Kreativitas mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) kembali ditunjukkan melalui pementasan teater berjudul Stage Fright yang berlangsung di Auditorium UAI Lantai 3 pada Jumat, 10 Juli 2026. Mengangkat genre psychological thriller, pertunjukan ini menjadi bagian dari tugas akhir mata kuliah Kajian Drama dan Teater mahasiswa angkatan 2024.
Pementasan ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris UAI sekaligus dosen pengampu mata kuliah Kajian Drama dan Teater, Thafhan Muwaffaq, S.S., M.A. Turut hadir pula para dosen Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris UAI serta mahasiswa dari berbagai program studi yang menyaksikan jalannya pertunjukan.
Drama Stage Fright mengisahkan delapan siswa yang menjalani latihan pementasan drama di sebuah auditorium sekolah setelah jam pelajaran usai. Awalnya, mereka hanya diminta membaca dan memainkan naskah yang diberikan oleh guru mereka. Namun, suasana perlahan berubah ketika berbagai kejadian yang tertulis dalam naskah mulai terjadi di dunia nyata.
Seiring berjalannya cerita, para tokoh menyadari bahwa naskah tersebut menyimpan berbagai rahasia yang berkaitan dengan diri mereka masing-masing. Ketegangan semakin memuncak ketika fakta-fakta masa lalu mulai terungkap hingga membawa mereka pada sebuah kenyataan yang sulit dipercaya. Dengan alur yang penuh misteri dan konflik psikologis, Stage Fright berhasil membuat penonton larut dalam cerita sekaligus terus menebak akhir dari kisah yang disajikan.
Pementasan ini disutradarai oleh Nabila Khoirunnisa dengan naskah yang ditulis oleh Azka Alifia Isfandi, Haura Indra, Jihan Elya Qonita, dan Lutfiya Latifa Nayyara. Adapun para tokoh diperankan oleh Azka Alifia Isfandi sebagai Melisa, Haura Indra sebagai Lenora, Ririt Wafi Huwaidah sebagai Penny, Sarah Fairuz Abidin sebagai Jessica, Muthia Rahmadhini sebagai Ivy, Panca Saputra sebagai Theo, dan Rama Revaldy sebagai Kyle. Melalui penampilan yang penuh penghayatan, seluruh pemeran berhasil menghidupkan karakter masing-masing sehingga mampu menghadirkan suasana tegang sepanjang pertunjukan.
Kaprodi sekaligus dosen pengampu Kajian Drama dan Teater mengapresiasi pertunjukan mahasiswa Prodi Bahasa dan Kebudayaan Inggris angkatan 2024. “Mata kuliah ini mengharapkan mahasiswa mampu merealisasikan visi kreatif dan pengetahuan tentang drama secara kolaboratif. Dengan demikian mahasiswa dapat melihat kreativitas adalah bagian dari kemampuan akademik. Semoga mereka setelah ini terus termotivasi untuk berkarya,” tutur Thafhan Muwaffaq, S.S., M.A.
Salah satu penonton, Syahla Zalfa Muwafiqi, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris UAI, mengaku terkesan dengan kualitas pementasan yang ditampilkan. “Menurut aku teater kali ini bagus banget. Semua aktor dan aktrisnya sangat mendalami peran masing-masing. Desain panggung dan lighting-nya juga mendukung banget. Overall, aku suka banget sama teater kali ini,” ujarnya.
Pementasan Stage Fright menjadi wujud implementasi pembelajaran di Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Inggris UAI yang tidak hanya mengasah kemampuan berbahasa Inggris dan seni peran, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berkolaborasi dalam menghasilkan karya kreatif melalui seni pertunjukan.













