Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) memperkuat internasionalisasi pendidikan melalui keikutsertaan mahasiswa dalam International Student Exchange periode Autumn 2026 di Daugavpils University, Latvia. Pelepasan tiga mahasiswa peserta program berlangsung di Ruang Rektor UAI, Senin, 24 Agustus 2026. Program ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus memperluas wawasan melalui interaksi dengan lingkungan internasional.
Tiga mahasiswa UAI yang mengikuti program tersebut yaitu Andi Sophia Thenri Sayang (Program Studi Ilmu Komunikasi), Ryoza Naufal Wicaksono (Program Studi Manajemen), dan Truly Ubaya Eka Sakti (Program Studi Teknologi Pangan). Ketiganya akan berangkat ke Latvia untuk mengikuti program International Student Exchange periode Autumn 2026 yang berlangsung dari Agustus 2026 hingga Januari 2027. Keikutsertaan pada periode ini menjadi kali keempat UAI mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti program mobilitas internasional di Daugavpils University.
Dalam pembekalan, Rektor UAI, Prof. Dr. Widodo Muktiyo mengingatkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program mobilitas internasional turut membawa nama UAI di lingkungan global. Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi, memperluas pengalaman, dan membangun jejaring dengan lingkungan akademik internasional. Beliau juga mendorong mahasiswa mencatat berbagai pengalaman selama satu semester di Latvia sebagai bagian dari perjalanan yang dapat dikembangkan menjadi sebuah karya.
“Gunakan waktunya semaksimal mungkin, seproduktif mungkin untuk menunjukkan jati diri Anda. Mahasiswa Al-Azhar yang ternyata beda dibandingkan mahasiswa lainnya,” tutur Rektor.
Wakil Rektor II UAI, Dr. Yusup Hidayat, S.Ag., M.H., menekankan pentingnya semangat ta’aruf selama mahasiswa berada di Latvia. Menurut beliau, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk saling mengenal, memahami masyarakat dan budaya setempat, serta membangun relasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Proses tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari lingkungan baru tanpa meninggalkan identitas sebagai seorang muslim.
“Tugas kita adalah bagaimana kita banyak belajar dengan ta’aruf. Kita saling mengenal, saling memahami persoalan yang kita hadapi dan persoalan yang mereka hadapi, serta juga lingkungan,” ujar Dr. Yusup.
Melalui program ini, mahasiswa UAI memperoleh pengalaman akademik dan lintas budaya yang dapat memperluas wawasan serta membentuk kemandirian selama belajar di lingkungan baru. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk berkembang dan berkontribusi di lingkungan global.








