik kepada sembilan perwakilan mahasiswa. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan Janji Mahasiswa, Deklarasi Anti Narkoba, serta empat deklarasi antikekerasan sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa dalam memasuki kehidupan kampus.

Ketua Pembina YPI Al Azhar Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H., mengajak mahasiswa membangun kemandirian dalam belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber pengetahuan, termasuk teknologi dan kecerdasan buatan. Mahasiswa UAI juga diajak menjadi bagian dari jamaah Masjid Agung Al-Azhar dan ikut memakmurkan masjid sebagai bagian dari gerakan dakwah. Kemandirian tersebut juga perlu diwujudkan dalam kesiapan menciptakan lapangan pekerjaan. “Niatkan menciptakan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan,” pesan Prof. Jimly.

Rektor UAI Prof. Dr. Widodo Muktiyo mengajak mahasiswa memandang masa perkuliahan sebagai ruang untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas, dan menciptakan solusi. Perkembangan teknologi, termasuk AI, perlu dihadapi dengan kemampuan beradaptasi sekaligus tetap membangun karakter dan kepedulian. “Kami ingin mendorong para mahasiswa untuk menjadi pencipta perubahan, bukan hanya pengikut perubahan,” tutur Prof. Widodo.

Wakil Rektor II UAI Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa PKKMB merupakan awal perjalanan mahasiswa untuk mengenal lingkungan akademik, kehidupan kampus, serta berbagai ruang pengembangan diri. Proses tersebut perlu dilanjutkan melalui keterlibatan dalam organisasi dan berbagai kegiatan kemahasiswaan, sekaligus diwujudkan melalui karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut dirangkum dalam tagline “Cerdas Berakhlak, Siap Berdampak.”

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., membahas perubahan dunia kerja yang semakin dipengaruhi perkembangan AI, otomasi, ekonomi hijau, dan platform digital. Mahasiswa didorong membangun kompetensi sejak dini melalui pengalaman praktik, magang, sertifikasi, organisasi, serta pengembangan kemampuan seperti AI, analisis data, akuntansi, dan bahasa Inggris. Kemampuan komunikasi dan kolaborasi serta jejaring juga menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan dunia kerja. “Karier adik-adik itu dimulai bukan saat lulus, tapi karier adik-adik itu dimulai dari sekarang,” tuturnya.

Dari sisi mahasiswa, Helsy Alicia Prilianty, perwakilan mahasiswa baru dari Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (BMKT), melihat PKKMB sebagai pengalaman awal untuk beradaptasi, membangun kerja sama, dan mengenal lingkungan akademik UAI. Helsy juga menyoroti penerapan Basic Mentality Qur’ani melalui halaqah Al-Qur’an dan salat Duha, serta refleksi terhadap pemikiran Buya Hamka yang direncanakan menjadi buku kumpulan tulisan mahasiswa angkatan 2026, “Hamka, Aku, dan Masa Depan.”

Setelah rangkaian pengukuhan dan pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan agenda “Dari, Oleh & Untuk Mahasiswa — Persembahan & Kreativitas” melalui berbagai penampilan seni dan kreativitas mahasiswa. Kegiatan berlanjut dalam Festival Mahasiswa yang memperkenalkan berbagai unit kegiatan mahasiswa kepada mahasiswa baru, sebelum ditutup dengan PKKMB Awards sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi selama rangkaian PKKMB 2026.

PKKMB UAI 2026 hari keempat menandai berakhirnya rangkaian utama PKKMB sekaligus dimulainya perjalanan mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar UAI. Pengalaman dan nilai yang diperoleh selama rangkaian PKKMB selanjutnya menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan aktivitas kemahasiswaan di UAI.